Embed
Email

Akselerasi Sinergi antar Instansi Pemerintah dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan

Document Sample
Akselerasi Sinergi antar Instansi Pemerintah dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan
Description

Diklatpim II Angkatan XXXII Kelas A di Gedung Graha Wicaksana Pejompongan, 28 Oktober 2011

Shared by: Dadang Solihin
Categories
Tags
Stats
views:
65
posted:
10/30/2011
language:
Indonesian
pages:
50
dadang-solihin.blogspot.com 2

Nama Dr. Solihin SE

: Dr Dadang Solihin, SE, MA

Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961

Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja

Pembangunan Daerah

Bappenas

Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2

Jakarta 10310

Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248

HP : 0812 932 2202

PIN BB : 277878F0

Email : dadangsol@yahoo.com

Website :

http://dadang-solihin.blogspot.com



dadang-solihin.blogspot.com 3

Materi

M t i

 Akselerasi Sinergi

- Paradigma Governance

- Troika

- Sinergitas Stakeholders

• SPPN sebagai alat untuk Bersinergi.

Pemerintah.

• Sinergi antar Instansi Pemerintah

• Pembangunan Berkeadilan (Inpres

3/2010 tentang Program Pembangunan

yang Berkeadilan).









dadang-solihin.blogspot.com 4

dadang-solihin.blogspot.com 5

dadang-

dadang-solihin.blogspot.com 6

Sinergi

• Kerjasama antara orang atau organisasi

y g y

yang hasil keseluruhannya akan jjauh lebih

besar daripada jumlah hasil yang dicapai

apabila masing-masing bekerja sendiri.









dadang-solihin.blogspot.com 7

Pergeseran Paradigma:

From Government to Governance









Government Governance

 M b ik h k ekslusif b i

Memberikan hak k l if bagi  P l l blik

Persoalan-persoalan publik

negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama

publik, pemerintah, civil society dan

 Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor

disertakan sejauh negara utama.

mengijinkannya

mengijinkannya.

dadang-solihin.blogspot.com 8

Keseimbangan



Peran Tiga Pilar



Pemerintahan Dunia Usaha Masyarakat



Menjalankan dan

M j l k d

menciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksi

politik dan hukum yang

p y g lapangan kerja dan

p g j sosial, ekonomi dan

,

kondusif bagi unsur- pendapatan. politik.

unsur lain.









dadang-solihin.blogspot.com 9

g

Pelaku Pembangunan:

Paradigma Governance

 Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat

yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.

Tenaga Kerja

Kontrol Kontrol







Dunia Usaha

Pemerintah y

Masyarakat

S t

Swasta





Nilai Redistibusi

Pertumbuhan Melalui Pelayanan

Pasar



 Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan

Good.

Good

dadang-solihin.blogspot.com 10

Governance

Model Go ernance

Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga





Tingkat Perusahaan Organisasi LSM

Supranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional









Tingkat P

Perusahaan

h Ormas/LSM

Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional







Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal

Subnasional Lokal Lokal



(Kamarack and Nye Jr., 2002)



dadang-solihin.blogspot.com 11

g

Pelaku Pembangunan: Stakeholders



STATE CITIZENS

Executive

i i di t

organized into:

Judiciary Community-based organizations

g

Legislature Non-governmental organizations

Professional Associations

Public service

Religious groups

Military Women’s groups

Police Media



BUSINESS

Small / medium / large enterprises

Multinational Corporations

Fi i l i tit ti

Financial institutions

Stock exchange





dadang-solihin.blogspot.com 12

Troika









dadang-solihin.blogspot.com 13

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,

Swasta

Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat







Masyarakat,

Bangsa, dan

Negara Masyarakat



VISI

Pemerintah



Good Governance Dunia Usaha









dadang-solihin.blogspot.com 14

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 15

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 16

dadang-solihin.blogspot.com 17

Apa itu SPPN

SPPN adalah

 Satu kesatuan tata cara

perencanaan pembangunan

 Untuk menghasilkan rencana-

rencana pembangunan dalam

panjang,

jangka panjang jangka

menengah, dan tahunan

 g

Yang dilaksanakan oleh unsur

penyelenggara negara dan

masyarakat di tingkat pusat dan

daerah.

daerah





dadang-solihin.blogspot.com 18

j

Tujuan SPPN

1. Mendukung k di

1 M d k i t l k b

koordinasi antar-pelaku pembangunan.



