Pembentukan ikatan ion

					                                                                Kelas X : Ikatan Kimia |1


                                 Memahami Pembentukan Ikatan Ion


Jejaring Kimia – Ikatan ion mempunyai beberapa pengertian yaitu sebagai berikut:
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non logam
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif/kation dengan ion negative/anion.
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat dari serah terima electron
Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion disebut dengan senyawa ion. Contoh beberapa senyawa
ion adalah NaCl, CaF2, MgCl2, berbagai jenis garam termasuk juga ke dalam senyawa ion.
Ikatan ion terjadi pada unsur-unsur yang mudah melepaskan electron pada kulit terluar (energi
ionsiasi rendah) sehingga membentuk ion positif dan unsur-unsur yang mudah menerima
elektron (afinitas electron tinggi) sehingga mementuk ion negatif.


Mari kita pahami lebih dalam pembentukan ikatan ion berdasarkan pengertian-pengertian di
atas.


Simak beberapa ikatan yang terjadi antara unsur-unsur berikut:
1.   19K   dengan 8O
     Konfigurasi:
     19K   : 2 8 8 1  K+ : 2 8 8 + 1e | melepas 1 elektron
     8O : 2 6   + 2e  O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
     K cenderung melepas 1 elektron membentuk ion K+ sementara O cenderung menerima 2
     elektron membentuk O2-. Untuk membentuk senyawa ion yang netral, maka diperlukan 2 ion
     K+ dan 1 ion O2- (jumlah electron pada kedua ion dibuat sama).
     Reaksi:
     K  K+ + 1e | x 2
     O + 2e  O2- | x 1
     ----------------------- +
     2K  2K+ + 2e
     O + 2e  O2-
     ----------------------- +
     2K + O  2K+ + O2-  K2O
                                                                 Kelas X : Ikatan Kimia |2

2.   20Ca dengan 8O

     Konfigurasi:
     20Ca : 2 8   8 2  Ca2+ : 2 8 8 + 2e | melepas 2 elektron
     8O : 2 6   + 2e  O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
     Reaksi:
     Ca  Ca2+ + 2e
     O + 2e  O2-
     ----------------------- +
     Ca + O  Ca2+ + O2-  CaO


3.   13Al dengan 8O

     Konfigurasi:
     13Al : 2 8 3    Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
     8O : 2 6   + 2e  O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
     Reaksi:
     Al  Al3+ + 3e | x 2
     O + 2e  O2- | x 3
     ----------------------- +
     2Al  2Al3+ + 6e
     3O + 6e  3O2-
     ----------------------- +
     2Al + 3O  2Al3+ + 3O2-  Al2O3


4.   11Na dengan 17Cl

     Konfigurasi:
     11Na : 2 8 1    Na+ : 2 8 + 1e | melepas 1 elektron
     17Cl : 2 8 7 + 1e    Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
     Reaksi:
     Na  Na+ + 1e
     Cl + 1e  Cl-
     ----------------------- +
     Na + Cl  Na+ + Cl-  NaCl
                                                                Kelas X : Ikatan Kimia |3

5.   12Mg dengan 17Cl

     Konfigurasi:
     12Mg : 2 8 2       Mg2+ : 2 8 + 2e | melepas 2 elektron
     17Cl : 2 8 7 + 1e    Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
     Reaksi:
     Mg  Mg2+ + 2e | x 1
     Cl + 1e  Cl- | x 2
     ----------------------- +
     Mg  Mg2+ + 2e
     2Cl + 2e  2Cl-
     ----------------------- +
     Mg + 2Cl  Mg2+ + 2Cl-  MgCl2


6.   13Al dengan 17Cl

     13Al : 2 8 3    Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
     17Cl : 2 8 7 + 1e    Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
     Reaksi:
     Al  Al3+ + 3e | x 1
     Cl + 1e  Cl- | x 3
     ----------------------- +
     Al  Al3+ + 3e
     3Cl + 3e  3Cl-
     ----------------------- +
     Al + 3Cl  Al3+ + 3Cl-  AlCl3


Dapatkah Anda menyederhakan ikatan ion yang terjadi pada contoh di atas?
Jika Anda perhatikan, unsur-unsur yang saling berikatan merupakan unsur yang berada pada
golongan IA (11Na dan 19K), IIA (12Mg dan 20Ca), IIIA (13Al), VIA (8O), dan VIIA (17Cl). Unsur-unsur
yang berada pada golongan IA – IIIA lebih mudah untuk melepaskan elekron terluarnya sehingga
membentuk ion positif, sedangkan unsur-unsur yang berada pada golongan VIA dan VIIA lebih
mudah untuk menerima electron sehingga membentuk ion negative.
                                                               Kelas X : Ikatan Kimia |4

Tabel berikut menyajikan senyawa ion yang dihasilkan jika golongan-golongan di atas saling
bereaksi tanpa melalui prosedur contoh di atas.
Jika:
Golongan IA = A; Golongan IIA = B; Golongan IIIA = C; Golongan VIA = D; dan Golongan VIIA = E;
maka diperoleh senyawa ion berikut.


                  Unsur / Gol           D / VIA                   E / VIIA
                       A / IA             A2D                        AE
                       B / IIA             AD                       AE2
                       C / IIIA           A2D3                      AE3


Apakah ikatan ion hanya terjadi pada ion-ion monoatomik seperti yang dijelaskan pada contoh di
atas?


Ikatan ion tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang mudah melepas dan menerima electron,
tapi juga bisa terjadi pada ion-ion poliatomik. Beberapa contoh ion-ion poliatomik adalah
ammonium NH4+ ; nitrat NO3-; sulfat SO42-; karbonat CO32-; fosfat PO43-, dsb.


Contoh pembentukan ikatan ion antara ion monoatomik dengan ion poliatomik:
1.   K+ dengan NO3-
     K+ | melepas 1e
     NO3- | menerima 1e
     Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
     K+ + NO3-  KNO3


2.   Ca2+ dengan NO3-
     Ca2+ | melepas 2e | x 1
     NO3- | menerima 1e | x 2
     Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
     Ca2+ + 2NO3-  Ca(NO3)2




3.   Na+ dengan SO42-
                                            Kelas X : Ikatan Kimia |5

     Na+ | melepas 1e | x 2
     SO42- | menerima 2e | x1
     Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
     2Na+ + SO42-  Na2SO4


4. Mg2+ dengan CO32-
     Mg2+ | melepas 2e
     CO32- | menerima 2e
     Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
     Mg2+ + CO32-  MgCO3


5.   Li+ dengan PO43-
     Li+ | melepas 1e | x3
     PO43- | menerima 3e | x1
     Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
     3Li+ + PO43-  Li3PO4


© 2011
Rino Safrizal
http://facebook.com/cheloniamydas17
http://jejaringkimia.blogspot.com

				
Rino Safrizal Rino Safrizal SMA BU http://www.jejaringkimia.web.id
About I'm a blogger and chemistry teacher