Iman

Document Sample
Iman Powered By Docstoc
					        MAKALAH
    TENTANG IMAN




            Disusun Oleh:
          HEZEGOVINA
              IDELIA
     INGGRID PASMIWATI PUTRI
          SEPNISAHIRA
          ROVINA PUTRI
          RITA SEPRIANI




AKBID PUTRI BANGSA PARIAMAN
             2011/2012
                                    IMAN


        Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan
menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan
dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).
        Dalam Islam ada 6 Rukun Iman:
    1. Iman Kepada Allah.
    2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah.
    3. Iman kepda Kitab-kitab Allah.
    4. Iman kepada Rasul-rasul Allah.
    5. Iman kepada Hari Kiamat.
    6. Iman kepada Qadha dan Qadar.


Ruang Lingkup Iman
Aqbun bil qlbu        = tanggapan hati
Ikraarun bil lisani   = pernyataan lisan
Antalun bil arkan     = pembuktian dalam perbuatan
Dengan demikian maka ruang lingkup iman meliputi tiga aspek.
        Aktivitas hidup manusia aspek penanggapan, pernyataan, dan pembuktian.
Dari tiga aspek tersebut terbentuk satu pandangan hidup dan dari ketiga aspek
akan membentuk sikap hidup.


1. Iman Kepada Allah
        Adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada
   dengan segala sifat ke-agungan-Nya dan kesempurnaan-Nya, kemudian
   pengakuan itu di ikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal
   perbuatan secara nyata. Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat
   mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar umat manusia beriman
   kepada-Nya, sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur‟an Surat An-Nisa
   ayat 136 yang artinya:
       “wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah
       dan Rasulnya (Muhammad) dan kepada kitab yang diturunkan
      sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-
      NYa, kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya, dan hari kemudian maka sungguh
      orang itu telah tersesat sangat jauh.”
      Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa bila manusia ingkar kepada
  Allah, maka manusia kan mengalami kesesatan yang Nyata.


2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
  Yaitu membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan
  malaikat yang di utus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah.
  Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat
  berikut ini yang artinya:
  “segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat
  sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang
  mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga, empat.” (Q.S. Fatir:7).
  Dalam ajaran agama Islam terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari
  banyak malaikat yang ada di dunia dan akhirat, yang tidak kita ketahui yaitu
  antara lain:
   1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah.
   2. Malaikat Mikail yang bertugas member Rizki pada manusia.
   3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet
      sangkakala di waktu hari kiamat.
   4. Malaikat Izrail yang bertanggung Jawab mencabut nyawa.
   5. Malaikat Mungkar bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan
      pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
   6. Malaikat Nangkir bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan di
      alam kubur bersama malaikat mungkar.
   7. Malaikat Ratib yang memiliki tugas mencatat segala amal baik manusia
      ketika hidup.
   8. Malaikat Atib yang memiliki tugas untuk mencatat segala perbuatan jahat
      manusia ketika hidup.
   9. Malaikat Malik memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
   10. Malaikat Ridwan yang memiliki tugas untuk menjaga pintu surga.
  Sifat-sifat Malaikat
   1. Selalu patuh kepada segala perintah Allah dan selalu tidak melaksanakan
       apa yang dilarang Allah SWT.
   2. Tidak sombong, tidak memiliki nafsu dan selalu bertasbih.
   3. Dapat berubah wujud dan menjelma menjadi apa yang dikehendaki.
   4. Memohon ampunan bagi orang-orang yang beriman.
   5. Ikut bahagia ketika seseorang mendapatkan lailatul qadar.


   Fungsi Iman Kepada Malaikat :
   1. Selalu melakukan perbuatan baik, suci dari najis dan anti melakukan
       perbuatan buruk karena selalu diawasi oleh Allah SWT.
   2. Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga malaikat Ridwan dengan
       bertaqwa dan beriman kepada Allah serta berlomba-lomba mendapati
       Lailatul Qadar.
   3. Meningkatkan keikhlasan, keimanan, kedisiplinan untuk mengikuti sifat
       perbuatan malaikat.
   4. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan.


3. Iman Kepada Kitab-kitab Allah
       Menurut pengertian bahasa, kata kitab artinya, surah kiriman, dan hokum
  (peraturan). Sedangkan kata iman artinya percaya. Dari dua pengertian ini
  secara terminology, iman kepada kitab-kitab Allah dapat diartikan sebagai
  memercayai atau meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-
  Nya kepada para rasul-Nya agar kitab-kitab-Nya itu dijadikan pedoman hidup
  umat manusia agar mereka memperoleh kebahagian di dunia dan di akhirat.


