Docstoc

ThroubleshootingMonitor

Document Sample
ThroubleshootingMonitor Powered By Docstoc
					                               PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
       Monitor adalah sebuah piranti yang bentuknya mirip televisi, dan
menyajikan gambar yang dapat dilihat oleh pengguna komputer. Monitor
termasuk piranti output yang berfungsi memperagakan data atau proses yang
terjadi di dalam CPU (Central Processing Unit) secara visual. Proses yang
terjadi di dalam CPU di konversikan oleh suatu adapter video/ video board dari
data berbentuk digital menjadi sinyal yang akan disalurkan melalui kabel
penghubung ke monitor.
       Pada zaman era globalisasi seperti saat ini, maka tidak dapat dipungkiri
bahwa semakin banyak orang yang tidak bisa lepas dari pemakaian alat-alat
elektronika, seperti halnya komputer. Pada saat ini, hampir setiap kegiatan
manusia membutuhkan komputer, mulai dari hal yang terkecil sampai hal-hal
yang besar. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka komputerpun ikut
berkembang dengan cepat.
       Ketika orang semakin tergantung pada komputer, maka kenyamanan
dalam pemakaian komputer ikut juga diperhitungkan. Sebagai mana pada waktu
komputer baru pertama muncul, maka orang sudah merasa cukup dengan
tampilan komputer yang sangat sederhana walaupun tampilannya hanya dua
warna. Saat ini orang tidak akan cukup hanya menggunakan komputer selama
satu atau dua jam saja, bahkan sekarang semakin banyak orang yang bekerja
dengan computer selama sehari penuh. Agar orang merasa nyaman ketika
bekerja dengan komputer, maka diperlukan monitor yang dapat mendukung
kenyamanan orang saat bekerja dengan komputer. Untuk itu maka diperlukan
spesifikasi monitor yang tinggi.
       Monitor saat ini sudah berkembang dengan pesat. Dari pendahulunya
Monitor CRT yang Layar Cembung, Layar Datar, Layar LCD hingga yang
terakhir muncul adalah layar Plasma.
       Manusia    kini   semakin   dimanjakan   dengan    kenyamanan     ketika
mengoperasikan perangkat komputer.




                                                                              1
1.2 Tujuan
      Walaupun monitor sudah semakin berkembang, namun masih jarang
sekali teknisi monitor yang ada saat ini. Ketika ada seorang teknisi komputer
yang mampu mengatasi segala kerusakan perangkat komputer, maka belum
tentu dia akan mampu untuk memperbaiki monitor.
      Oleh karena itu, maka dalam tugas akhir yang saya buat ini, saya akan
membahas sedikit tentang monitor beserta analisa kerusakannya. Dalam
penulisan ini nantinya saya berharap dapat memberikan nilai tambah atau
masukan kepada penulis, pembaca serta khususnya peserta program Teknisi
Komputer dan Jaringan yang ada di Magistra Utama.
      Tugas akhir ini saya buat untuk melengkapi persyaratan mengikuti ujian
akhir dari Magistra Utama, serta sebagai syarat untuk bisa mengikuti kegiatan
pekan magang yang akan dilaksanakan pada bulan Mei dan April tahun 2008.




                                                                            2
               SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MONITOR


2.1 Sejarah Monitor
        Pada generasi awal, komputer belum menggunakan monitor khusus
seperti saat ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV keluarga sebagai
layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi
masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan
40 karakter secara horisontal pada layar.
        Monitor khusus untuk komputer pertama kali dikeluarkan oleh IBM PC,
yang pada awalnya memiliki resolusi 80 X 25 dengan kemampuan warna “Green
Monochrome”. Monitor ini sudah mampu menampilkan hasil yang lebih terang,
jelas dan lebih stabil.
        Pada    generasi   berikutnya,      muncul   monitor   Mono   Graphics
(MGA/MDA) yang memiliki resolusi 720x350. Selanjutnya di awal tahun 1980-
an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160x200 sampai
640x200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna.
        Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640x350.
Monitor jenis ini cukup stabil, sampai berikutnya muncul generasi komputer
Windows.
        Semua jenis monitor ini menggunakan Digital Video - TTL Signals
dengan discrete number yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas
cahaya. Antara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna
tergantung standard grafik yang dimiliki.
        Selanjutnya, dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan
grafis dari sebuah Personal Komputer menjadi nyata. VGA dan generasi-
generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan
standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan
Continuous Voltage dan Continuous Range pada pewarnaan. Secara prinsip, analog
monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas yang tinggi.
        Generasi monitor terbaru adalah teknologi LCD yang tidak lagi
menggunakan tabung elektron CRT tetapi menggunakan sejenis Cristal Liquid
yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan




                                                                             3
nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi
yang tinggi.


