Embed
Email

Tanya jawab Ttg Perubahan Iklim

Document Sample

Shared by: Andre Suit
Categories
Tags
Stats
views:
17
posted:
10/31/2011
language:
Indonesian
pages:
5
TANYA-JAWAB

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim



§ Apakah yang dimaksud dengan Efek Rumah Kaca (ERK) dan penyebabnya?

Efek Rumah Kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses.

Pada kenyataannya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adal ah

analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi

dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian

diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasasebagai radiasi

gelombang panjang.



Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh

permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah

kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk

menghangatkan rumah kaca.



Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut

gas di atmosfer (Gas Rumah Kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya.

Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula.

Semua proses itu lah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan

iklim merupakan dampak dari Efek Rumah Kaca.



§ Apakah Efek Rumah Kaca merupakan proses alami?

Ya! Efek Rumah Kaca terjadi alami karena memungkinkan kelangsungan hidup semua

makhluk di bumi. Tanpa adanya Gas Rumah Kaca, seperti karbondioksida (CO 2), metana

(CH4), atau dinitro oksida (N2O), suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih

dingin. Sejak awal jaman industrialisasi, awal akhir abad ke-17, konsentrasi Gas Rumah

Kaca meningkat drastis. Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata-rata bumi meningkat

0.5 – 0.6 derajat Celcius akibat emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari aktivitas

manusia.



• Apa buktinya bahwa Efek Rumah Kaca itu benar-benar terjadi ?

Melalui beberap a bukti berikut:

- Pertama, berdasarkan ilmu fisika, beberapa gas mempunyai kemampuan untuk

menahan panas. Tak ada yang patut diragukan dari pernyataan ini.

- Kedua, pengukuran yang dilakukan sejak tahun 1950-an menunjukkan tingkat

konsentrasi Gas Rumah Kaca meningkat secara tetap, dan peningkatan ini

berhubungan dengan emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan industri dan

berbagai aktivitas manusia lainnya.

- Ketiga, penelitian menunjukkan udara yang terperangkap di dalam gunung es

telah berusia 250 ribu tahun . Artinya:

• Konsentrasi Gas Rumah Kaca di udara berbeda-beda di

masa lalu dan masa kini. Perbedaan ini menunjukkan

adanya perubahan temperatur

• Konsentrasi Gas Rumah Kaca terbukti meningkat sejak

masa praindustri.



§ Apa sajakah yang termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca?

Yang termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca adalah karbondioksida (CO 2), metana

(CH 4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur

heksafluorida (SF6). Jenis GRK yang memberikan sumbangan paling besar bagi emisi gas

rumah kaca adalah karbondioksida, metana, dan dinitro oksida. Sebagian besar

dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) di sektor

energi dan transport, penggundulan hutan , dan pertanian . Sementara, untuk gas rumah

kac a lainnya (HFC, PFC, SF6 ) hanya menyumbang kurang dari 1% .





1

• Darimanakah emisi karbondioksida dihasilkan ?

Sumber -sumber emisi karbondioksida secara global dihasilkan dari pembakaran bahan

bakar fosil (minyak bumi dan batu bara):

- 36% dari industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak, dll)

- 27% dari sektor transportasi

- 21% dari sektor industri

- 15% dari sektor rumah tangga & jasa

- 1% dari sektor lain -lain.



• Apakah penghasil utama emisi karbondioksida ?

Sumber utama penghasil emisi karbondioksida secara global ada 2 macam. Pertama,

pembangkit listrik bertenaga batubara.

Pembangkit listrik ini membuang energi 2 kali lipat dari energi yang dihasilkan. Semisal,

energi yang digunakan 100 unit, sementara energi yang dihasilkan 35 unit. Maka, energi

yang terbuang adalah 65 unit! Setiap 1000 megawatt yang dihasilkan dari pembangkit

listrik bertenaga batubara akan mengemisikan 5,6 juta ton karbondioksida per tahun!

Kedua, pembakaran kendaraan bermotor.

Kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar sebanyak 7,8 liter per 100 km dan

menempuh jarak 16 ribu km, maka setiap tahunnya akan mengemisikan 3 ton

karbondioksida ke udara! Bayangkan jika jumlah kendaraan bermotor di Jakarta lebih

dari 4 juta kendaraan! Berapa ton karbondioksida yang masuk ke atmosfer per tahun?



• Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kontribusi Gas Rumah Kaca ?

Penting diingat, emisi Gas Rumah Kaca harus dikurangi! Jadi harus dibangun sistem

industri dan transportasi yang TIDAK bergantung pada bahan bakar fosil (minyak bumi

dan batu bara). Kalau perlu, TIDAK menggunakannya SAMA SEKALI!

Karena Perubahan Iklim adalah masalah global, penyelesaiannya pun mesti secara

internasional. Langkah pertama yang dilakukan adalah pembuatan Kerangka Konvensi

untuk Perubahan Iklim (Framework Convention on Climate Change) tahun 1992 di Rio de

Janeiro, Brazil, yang ditandatangani oleh 167 negara. Kerangka konvensi ini mengikat

secara moral semua negara-negara industri untuk menstabilkan emisi karbondioksida

mereka. Sayangnya, hanya sedikit negara industri yang memenuhi target. Langkah

selanjutnya berarti membuat komitmen yang mengikat secara hukum dan

memperkuatnya dalam sebuah protokol. Dibuat lah Kyoto Protocol atau Protokol Kyoto.

Tujuannya: mengharuskan negara-negara industri menurunkan emisinya secara kolektif

sebesar 5,2 persen dari tingkat emisi tahun 1990.



• Siapakah penghasil emisi karbondioksida paling besar?

Setiap kepala penduduk di negara barat mengeluarkan emisi karbondioksida 25 kali

lebih banyak daripada penduduk di negara-negara berkembang! Lima pengemisi

karbondioksida terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, dan

Jepang. Ini yang menyebabkan PHal ini yang menyebabkan Protokol Kyoto HANYA

mengharuskan negara-negara maju, yang juga kaya, untuk menurunkan emisinya lebih

dahulu. Ironisnya, Cina sebagai negara berkembang menunjukkan sikap kepemimpinan

dalam menanggapi isu Perubahan Iklim , berkebalikan dengan negara-negara industri

yang kian terpuruk. Emisi karbondioksida Cina pada tahun 1998 turun hingga 4%

dengan tingkat ekonomi naik hingga lebih dari 7%.



• Negara mana kah yang menyumbang Gas Rumah Kaca terbesar?

Data terakhir menunjuk pada Amerika Serikat sebagai penyumbang 720 juta ton Gas

Rumah Kaca setara karbondioksida —setara dengan 25% emisi total dunia atau 20,5 ton

per kapita. Emisi Gas Rumah Kaca pembangkit listrik di Amerika Serikat saja masih jauh

lebih besar bila dibandingkan dengan total jumlah emisi 146 negara (tigaperempat

negara di dunia)! Sektor energi menyumbang sepertiga total emisi Gas Rumah Kaca





2

Amerika Serikat. Emisi Gas Rumah Kaca sektor energi Amerika Serikat lebih besar dua

kali lipat dari emisi Gas Rumah Kaca India. Dan , total emisi Gas Rumah Kaca Amerika

Serikat lebih besar dua kali lipat emisi Gas Rumah Kaca Cina. Emisi total dari negara-

negara berkembang besar , seperti Korea, Meksiko, Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, dan

Argentina, tidak melebihi emisi Amerika Serikat.



§ Apakah yang dimaksud dengan Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan

Iklim (Climate Change)?

Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akiba t

peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti

dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia

sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan , di belahan bumi lain akan

mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.



• Mengapa terjadi Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate

Change)?

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim terjadi akibat aktivitas manusia, terutama yang

berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta

kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian , dan peternakan. Aktivitas

manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung

menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu peningkatan jumlah Gas

Rumah Kaca secara global.



• Apakah perbedaan antara Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global, dan Perubahan

Iklim?

Istilah -istilah di atas seringkali digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab-

akibat. Efek Rumah Kaca adalah penyebab, sementara Pemanasan Global dan

Perubahan Iklim adalah akibat.

