Embed
Email

Kanker Thyroid

Document Sample
Kanker Thyroid
Description

Kanker Thyroid

Shared by: Yoga Dainis Awuy
Stats
views:
173
posted:
10/28/2011
language:
Indonesian
pages:
5
Ca Thyroid

Pendahuluan

Kanker Thyroid menempati urutan ke-9 dari sepuluh keganasan yang tersering. Lebih

banyak pada wanita dengan distribusi sekitar antara 2:1 sampai 3:1. insidennya berkisar

antara 5,4 – 30 %. Berdasarkan jenis histopatolologi. Sebarannya adalah kanker Thyroid

jenis papilar (71,4 %), kanker Thyroid jenis folikuler (16,7 %), kanker Thyroid jenis anaplastik

(8,4%) dan kanker Thyroid jenis meduler (1,4%). Berdasarkan usi kanker thyroid jenis papiler

biasanya pada pasien yang berusia kurang dari 40 tahun,berbeda dengan kanker thyroid

folikuler yang banyak pada usia diatas 40 tahun. Sedangkan kanker jenis meduler sering

ditemukan pada usia tua (50-60 tahun).





Etiologi

Etiologi yang pasti belum diketahui. Yang berperan khususnya well differentiated carcinoma

(papilar dan folikuler) adalah radiasi dan goiter endemis dan untuk jeni meduler adalah factor

genetic. Belum diketahui suatu karsinogen yang berperan untuk kanker anaplastik dan

meduler. Diperkirakan kanker thyroid anaplastik berasal dari perubahan kanker thyoid

berdifferensiasi baik (papiler dan folikuler) dengan kemungkinan jenis folikuler dua kali lebih

besar. Sedangkan limfoma pada tiroid diperkirakan karena perubahan perubahan

degenerasi ganas dari tiroiditis hashimoto.





Manifestasi Klinik

Gejala karsinoma Thyroid adalah sebagai berikut:

1. kista bisa cepat membesar, nodul jinak perlahan, sedang nodul ganas agak cepat dan

nodul anaplastik cepat sekali (dihitung dalam minggu), tanpa nyeri.

2. terdapat factor factor risiko yaitu

 masa kanak kanak pernah mendapat terapi sinar di daerah leher atau sekitarnya

 anggota keluarga lainnya menderita kelainan kelenjar gondok (endemis)

 tetangga atau penduduk sekanpung ada yang menderita kelainan kelenjar

gondok

3. merasakan adanya gangguan mekanik di daerah leher seperti gangguan menelan yang

menunjukkan adanya desakan esophagus atau perasaan sesak yang menunjukkan

adanya desakan/infiltrasi ke trakea

4. pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher (mungkin metastasis)

5. penonjolan/kelainan pada tulang tempurung kepala (metastasis di kepala)

6. perasaan sesak dan batuk batuk yang disertai dahak berdarah (metastasis di paru paru

bagi jenis folikuler)





1

Dari pemeriksaan fisis didapatkan:

1. pemeriksaan Thyroid. Nodul soliter pada thyroid kemungkinan ganasnya 15-20%,

sedang nodul multiple mempunyai kemungkinan 5%. Kadang kadang nodul soliter yang

ganas lama lama dapat berubah menjadi bernodul nodul. Pembesaran difus mungkin

merupakan suatu tirotoksikosis

2. Pemerikaan pada tempat tempat kemungkinan terdapatnya penyebaran tumor

(pembesaran kelenjar getah bening, dan organ organ). Metastase jauh karsinoma thyroid

ialah paru paru, tulang (pelvis, vertebra, sternym, tengkorak dan humerus), hati, ginjal

dan otak. Bagian tulang yang terkena adalah yang spongiosa dan kaya vaskularisasi.