2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi

baik antar-Daerah, antar-ruang, antar-waktu, antar-fungsi

pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah.



3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,

penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.



4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.



5. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara

efisien, e e t , be ead a , da be e a juta

e s e , efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.







dadang-solihin.blogspot.com 19

Proses Perencanaan

Pendekatan Politik:

Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana

pembangunan hasil proses politik (public choice theory of

planning) khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam

planning),

RPJM/D.

Proses Teknokratik:

Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh

lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas

itu

untuk itu.



Partisipatif:

stakeholders,

Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders antara

lain melalui Musrenbang.



Proses top-down dan bottom-up:

Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.



dadang-solihin.blogspot.com 20

Perencanaan:

Persyaratan Dokumen Perencanaan:

SMART

 SPECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi

 MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured

g g )

gets managed”)

 ACHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and

appropriate collection method)

 RELEVANT (information needs of the people who will

use the data)

 TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right

time to influence many manage decision)



dadang-solihin.blogspot.com 21

Syarat Perencanaan

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

H iliki t h i d hit k

1. Tujuan akhir yang dikehendaki.

2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang

mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).

3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.

4. Masalah-masalah yang dihadapi.

5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta

pengalokasiannya.

6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.

7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.

8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan

pelaksanaannya.

dadang-solihin.blogspot.com 22

Fungsi/Manfaat Perencanaan

• Sebagai alat koordinasi

seluruh stakeholders

• Sebagai penuntun arah

• Minimalisasi ketidakpastian

• Minimalisasi inefisiensi

sumberdaya

• Penetapan standar dan

P t t d d

pengawasan kualitas









dadang-solihin.blogspot.com 23

Status Hukum Dokumen Perencanaan

NASIONAL DAERAH

Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan

Rencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan Perda

Jangka Panjang Nasional ( 13 Ayat 1)

(Ps. y ) Jangka Panjang Daerah (Ps. y )

( 13 Ayat 2)

(RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah)

Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDH

Jangka Menengah N i l

J k M h Nasional (Ps. 19 Ayat 1) J k M

Jangka Menengah D

h Daerah

h (Ps. 19 Ayat 3)

(RPJM-Nasional) (RPJM-Daerah)

Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja Peraturan

Lembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Ps. 19 Ayat 2) (Renstra SKPD) (Ps. 19 Ayat 4)

Rencana Kerja Pemerintah Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDH

(RKP) (Ps. 26 Ayat 1) Daerah (RKPD) (Ps. 26 Ayat 2)

Rencana Kerja Peraturan Rencana Kerja Satuan Peraturan

Kementerian / Lembaga Pimpinan KL Kerja Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Renja KL)

( j ) (Ps 21 Ayat 1)

(Ps. (

(Renja SKPD)

j ) Ps

( Ps. 21 Ayat 3)

dadang-solihin.blogspot.com 24

Perencanaan yang Ideal

• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat

dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.

• Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti

pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin

terus menerus kesejahteraan,

adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan

jangan sampai terjadi kemunduran.

• Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan

p p

pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau

sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam

keseluruhan.

keutuhan konsep secara keseluruhan

• Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and

system)

adaptive system).

• Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).



dadang-solihin.blogspot.com 25

dadang-solihin.blogspot.com 26

Instansi Pemerintah

• Instansi Pemerintah adalah semua organisasi milik pemerintah yang

melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan

pemerintahan dan Administrasi Pemerintah baik di pusat maupun di

daerah

• Instansi Pemerintah adalah semua lembaga pemerintah yang

melaksanakan fungsi administrasi pemerintahan di lingkungan

eksekutif baik di pusat maupun daerah temasuk Komisi, Dewan,

p p , ,

Badan yang mendapat dana dari APBN/APBD

• Instansi pemerintah adalah sebutan kolektif meliputi satuan

kerja/satuan organisasi pada Kementerian, Lembaga Pemerintah

Non Kementerian, Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi,

Kabupaten/Kota),

Kabupaten/Kota) Badan Usaha Milik Negara dan Badan Hukum

Milik Daerah, serta Badan Hukum Milik Negara.





dadang-solihin.blogspot.com 27

g

Masalah dalam Sinergi

Instansi Pemerintah

• Koordinasi lemah secara vertikal karena Gubernur, Bupati, serta

Wali Kota tidak lagi ditentukan dari pusat.