Efek Rumah Kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas (atau energi) di atmosfer

bumi. Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global melakukan

penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud salah satunya peningkatan temperatur bumi,

kemudian disebut Pemanasan Global dan berubahnya iklim regional—pola curah hujan,

penguapan, pembentukan awam—atau Perubahan Iklim.



• Apa sajakah dampak-dampak Perubahan Iklim?

Pada tahun 2100, temperatur atmosfer akan meningkat 1.5 – 4.5 derajat Celcius, jika

pendekatan yang digunakan “melihat dan menunggu, tanpa melakukan apa-apa” (wait

and see, and do nothing)!

Dampak-dampak lainnya:

- Musnahnya berbagai jenis keanekrag aman hayati

- Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir

- Mencairnya es dan glasier di kutub

- Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena

kekeringan yang berkepanjangan

- Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun

2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.

- Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral

bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia

- Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan

- Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah -daerah baru

karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk)

- Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus

pengungsian.









3

• Apakah yang diprediksikan para ahli mengenai Perubahan Iklim?

Pada tahun 1988, Badan PBB untuk lingkungan (United Nations Enviroment Programme)

dan organisasi meteorologi dunia (World Meteorology Organization) mendirikan sebuah

u

panel antar pemerintah unt k perubahan iklim (Intergovernmental Pan el on Climate

Change/IPCC) yang terdiri atas 300 lebih pakar Perubahan Iklim dari seluruh dunia.



Pada tahun 1990 dan 1992, IPCC menyimpulkan bahwa penggandaan jumlah Gas

Rumah Kaca di atmosfer mengarah pada konsekuensi serius bagi masalah sosial,

ekonomi, dan sistem alam di dunia.



Selain itu, IPCC menyimpulkan bahwa emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari

aktivitas manusia juga memberikan kontribusi pada Gas Rumah Kaca alami dan akan

menyebabkan atmosfer bertambah panas. IPCC memperkirakan penggandaan emisi Gas

Rumah Kaca akan menyebabkan Pemanasan Global sebesar 1,5 –4,5 derajat Celcius.



• Pemanasan Global dan Perubahan Iklim, apakah masih diperdebatkan?

Di dunia ilmu pengetahuan sudah tidak mempertentangkan lagi apakah Perubahan Iklim

adalah masalah serius atau tidak. Kaum ilmuwan lebih menyibukkan diri pada

bagaimana Perubahan Iklim itu terjadi, apa efek yang ditimbulkan, b agaimana

mendeteksikannya, dan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi

dampaknya.



• Bagaimana kita dapat meramalkan Perubahan Iklim sementara kita tidak dapat

meramalkan cuaca ?

Penting untuk di mengerti perbedaan antara iklim dan cuaca.

Iklim

à pola cuaca umum yang terjadi selama bertahun-tahun dalam jangka waktu panjang ,

antara 30-100 tahun. Contoh: iklim tropis, sub-tropis, iklim panas, iklim dingin.

Cuaca

àkondisi harian gejala alam, seperti suhu, curah hujan, tekanan udara dan angin , yang

terjadi dan berubah dalam waktu singkat. Contoh: cerah berawan, hujan badai, dll.



• Apakah El Nino ada hubungannya dengan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim?

El Nino adalah fenomena alami yang telah terjadi sejak berabad-abad yang lalu,

walaupun tidak selalu dengan pola yang sama. Ia merupakan gelombang panas di garis

ekuator Samudera Pasifik. Kini, El Nino muncul setiap 2 – 7 tahun, lebih kuat dan

berkontribusi pada peningkatan temperatur bumi. Dampaknya dapat dirasakan di

seluruh dunia dan menunjukkan bahwa iklim di bumi benar -benar berhubungan. Para

ilmuwan menguji bagaimana Pemanasan Global yang diakibatkan oleh aktivitas manusia

dapat mempengaruhi El Nino: akumulasi Gas Rumah Kaca di atmosfer “membantu”

menyuntikkan panas ke Samudera Pasifik. Oleh karena itu, El Nino muncul lebih sering

dan lebih ganas dari sebelumnya.