Klasifikasi

Klasifikasi histopatologi karsinoma thyroid epithelial adalah

1. Adenokarsinoma berdifferensiasi baik, terdiri atas:

 Papiler

 Folikuler

 Campuran papiler dan folikuler

2. Adenikarsinoma berdiferensiasi buruk, terdiri atas:

 Karsinoma sel kecil

 Karsinoma sel besar

 Karsinoma sel spindel

3. Karsinoma meduler

4. Karsinoma sel skuamosa

Sedangkan klasifikasi histopatologi karsinoma thyroid non epithelial adalah limfoma,

sarcoma, metastatik tumor, teratoma malignan dan tomur yang tidak dapat diklasifikasikan.





Stadium kanker

Stadium kanker ini tidaksaja berdasarkan histopatologi, ekstensi lokal, regional dan

metastase jauh, tetapi juga pada umur dan jenis kelamin. Klasifikasi TNM adalah sebagai

berikut:

Tipe dan stadium 45 tahun

Papiler

 Stadium I Setiap T, setiap N, M0 Setiap T, N0, M0, T1, N1, M0

 Stadium II Setiap T, setiap N, M1 T2-4, N1, M0

 Stadium III

 Stadium IV Setiap T, setiap N, M0









2

Tipe dan stadium 45 tahun

Folikuler

 Stadium I Setiap T, setiap N, M0 T1, N0, M0

 Stadium II Setiap T, setiap N, M1 T2-4, N0, M0

 Stadium III - Setiap T, N1, M0

 Stadium IV - Setiap T, setiap N, M0

Meduler

 Stadium I - T1, N0, M0

 Stadium II setiap T, setiap N, M0 T2-4, N0, M0

 Stadium III - Setiap T, N1, M0

 Stadium IV setiap T, setiap N, M1 Setiap T, setiap N, M1

Tdk dapat dikalsifikasikn

 Stadium I - -

 Stadium II - -

 Stadium III - -

 Stadium IV setiap T, setiap N, etiap M setiap T, setiap N, setiap M





Catatan :

Tx : tumor tidak dapat ditentukan

T0 : Tidak ada tumor

T1 : tumor berdiameter terpanjang 3 cm

T3 : fikus intraglanduler multiple

T4 : tumor primer terfiksasi





Metastase Kanker

Nodul tanpa nyeri pada tiroi atau pada leher biasanya merupakan tanda awal adanya

penyakit. Keterlibatan limfonodi servikal sering timbul pada awal diagnosis. Setiap

pembesaran limfonodi servikalis yang tidak terjelaskan memerlukan pemeriksaan tiroid, yang

kadang kadang menderita tumor primer yang sangat kecil untuk diraba, diagnosisnya

didasarkan pada hasil biopsy limfonodi. Paru paru merupakan tempat metastase yang paling

lazim di luar leher. Mungkin tidakada menifestasi klinis yang dapat diacu padanya, secara

rontgenografis, tumor ini tampak sebagai infiltrasi nodular atau milies difus, terutama bagian

basal. Tumor ini mungkin terkelirukan dengan TBC, histoplasmosis atau sarkoidosis. Tempat

tempat matastasis lain meliputi mediatinum, tulang panjang, tulang tengkorak dan aksilla.









3

Diagnosis

Secara klinis ditegakkan diagnosis struma nodusa dengan persangkaan jinak atau ganas.

Diagnosis yang diperoleh dapat berupa :

1. kelainan yang bukan neoplasma

2. neoplasma jinak

3. neoplasma ganas. Bila diagnosisnya suatu proses keganasan tiroid maka harus

dinilai apakah masih operable ataukah sudah inoperable.

Diagnosis pasti dengan histopatologi. Sediaan dapat diperoleh denganpemerisaan potong

beku atau pemeriksaan dengan paraffin coupe (gold standar).





Pemeriksaan Penunjang

Langkah pertama yang dianjurkan adalah menetukan status fungsi tiroid dengan memeriksa

TSH (sensitive) dan T4 bebas. Pada keganasan thyroid umumnya fungsi thyroid normal.