2.2 Jenis-Jenis Monitor
A. Jenis Monitor Menurut Adapter Card, Resolusi Warna, Dan Jumlah Pin


  Tipe Monitor       Adapter Card    Resolusi     Jumlah         Jumlah Pin
                                                  warna
  Monochrome         MDA, EGA        80 x 25      2              9
  (digital)          Hercules
  CGA(digital dan    CGA, EGA        640 x 480    16/2           9
  analog)
  EGA(digital dan    XGA, CGA,       640 x 480    16/2           9
  analog)            EGA                          16
  VGA (analog)       VGA             800 x 600    256            15
  SVGA               VGA             1024 x 768   16 Juta        15


Keterangan:
MDA = Monochrome Display Adapter
EGA = Enhanced Graphics Adapter
VGA = Video Graphic Array
CGA = Colour Graphic Adapter
XGA = X-Graphic Adapter
SVGA = Super Video Graphic Array




                                                                           4
B. Jenis Monitor Berdasar Layar Yang di Gunakan
1. Cathode Ray Tube
       Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar
katoda. Teknologi ini memunculkan tampilan pada monitor dengan cara
memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat
untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap.




                                  Gbr. Monitor CRT


       Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dengan kedua
teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik
untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup
besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.




                                                                                5
2. Liquid Crystal Display
       Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi
menggunakan sejenis Cristal Liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini
menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan
layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan
dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut
menggunakan energi yang lebih kecil dan banyak digunakan pada komputer-
komputer portabel.




                                 Gbr. Monitor LCD


       Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya Brightness Ratio
yang telah menyentuh angka 350:1. Brigtness Ratio merupakan perbandingan
antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
       Liquid Crystal Display menggunakan Cristal Liquid yang dapat
berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti
cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal (ditemukan oleh pakar
Botani Austria – Rjeinitzer tahun 1888). Dengan menyorotkan sinar melalui
kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik
sehingga dapat membentuk panel-panel datar.
Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:
      Polaroid belakang
      Elektroda belakang
      Plat kaca belakang
      Kristal cair
      Plat kaca depan




                                                                             6
       Elektroda depan
       Polaroid depan
        Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan
listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu
polarisasi.
        Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika
dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih
dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai
resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan
agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tetapi akhir-akhir ini
kelemahan tersebut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.


3. Plasma Gas
        Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan
teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai
LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.




                                 Gbr. Monitor Plasma


        Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT,
tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di
belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor
CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD. Teknologi
plasma gas ini sering bisa kita jumpai pada saat pertunjukan-pertunjukan musik
atau pertandingan-pertandingan olahraga yang spektakuler. Di sana terdapat
layar monitor raksasa yang dipasang pada sudut-sudut arena tertentu. Itulah
monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.



                                                                              7
C. Jenis Monitor Berdasar Sinyal Input
1. Monitor Digital
        Monitor jenis ini menggunakan sinyal digital dalam proses pengiriman
data dari Video Card (suatu perangkat pada komputer) ke monitor. Jadi hanya ada
dua status, yaitu 1 (high) untuk lampu menyala dan status 0 (low) untuk lampu
mati.
        Beberapa jenis monitor yang dapat di masukkan kedalam jenis monitor
digital ini antara lain: Monitor Monochrom (MDA = Monochrom Digital
Display), CGA ( Color Graphic Adapter) dan EGA (Enhanced Graphic Adapter).


2. Monitor Analog
        Monitor jenis ini menggunakan sinyal jenis analog dalam proses
pengiriman datanya. Adapun yang dimaksud sinyal analog adalah sinyal atau
pun isyarat yang berisi nilai maksimum dan minimum. Jika dalam sinyal digital
dikenal hanya ada dua status (high dan low), maka pada sinyal analog ada
keadaan antara status yang terdapat pada sinyal digital. Beberapa monitor yang
dikelompokkan sebagai monitor analog adalah Monitor VGA (Video Graphic
Adapter).


3. Monitor Multi Scanning
        Merupakan perpaduan antara monitor analog dan digital, yang dapat
menerima dua jenis bentuk sinyal atau isyarat. Jadi monitor yang dapat
menerima dua sinyal yakni sinyal digital dan sinyal analog ini dapat dipasangkan
dengan berbagai macam video card. Diantara monitor jenis ini adalah monitor
modus super VGA.




                                                                               8
2.3. Karakteristik Monitor
A. Resolusi
       Resolusi merupakan jumlah piksel yang dapat digambarkan oleh kartu
grafis pada monitor. Pixel adalah elemen terkecil untuk menyatakan suatu image
atau gambar. Semakin besar resolusi monitor, maka akan semakin bagus pula
kualitasnya. Gambar akan semakin jelas dan halus. Ukuran umum untuk resolusi
monitor yang banyak beredar sekarang adalah 1024x768, meski sudah banyak
pula yang memiliki resolusi di atasnya.
Berikut di bawah ini adalah tabel ukuran dan resolusi monitor.
 Ukuran Monitor          Resolusi

 14-inch                 640x480

 15-inch                 800x600

 17-inch                 1024x768

 21-inch                 1280x1024


B. Refresh Rate
       Refresh Rate merupakan kemampuan maksimal yang dilakukan monitor
untuk menampilkan frame dalam satu detik. Hal ini akan berakibat kenyamanan
pada mata kita yang menggunakannya, karena monitor yang memiliki Refresh
Rate kecil akan membuat monitor seperti bergerak dan tidak stabil.