Nama-nama kitab Allah swt. dan Rasul yang menerimanya.
       Di antara kitab-kitab Allah swt. yang wajib kita imani ada empat (4) yaitu:
a. Kitab Taurat
       Kitab Taurat diwahyukan Allah swt. kepada nabi Musa a.s. sebagai
pedoman hidup bagi kaum Bani Israil.
Firman Allah swt:
                            (44: ‫ا) ال مائ دة‬          ‫د‬              ‫لا ا‬    ‫اة‬        ‫ال‬
        Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di
        dalamnya (ada )petunjuk dan cahaya(yang menerangi)”….( Q.S Al-
        Ma‟idah: 44)
        Taurat asli yang berisikan akidah dan hukum-hukum syariat sudah tidak
ada lagi. Yang beredar di kalangan orang-orang Yahudi saat ini bukanlah Taurat
asli, melainkan palsu. Sebab, mereka telah melakukan perubahan-perubahan
isinya (ajarannya). Para ulama pun sepakat bahwa taurat yang murni sudah tidak
ada lagi. Taurat yang beredar saat sekarang lebih tepat dikatakan sebagai karangan
atau tulisan orang-orang Yahudi pada waktu dan masa yang berbeda.
        Allah berfirman:

           (‫…)57 :ءاسنلا‬                   ‫ا‬            ‫ا‬         ‫ا‬                ‫نا‬
        Artinya: “Yaitu orang-orang Yahudi mereka mengubah perkataan dari
        tempat-tempatnya.”(Qs. An-Nisa‟46).


b. Kitab Injil
        Kitab Injil diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Isa a.s. Kitab Injil
yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata yaitu perintah-
perintah Allah SWT agar manusia mengesakannya dan tidak menyekutukan-Nya
dengan suatu apapun, juga menjelaskan bahwa di akhir zaman akan lahir Nabi
yang terakhir.
        Kitab Injil yang beredar sekarang hanyalah hasil pikiran manusia bukan
wahyu Allah . Misalnya Kitab Injil matius, Injil lukas dan Injil Johanes. Antar
Injil tersebut banyak terdapat perbedaan dan bahkan bertentangan. Menurut para
ahi, isi dari kitab Injil adalah biografi Nabi isa a.s. dan keyakinan yang ada di
dalam ajarannya merupakan pikiran paulus, bukan pendapat orang-orang harawi
(pengikut-pengikut nabi isa a.s.) . Ada juga yang dinamakan Injil Bernabas, oleh
para ulama dianggap sesuai dengan ajaran tauhid. Namun Injil jenis ini tidak
dipakai oleh orang-orang Kristen (Nasrani). Dengan demikian, yang wajib
dipercayai oleh umat islam hanyalah Injil yang diturunkan Allah SWT.kepada
nabi isa a.s.
           Firman Allah swt.:

                            (‫…) 64 : ةدئاملا‬                              ‫ا‬
           Artinya: “Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) kitab Injil sedang
           didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)” …(al-Maidah
           46)


c. Kitab Zabur
           Kitab zabur diwahyukan Allah swt. Kepada nabi Daud a.s. Nabi Daud
hanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengikuti syariat Nabi Musa. Maka
pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang zikir, nasehat dan hikmah tidak memuat
syariat.
           Firman Allah swt.:

                                          (‫ا )اء : 55 سءالا‬            ‫دا د‬      ‫ا‬
           Artinya: “Dan kami berikan Zabur kepada Daud a.s“(al-Isra‟ : 55)