Tetap abnormalitas fungsi thyroid tidak dapat dengan sendirinya menghilangkan

kemungkinan keganasan.

1. Pemeriksaan laboratorium tidk ada yang spesifik, kecuali pemeriksaan kadar

kalsitonin untuk pasien yang dicurigai karsinoma meduler. Pengukuran kadar human

Thyroglobulin, suatu pertanda tumor untuk keganasan tiroid yang berdiferensiasi baik

terutama untuk monitoring setelah terapi pembedahan total tiroidektomi.

2. Pemeriksaan ultrasonografi untuk menentukan apakah nodul padat atau kistik dan

sebagai penuntun pada biopsy jarum halu. Nodul padat cenderung ganas.

3. Pemeriksaan sisdik thyroid, dapat dilakukan jika terdapat fasilitas kedokteran muklir.

Bila nodul menangkap yodium sedikit dari jaringan thyroid yang normal disebut nodul

dingin. Bila sama afinitasnya disebut nodul hangat. Karsinoma thyroid sebagian

besar nodul dingin.

4. Biopsi jarum dapat dilakukan dengan cara needle core biopsy atau biopsy jarum

halus. Hasil ketepatan diagnostiknya masih diperdebatkan.

5. Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk mencari metastasis. Dilakukan foto paru

posterioanterior, foto polos jaringan lunak leher antero-posterior dan lateral dengan

posisi leher hiperekstensi bila tumornya besar, esofagogram bila secara klinis

terdapat tanda tanda adanya infiltrasi ke esophagus dan foto tulang bila ada tanda

tanda metastasis ke tulang.





Penatalaksanaan

1. Pembedahan

Bila diagnosis kemungkinan telah ditegakkan dan operable, operasi yang dilakukan

adalah lobektomi sisi yang patologik atau lobektomi subtotal dengan risiko bila ganas



4

kemungkinan ada sel sel karsinoma yang tertinggal. Pembedahan umumnya berupa

tiroidektomi total. Komplikasi dari operasi antara lain terputusnya nervus laringeus

rekurens dan cabang eksterna dari nervus laringeus superior, hipotiroidisme dan ruptur

esophagus. Setelah pembedahan, hormon tiroid diberikan dengan dosis supresif untuk

menurunkan kadar TSH hingga tercapai keadaan eutiroid

2. Radiasi

Bila tumor sudah inoperable atau pasien menolak operasi lagi untuk lobis kontralateral,

dilakukan:

a. Radiasi interna dengan I131. hanya tumor tumor berdiferensiasi baik yang

mempunyai afinitas terhadap I131 terutama yang folikuler. Radiasi interna juga

diberikan pada tumor tumor yang telah bermetastasis atau terdapat sisa tumor

b. Radiasi eksterna, memberikan hasil yang cukup baik untuk tumor tumor inoperable

atau anplastik yang tidak berafinitas terhadap I131. [pemberian eksterna terapi

radiasi menghadapi risiko untukmengalami mukositis, kekeringan mulut, disfagia,

kemerahan mulut, anoreksia, kelelahan.





Prognosis

Prognosis pasien dengan kanker thyroid berdiferensiasi baik tergantung pada umur, adanya

ekstensi, adanya lesi metastasis, diameter tumor dan jenis histopatologi.









5


Related docs
Other docs by Yoga Dainis Aw...
Penyakit AIDS
Views: 40  |  Downloads: 0
Kanker Kulit
Views: 61  |  Downloads: 1
add
Views: 40  |  Downloads: 0
Vakum Ekstraksi
Views: 666  |  Downloads: 37
Mioma Uteri
Views: 286  |  Downloads: 1
Distosia Bahu
Views: 354  |  Downloads: 2
KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTUNYA
Views: 180  |  Downloads: 0
Presentasi muka
Views: 209  |  Downloads: 0
Evolusi dan Kinerja Komputer
Views: 51  |  Downloads: 0
Kanker Thyroid
Views: 172  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!