• Chain of command untuk mengimplementasi kebijakan kerap

terkendala. Sering terjadi kondisi di mana kepala daerah harus

mendahulukan kepentingan rakyat pemilihnya daripada kepentingan

pemerintah pusat.

• Di daerah instruksi partai akan lebih dikedepankan daripada instruksi

pemerintah pusat. Ini karena apa yang ditafsirkan sebagai amanah,

mandat rakyat, serta janji kampanye bisa berbeda dengan garis

kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat dalam tataran yang

paling konkret.

usaha.

• Salah satu yang terimbas adalah para pelaku usaha Mereka kerap

harus menanggung konsekuensi dari lemahnya koordinasi

antarinstansi pemerintah.

dadang-solihin.blogspot.com 28

g p g

Agenda untuk Memperkuat Sinergi

antar Instansi Pemerintah

• Sinergi antar instansi pemerintah dilakukan dalam seluruh proses

mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi

dalam hal:

– Perencanaan kebijakan.

– Kerangka regulasi.

– Kerangka Penganggaran.

Kerangka k l b

– K k kelembagaan.

– Kerangka pengembangan wilayah.









dadang-solihin.blogspot.com 29

Sinergi Perencanaan Kebijakan

• Sinergi berbagai dokumen perencanaan pembangunan.

• Mengoptimalkan p

g p g g

pelaksanaan Musrenbang baik tingkat ppusat dan

daerah agar dapat menyelaraskan kebijakan antar instansi pusat,

dan pusat-daerah.

• Sinergi dalam penetapan target pembangunan.

• Standarisasi indikator pembangunan yang digunakan oleh K/L dan

SKPD.

SKPD

• Pengembangan database dan sistem informasi pembangunan yang

lengkap dan akurat.

• Sinergi dalam kebijakan perijinan investasi daerah.

• g j pengendalian tingkat inflasi.

Sinergi dalam kebijakan p g g







dadang-solihin.blogspot.com 30

g

Urgensi

Sinergi Perencanaan Kebijakan

• Memperkuat koordinasi antarpelaku pembangunan di pusat dan

daerah.

• Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik

antardaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah

Daerah.

maupun antara Pusat dan Daerah

• Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,

penganggaran, pelaksanaan pengawasan.

penganggaran pelaksanaan, dan pengawasan

• Mengoptimalkan partisipasi masyarakat di semua tingkatan

pemerintahan.

• Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien,

efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.









dadang-solihin.blogspot.com 31

Regulasi

Sinergi Kerangka Reg lasi

• Konsultasi dan koordinasi secara lebih efektif dalam penyusunan

peraturan perundangan.

• Pembentukan forum koordinasi lintas instansi dalam rangka

harmonisasi peraturan perundangan: baik penyusunan peraturan

baru maupun review atas peraturan yang sudah ada.

b i t t d h d

• Fasilitasi proses legislasi guna mengurangi jumlah perda yang

bermasalah.

bermasalah









dadang-solihin.blogspot.com 32

g

Urgensi

Sinergi Kerangka Regulasi

• Untuk mendorong harmonisasi peraturan perundang-undangan baik

dalam bentuk UU, PP, Peraturan Daerah, Perpres, dan Permen

dalam mendukung pelaksanaan program dan kegiatan yang

tercantum dalam RPJMN 2010-2014.

• U t k meningkatkan kesepahaman, kesepakatan dan ketaatan

Untuk i k tk k h k k t d k t t

dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan.









dadang-solihin.blogspot.com 33

1/4

1/4

Sinergi Kerangka Anggaran

Si iK k A

• Dalam rangka meningkatkan efektivitas pemanfaatan DAU langkah

yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah adalah

untuk:

1. Mewujudkan seutuhnya fungsi DAU sebagai block grant belanja

blik d tk

publik pemda menurut kewenangan.

2. Menyusun formulasi DAU secara komprehensif yang mampu

menggambarkan seluruh fungsi daerah dalam menunjang

keutuhan nasional.

p p

3. Memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah dengan g

beban nasional seperti pusat prasarana vital dan strategis, pusat

investasi, kawasan hutan lindung dan wilayah perbatasan yang

b l diakomodasi d l

belum di k k legal.

d i dalam aspek l l





dadang-solihin.blogspot.com 34

2/4

Sinergi Kerangka Anggaran

Si iK k A

• Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan DAK, langkah

yang ditempuh Pusat-Daerah adalah:

1. Sinergi perencanaan DAK antara K/L dan SKPD agar

pengelolaan dan pemanfaatan DAK benar-benar mendorong

peningkatan pelayanan publik di daerah dan mendukung

pencapaian prioritas nasional.