d. Kitab al-Quran
           Al-Quran diturunkan Allah swt.kepada Nabi Muhammad saw. Melalui
malaikat Jibril itu tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur, yang waktu
turunnya selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri dari 30 juz, 144 surat, 6666
ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf. Turunnya al-Quran disebut Nuzulul
Quran. Wahyu pertama berupa surat Al-„Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17
Ramadhan tahun 610 m. Di Gua Hira ketika Nabi Muhammad sedang berkhalwat.
Pada saat itu pula Nabi Muhammad saw. dinobatkan sebagai Rasulullah atau
utusan Allah swt. untuk menyampaikan risalahNya kepada seluruh umat.
Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah surat al-Maidah ayat 3, ayat tersebut
turun pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 hijriyah di padang „Arafah ketika beliau
sedang menunaikan haji wada‟ (haji perpisahan), karena beberapa hari sesudah
menerima wahyu tersebut nabi Muhammad saw wafat. Al-Quran diwahyukan
kepada Nabi Muhammad saw. Sebahagian isinya menghapus sebahagian syari‟at
yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan hukum yang
sesuai dengan hukum syariat yang sesuai dengan perkembangan zaman.
       Al-Quran merupakan kitab suci terlengkap dan abadi sepanjang masa ,
berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman, serta pedoman dan
petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia agar tercapai
kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu,sebagai muslim kita tidak perlu
meragukannya sama sekali. Firman Allah:
    (48: )‫… ةدئاملا‬    ‫د ا ال‬      ‫د لما‬         ‫م ا ال‬        ‫ا لا‬     ‫ال‬   ‫ال‬
       Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan
       membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-
       kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab
       yang lain itu…(al-Maidah : 48)
       Firman Allah swt.:

                            (‫ا )2:ه قبلا‬
       Artinya: “Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi
       orang-orang yang bertakwa”.(Qs.al-Baqarah:2)


Isi pokok kandungan al-Quran adalah:
   1. Aqidah atau keimanan
   2. Ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah
   3. Akhlak seorang hamba kepada khaliq, kepada sesama manusia dan alam
       sekitarnya
   4. Mu‟amalah yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia
   5. Wa‟ad dan wa‟id
   6. Kisah kisah nabi dan rasul, orang-orang shaleh dan orang-orang yang inkar
   7. Ilmu pengetahuan.
       Keistimewaan kitab suci al-Quran dibanding dengan kitab-kitab yang
diturunkan sebelumnya adalah sebagai berikut:
a. Al-Quran sebagai kitab suci yang terakhir dan terjamin keasliannya. Al-
    Quran sebagai kitab suci yang terakhir selalu dijaga kemurnian dan
    keasliannya oleh Allah swt. sampai akhir zaman.
       firman Allah swt.:

                            (‫ن )9: جحلا‬                        ‫ا‬
       Artinya: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-Quran dan
       sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”(al-hijr:9)
b. Al-Quran memiliki isi kandungan yang paling lengkap dan sempurna. Isi al-
    Quran mencakup segala aspek kehidupan manusia.
c. Al-Quran tidak dapat ditiru dan dimasuki oleh ide-ide manusia yang ingin
    menyimpangkannya karena Allah swt. yang selalu memeliharanya.
    Allah swt. Berfirman:
       ‫ا‬               ‫ن‬        ‫ن‬     ‫ن‬   ‫اا‬    ‫ا‬   ‫ن‬         ‫ا‬     ‫ا‬      ‫ا‬
                                                                   (88: ‫س اء‬   ‫)ا‬
    Artinya: “Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk
    membuat yang serupa al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat
    membuat yang serupa dengan dia. Sekalipun sebahagian mereka menjadi
    pembantu bagi sebahagian yang lainnya.”( Qs.al-Isra‟88)
d. Al-quran isinya sesuai dengan perkembangan zaman, berlaku sepanjang masa
    dan untuk seluruh umat manusia.
e. Membaca dan mempelajari isi al-Quran adalah ibadah. Masih banyak
    keistimewaan al-Quran dibanding dengan kitab-kitab sebelumnya.
       Oleh karena itu, sebagai kitab suci umat Islam, kita harus berusaha
mempelajari dan mengkaji al-Quran dengan sungguh-sungguh, insya Allah akan
diperoleh berbagai keuntungan untuk hidup di dunia dan di akhirat. Karena
dengan hanya membaca saja sudah merupakan ibadah kepada Allah apalagi jika
kita dapat memahami dan mengamalkannya.
       Sabda Rasulullah saw.:

   ‫ء‬       ‫ا‬                          ‫ا‬                   ‫ن‬       ‫ة ا‬
( ‫) هجام نبا ها‬
       Artinya: “atas engkau membaca al-Quran adalah cahaya bagimu dibumi
       dan simpananmu dilangit.”(HR. Ibn Majah)
Sikap perilaku orang beriman kepada kitab-kitab Allah SWT antara lain :
   1. Mengakui dan menghormati kedudukan kitab-kitab Allah sebelum Al-
       Qur‟an, yang dijadikan pedoman hidup oleh umat – umat pada periode
       sebelum turunya Al-Qur‟an.
   2. Meyakini dan meyakini bahwa kitab suci Al-Qur‟an merupakan kitab yag
         paling utama dan paling akhir diturunkan.
   3. Meyakini dan mengakui bahwa Al-Quran itu merupakan pedoman hidup,
         bukan hanya untuk bangsa arab, tetapi untuk seluruh umat manusia sampai
         akhir zaman.
   4. Menjalani hidup hanya untuk beribadah (menyembah) Allah. Sebagaimana
         Al-Qur‟an menegaskan bahwa tujuan diciptakannya manusia ialah untuk
         beribadah.