• Apakah penipisan lapizan ozon ada hubungan nya dengan Pemanasan Global dan

Perubahan Iklim?

Masalah lingkungan dan kesehatan manusia yang terkait dengan penipisan lapisan ozon

sesungguhnya berbeda dengan resiko yang dihadapi manusia dari akibat Pemansan

Global. Walaupun begitu, kedua fenomena tersebut saling berhubungan. Beberapa

polutan (zat pencemar) memberikan kontribusi yang sama terhadap penipisan lapisan

ozon dan Pemanasan Global.



Penipisan lapisan ozon mengakibatkan masuknya lebih banyak radiasi sinar ultraviolet

(UV) yang berbahaya masuk ke permukaan bumi. Namun, meningkatnya radiasi sinar UV

bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global, melainkan kanker kulit, penyakit

katarak, menurunnya kekebalan tubuh manusia, dan menurunnya hasil panen.





4

Penipisan lapisan ozon terutama disebabkan oleh chlorofluorcarbon (CFC). Saat ini

negara-negara industri sudah tidak memproduksi dan menggunakan CFC lagi. Dan,

dalam waktu dekat, CFC akan benar -benar dihapus di seluruh dunia. Seperti halnya

,

karbondioksida CFC juga merupakan Gas Rumah Kaca dan berpotensi terhadap

Pemanasan Global jauh lebih tinggi dibanding karbondioksida sehingga dampak

akumulasi CFC di atmosfer mempercepat laju Pemanasan Global. CFC akan tetap berada

di atmosfer dalam waktu sangat lama, berabad -abad. Artinya, kontribusi CFC terhadap

penipisan lapisan ozon dan Perubahan Iklim akan berlangsung dalam waktu sangat

lama.



• Apa yang bisa dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk menghentikan

Pemanasan Global?

Working GroupIII—IPCC membuat studi teknologi dan ekonomi secara literatur untuk

menunjukkan kebijakan berorientasi pasar yang dirancang sungguh -sungguh agar dapat

mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sekaligus kebijakan pembiayaan untuk menghadapi

dampak Perubahan Iklim. Studi ini dibuat agar akibat dari Pemanasan Global dan

Perubahan Iklim tetap dapat memberikan manfaat ekonomi, termasuk lebih banyak

sistem energi yang cost-effective, terjadinya inovasi teknologi yang lebih cepat,

mengurangi pengeluaran untuk subsidi yang tidak tepat, dan pasar yang lebih efisien.



Pada intinya negara-negara di dunia berusaha melakukan efisiensi energi dan

memasyarakatkan penggunaan energi yang dapat diperbarui (renewable energy) untuk

mengurangi atau bahkan menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Denmark adalah salah satu negara yang tetap menikmati pertumbuhan ekonomi yang

kuat meskipun harus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca.



Di bawah ini adalah situs-situs web yang dapat dipergunakan sehubungan dengan

masalah pemanasan global dan perubahan iklim:



• www.ipcc.ch

• www.unfccc.int

• www.climateark.org

• www.greenpeaceusa.org/climate

• www.epa.gov/globalwarming

• www.ncdc.noaa.gov/ol/climate/globalwarming.html

• www.climatehotmap.org/

• globalwarming.enviroweb.org/

• www.worldwildlife.org/climate/climate.cfm

• www.panda.org/climate/









5


Shared by: Andre Suit
Other docs by Andre Suit
4_Job Description Field Coordinator A SUWITO
Views: 16  |  Downloads: 0
brochure climate change
Views: 31  |  Downloads: 0
2010_084_Buleleng
Views: 4  |  Downloads: 0
2010_024_Depok
Views: 3  |  Downloads: 0
Brosur konferensi
Views: 10  |  Downloads: 0
Pengelolaan Sampah RT berbasis Masyarakat-Jogja
Views: 269  |  Downloads: 12
indonesia-c4c-offlinepack-final
Views: 109  |  Downloads: 1
Tanya jawab Ttg Perubahan Iklim
Views: 17  |  Downloads: 0
en-climate-change
Views: 3  |  Downloads: 0
greenfactsclimat00ontauoft
Views: 2  |  Downloads: 0
Related docs
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!