2.

2 Memberi kewenangan kepada Gubernur dalam pelaksanaan

DAK sehingga masuk dalam APBD, serta menjamin efektivitas

program dan kelancaran pelaporan

3. Sinkronisasi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang

dikeluarkan K/L agar sesuai dengan kebutuhan daerah dan

perundang-undangan berlaku.

peraturan perundang undangan yang berlaku







dadang-solihin.blogspot.com 35

3/4

Sinergi Kerangka Anggaran

Si iK k A

• Dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan DBH dan mengurangi

ketimpangan fiskal antara pemerintah pusat dan pemda, langkah

yang ditempuh Pemerintah Pusat bersama pemerintah daerah

dalam lima tahun mendatang adalah:

1 M j i k t b k informasi d d t d i pusat k

1. Menjamin keterbukaan i f i dan data dari d

t kepada

daerah.

2 Mempercepat penyaluran DBH sumber daya alam

2. alam.









dadang-solihin.blogspot.com 36

4/4

Sinergi Kerangka Anggaran

Si iK k A

• Dalam upaya menjamin efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan

Dana Dekonsentrasi untuk mencapai prioritas pembangunan

nasional, memperkuat kapasitas pemerintah daerah, dan

meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di

daerah,

daerah langkah yang ditempuh dalam lima tahun mendatang

adalah:

1. Mempertegas kerangka organisasi dan p

p g g g pelaksana

personil p

pemanfaatan dana dekonsentrasi.

2. Sinkronisasi perencanaan program antara K/L dan SKPD.

3. Penentuan sasaran fungsional program secara bersama.









dadang-solihin.blogspot.com 37

Urgensi

Sinergi Kerangka Anggaran

1.

1 Meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mengurangi

kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah dan antar daerah.

2. Menyelaraskan besaran kebutuhan p

y g

pendanaan di daerah dengan

pembagian urusan pemerintahan.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi

kesenjangan pelayanan publik antardaerah.

4. Meningkatkan daya saing daerah.

5. Mendukung k i

5 M d k b

kesinambungan fi k l nasional d l

fiskal i kerangka

l dalam k k

kebijakan ekonomi makro.

6.

6 Meningkatkan kemampuan daerah dalam menggali potensi

ekonomi daerah.

7. Meningkatkan efisiensi p

g y

pemanfaatan sumber daya nasional.

8. Meningkatkan sinkronisasi antara rencana pembangunan nasional

dengan rencana pembangunan daerah.

dadang-solihin.blogspot.com 38

g g

Sinergi dalam Kerangka

Kelembagaan dan Aparatur Daerah

• Menata dan menyempurnakan pengaturan kewenangan antartingkat

pemerintahan sebagai dasar penetapan kinerja dan alokasi

anggaran dengan penerapan anggaran berbasis kinerja secara

bertanggung jawab.

• Mengendalikan pemekaran daerah dan memantapkan pengelolaan

pengelolaan daerah otonom dengan tetap mengutamakan

harmonisasi kepentingan nasional dan kebutuhan daerah dan

p g

rentang kendali manajemen yang ideal.

• Meningkatkan kapasitas aparatur yang mampu menjembatani

kepentingan nasional dan daerah serta kerjasama antardaerah.









dadang-solihin.blogspot.com 39

g g g

Urgensi Sinergi dalam Kerangka

Kelembagaan dan Aparatur Daerah

• Sinergi Pusat-Daerah dalam bidang pemerintahan diarahkan untuk

memperbaiki tata kelola kelembagaan pemerintahan daerah dan

meningkatkan kapasitas aparatur daerah.









dadang-solihin.blogspot.com 40

g p g

Sinergi dalam Kepegawaian

Pusat dan Daerah

• Menyelaraskan jumlah, kualitas, distribusi dan komposisi PNS

secara nasional, baik dalam satuan unit organisasi maupun antar

instansi, baik antara Pusat dan Daerah maupun antar daerah,

termasuk antara jabatan struktural, jabatan fungsional umum dan

tertentu.