4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
         Iman kepada rasul Allah berarti memercayai bahwa rasul Allah adalah
orang yang di utus dan ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan ajaran Allah
(wahyu) yang diterimanya, kepada umatnya agar dijadikan sebagai pedoman
hidup.
         Hukum beriman kepada rasul, bahwa para rasul merupakan utusan-utusan
Allah SWT ygang ditugaskan untuk menyampaikan risalah (wahyu atau ajaran
Allah) yang diterima kepada umatnya agar dijadikan pedoman hidup adalah
fardu’ain.
         Tanda-tanda beriman kepada rasul ada yang berupa sikap mental, yakni
pikiran dan perasaan serta adapula yang berupa sikap lahir, yaitu ungkapan secara
lisan dan tulisan serta perbuatan.
   1. Mempercayai sepenuhnya hati bahwa para rasul atau nabi adalah manusia
         - manusia pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan wahyu –
         wahyu-Nya atau ajaran-ajaran-Nya kepada umat manusia agar dijadikan
         pedoman hidup.
   2. Mempercayai sepenuh hati bahwa rasul atau nabi itu, wajib memiliki sifat–
         sifat mulia dan mustalih memiliki sifat – sifat tercela.
            Sidiq yang artinya benar atau jujur.
            Amanah yang artinya jujur atau dapat dipercaya.
            Tablig artinya menyampaikan.
            Fatanah artinya cerdik cendekia.
    3. Mempercayai bahwa di antara para nabi dan rasul itu ada lima orang
          termasuk “ ulul azmi”. Ulul azmi adalah nabi dan rasul yang terkenal
          memiliki kesabaran dan ketahanan yang luar biasa, dalam menghadapi
          berbagai      penderitaan   dan   gangguan   selama   melaksanakan   tugas
          risalahnya.
    4. Mempercayai sepenuh hati bahwa nabi Muhammad SAW adalah penutup
          seluruh nabi dan rasul dan bertugas menyempurnakan agama samawai
          (agama yang bersumber dari Allah)yang telah disampaikan oleh para rasul
          sebelumnya.


          Contoh –contoh perilaku beriman kepada rasul - rasul Allah SWT, antara
lain :
    1. Menaati risalah (ajaaran Allah SWT yang disampaikan rasul-Nya).
    2. Melaksanakan seruan rasulullah untuk beribadah hanya kepada Allah
          SWT, dan menjauhkan diri dari segala sikap serta perilaku syrik.
    3. Beperilaku giat dan rajin bekerja mencari rezki yang halal.
    4. Orang– orang yang beriman kepada Allah SWT akan selalu menggingat,
          memahami, dan berperilaku sesuai dengan hadis.
    5. Melakukan usaha –usaha agar kualitas hidupnya meningkat kedaratan
          yang lebih tinggi.


5. Iman kepada Hari kiamat
          Paham bahwa setiap perbuatan aka nada pembalasan. Ada dua kelompok
bagian hari kiamat, yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra:
   a. Kiamat Sugra (kiamat kecil)
         Adalah kematian yang di alami seseorang setiap yang bernyawa akan
         mengalami mati.
    Firman Allah SWT dalam Al-Quran (Q.S. Ali Imran 185):




    Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya
              pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
              dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka
              sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain
              hanyalah kesenangan yang memperdayakan.


  b. Kiamat Kubra (kiamat besar)
    Yaitu kehancuran alam semesta yang segala isinya. Rusaknya alam dimulai
    dengan guncangan yang sangat dasyat, tidak seperti yang dialami ketika
    terjadi gempa bumi.
    Firman Allah SWT dalam Al-Quran (Q.S. Al-Zalzalah 1-2).
    Datangnya kiamat dapat diketahui dari tanda-tandanya yaitu sebagai berikut:
          1. Perbuatan maksiat semakin meraja lela.
          2. Orang-orang beriman semakin sedikit jumlahnya.
          3. Kekacauannya dan kejahatan semakin meningkat.
          4. Timbulnya kejadian yang menganjil seperti keluarnya yakjuj &
             makjuj, dajal, matahari terbit disebelah barat.


6. Iman Kepada Qadha dan Qadar
  1. Pengertian Qadha.
      Menurut istilah islam yang dimaksud Qadha artinya memutuskan atau
  menetapkan. Adapun secara istilah (terminologi) qadha artinya ketetapan Allah
  kepada setiap makhluk-Nya yang bersifat azali. Artinya ketetapan sudah ada
  sebelum keberadaan atau kelahiran makhluk. Ketetapan Allah tersebut meliputi
  segala hal yang berhubungan atau keliran makhluknya.
     Manusia diciptakan Allah sebagai mahluk yang paling sempurana
bentuknya. Selain itu diberi potensi akal dan nafsu. Dengan bekal akal dan
nafsu manuisa memiliki tugas menjadi khalifah (wakil) Allah di muka bumi
sebagai tugas pengabdian (ibadah) kepada – Nya. Firman Allah dalam surat
at – tin :




     Artinya : sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
              yang sebaik-baiknya.


2. Pengertian Qadar.
     Qadar dari segi bahasa berasal dari kata qadara yang artinya memutuskan
suatu perkataan (hal). Adapun secara istilah Qadar adalah keputusan Allah
yang terjadi kepada diri seseorang berdasarkan tetapan dan usaha serta doa
yang dilakukan orang tersebut. Seseorang dapat berubah apabila ia mau
berusaha dengan giat dan memohon (berdoa) dengan khusuk serta Allah
mengabulkan usaha dan doanya. Firman Allah dam surat ar – Ra‟du :
                                       ‫لا ال‬     ‫م ا‬         ‫ا‬      ‫ا‬
     Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum
             sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri ".
     Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa beriman kepada Qadha dan
Qadar allah adalah meyakini bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu
bagi seseorang, tetapi Allah berkuasa mengubah ketetapanNya apabila orang
tersebut berusaha dengan sungguh sungguh dan berdoa dengan khusyuk.
     Qadha dan Qatar Allah sifatnya gaib, artinya manusia atau seseorang tidak
dapat melihat atau mengetahui segala sesuatu (seperti : maut, jodah, nasib dan
lain lain)
     Ciri orang beriman kepada Qadha dan Qadar Allah
1. Selalu optimis dalam menghadapi berbagai cobaan hidup dan tidak mudah
     putus asa jika mengalami kegagalan.
2. Tidak sombong ketika memperoleh keberhasilan atau kebahagian.
3. Selalu mensyukuri karunia Allah atas nikmat yang telah diterimanya.
   4. Selalu sabar dan tawakal terhadap berbagai keadaan yang menimpa
       dirinya.
   5. Senantiasa berdoa memohon petunjuk dan pertolongan-Nya.
   6. Hidup merasa tenang dan tentram karena ia yakin bahwa setiap peristiwa
       yg di alaminya merupakan ketentuan Allah SWT.
   7. Senantiasa berpikir maju dan dinamis dalam mempersiapkan kehudupan
       baik di dunia atau di akhirat.
   8. Iman dan takwanya kepada Allah SWT semakin kuat
       Hubungan antara qadha dan qadar Allah, yaitu qadha dan qadar memiliki
hubungan yang saling melengkapi yaitu jika qadha lebih mengambarkan aspek
perncanaan dan penentuan atas pencipta terhadap segala sesuatu, contohnya
terciptanya langit dan bumi dengan semua isinya, terciptanya manusia dengan
semua ketentuannya, seperti rizki, jodoh, umur dan nasib yang akan menimpa
dirinya. Sedangkan qadar adalah batas atau ukuran serta hukum – hukum yang
harus ada pada setiap pencipta yang direncanakan itu, contohnya manusia
diberikan akal oleh Allah SWT. Untuk berpikir, apabila sesorang pelajar rajin dan
bersungguh – sungguh belajar serta tidak lupa diiringi dengan doa maka ia akan
menjadi pintar.


Daftar Pustaka


Fauzi, Moh. A.G. 2006. Pendidikan Agama Islam, Untuk Kelas IX Sekolah
        Menengah Pertama. Jakarta: Grafindo Media Pratama

Syamsuri. 2007. Pendidikan Agama Islam untuk SMA Kelas XI 2. Jakarta:
       Penerbit Erlangga.

http://blog.re.or.id/iman-&-nilai-dalam-kehidupan.html/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:254
posted:10/28/2011
language:Indonesian
pages:13