jabatan fungsional tertentu

• Melakukan supervisi dan memfasilitasi pemberian bimbingan teknis

analisis jabatan, menghitung kebutuhan j

j , g g pegawai secara riil

jumlah p g

dan menyempurnakan sistem rekrutmen CPNS dan proyeksi

kebutuhan PNS untuk 5 tahun ke depan bisa diketahui secara

proporsional

• Pemerintah menerapkan prinsip ”penghargaan dan sanksi” (reward

and punishment) dalam upaya menetapkan kebijakan tentang

belanja pegawai PNS agar menjadi lebih proporsional di K/L dan

Pemda.

dadang-solihin.blogspot.com 41

g

Sinergi dalam Kerangka

g 1/2

1/2

Pengembangan Wilayah

1. Sinkronisasi kebijakan dalam penggunaan lahan dan tata ruang

untuk menghindari tumpang tindih kebijakan

2. Memperkuat struktur ruang serta pemanfaatan dan pengendalian

ruang untuk mitigasi bencana alam;

3. Meningkatkan perhatian pemda pada tata ruang

4. Mencegah ego kedaerahan untuk menghindari pembangunan

dan

prasarana d sarana t hit harmonisasi wilayah

tanpa perhitungan h i i il h

pelayanan bersama-sama dengan kabupaten/kota tetangga

5.

5 Meningkatkan pengaturan bersama alih fungsi lahan melalui padu

serasi dan penyelesaian segera aspek pemanfaatan ruang

khususnya dengan sektor kehutanan







dadang-solihin.blogspot.com 42

Sinergi dalam Kerangka

g g 2/2

Pengembangan Wilayah

6. Mempercepat penyusunan peraturan pendukung pelaksanaan

RTRW yang mencakup sistem tataguna lahan dan sistem

transportasi;

7. Mempercepat penyusunan rencana tataruang wilayah provinsi dan

kabupaten/kota;

k b t /k t

8. Membangun kesepakatan dalam penentuan lokasi wilayah-wilayah

(KEK).

cepat tumbuh terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)









dadang-solihin.blogspot.com 43

g g g

Urgensi Sinergi dalam Kerangka

Pengembangan Wilayah

• Untuk mendorong penataan, pemanfaatan dan pengendalian tata

ruang dengan prinsip harmonisasi kepentingan nasional dan

kebutuhan daerah serta keserasian antardaerah









dadang-solihin.blogspot.com 44

dadang-solihin.blogspot.com 45

g

“Aktor” Pemerintah dalam Program

Pembangunan Berkeadilan

1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II;

2. Sekretaris Kabinet;;

3. Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian

Pembangunan;

4. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;

5. Jaksa Agung;

6. Panglima Tentara Nasional Indonesia;

7. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;

8. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian;

9. Para Gubernur;

10 P Bupati/Walikota.

10. Para B ti/W lik t





dadang-solihin.blogspot.com 46

p g

Aspek dalam Pembangunan

yang Berkeadilan



Pro-

Keadilan Rakyat

y

untuk

Semua





PENCAPAIAN

MDGs









dadang-solihin.blogspot.com 47

Pembangunan yang Berkeadilan

P b B k dil

Program Pro Rakyat

1. Program p

g gg g

penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga;g ;

2. Program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan

masyarakat;

3. Program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan

usaha mikro dan kecil;

P Keadilan

Program K dil untuk S (J ti f

t k Semua (Justice for All)

1. Program keadilan bagi perempuan;

2.

2 Program keadilan di bidang ketenagakerjaan;

3. Program keadilan di bidang bantuan hukum;

4 Program keadilan di bidang reformasi hukum dan peradilan;

4.

5. Program keadilan bagi kelompok miskin dan terpinggirkan;

6.

6 Program keadilan bagi anak;

dadang-solihin.blogspot.com 48

Pembangunan yang Berkeadilan

P b B k dil

Program Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium

1. Program p

g p

pemberantasan kemiskinan dan kelaparan; ;

2. Program pencapaian pendidikan dasar untuk semua;

3. Program pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan

perempuan;

4. Program penurunan angka kematian anak;

5. Program kesehatan ibu;

6. Program pengendalian HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular

lainnya;

7. Program penjaminan kelestarian lingkungan hidup;

8 Program pendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan

8.

Milenium.



dadang-solihin.blogspot.com 49

dadang-

dadang-solihin.blogspot.com 50


Related docs
Other docs by Dadang Solihin
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!