C. Horizontal Scan Rate
       Horizontal Scan Rate adalah frekuensi dimana elektron melakukan
pergerakan pada layar. Bagian ini akan mendukung penampilan monitor dengan
resolusi tinggi. Akan terjadi kegagalan jika batas kecepatan scan rate melewati
tingkat tekanan komponen di dalam sistem defleksi tingkat tinggi.




                                                                              9
D. Color or Monochrome
       Monitor warna (Color Monitor) memiliki tabung katoda dengan tiga
penembak elektron yang masing-masing berhubungan dengan satu warna utama
yaitu merah, hijau, atau biru. Hampir semua warna dapat diciptakan dari
campuran warna-warna utama ini dengan spektrum yang sesuai.
       Sedangkan Monitor Monochrome hanya mempunyai suatu CRT dengan
satu penembak elektron. Hal itu akan berakibat bahwa warna yang nyata
mungkin dihasilkan monitor adalah putih, hijau, biru atau apapun warna tunggal
yang diinginkan.


E. Interlaced atau Non Interlaced Monitor
       Interlaced merupakan proses penyapuan elektron dua kali untuk
menghasilkan citra penuh. Hal itu akan mengakibatkan flicker (kedip) yang
membuat mata kita sakit. Disarankan agar anda memilih monitor Non Interlaced
sehingga mengurangi efek flicker tersebut.


F. Dot Pitch
       Dot pitch merupakan ukuran yang menunjukkan jarak diagonal antar
fosfor pada display. Semakin kecil dot pitch, gambar akan semakin jelas dan
detail. Ukuran dot pitch ini bervariasi antara 0,15 mm sampai dengan 0,3 mm.




                                                                               10
2.4 Kontrol Monitor
        Perhatikan bagian depan monitor. Di sana terdapat beberapa icon yang
digunakan sebagai kontrol monitor.




        Gbr. Kontrol monitor


Icon-icon di atas beberapa diantaranya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Power                 : untuk menghidupkan atau mematikan monitor
Brightness            : untuk menambah (increase) atau mengurangi
                      (decrease) brightness dari layar monitor
Contrast              : untuk menambah (increase) atau mengurangi
                      (decrease) kontras dari layar monitor
Horizontal Size       : untuk memperlebar atau mengurangi ukuran horizontal
                      edge dari monitor
Vertical Size         : untuk memperlebar atau mengurangi ukuran vertical
                      edge dari monitor
Horizontal Position : untuk mengatur posisi tengah monitor secara
                      horisontal (horizontal center)
Vertical Position     : untuk mengatur posisi tengah monitor secara vertikal
                      (vertical center)
Full Screen           : untuk mengatur tampilan layar penuh pada monitor
Degauss               : untuk proses demagnetize pada CRT.
Corner / Trapezoid
Correction            : untuk mengatur round the edges atau
                      kelengkungan tepi-tepi tampilan pada monitor




                                                                           11
OSD Controls              : Jika terdapat OSD controls maka monitor dapat
                          menggunakan OSD menu            untuk pengaturan
      adjustment
Monitor Status     : untuk menampilkan current monitor settings seperti
                   misalnya refresh rate dan setting yang lain
Language           : untuk mengeset bahasa pada monitor




                                                                            12
                    MENGENAL SELUK BELUK MONITOR


3.1 Prinsip Kerja Monitor CRT
       Prinsip kerja monitor konvensional, monitor CRT (Cathode Ray Tube),
sama dengan prinsip kerja TV yang berbasis CRT. Elektron ditembakkan dari
belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapisi elemen yang
terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya.
Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-
belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.
       Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung monitor, dia akan
menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk
berpendar secara temporer.
       Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol
tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-
pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-
pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.
       Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah
garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar
dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses
tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan
ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang
proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya kita
dapat menonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atau monitor.
       Pada masa awal-awal kelahiran teknologi televisi, para ilmuwan yang
merancang televisi dan tabung gambar menemui hambatan teknis. Seperti yang
kita tahu, televisi zaman dahulu belum mampu menampilkan detail gambar
seperti sekarang.
       Dulu, lapisan yang berpendar dalam tabung gambar kualitasnya tidak
sebaik sekarang. Jadi kualitas pixel yang dihasilkan juga tidak seoptimal
sekarang. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi komputer, monitorpun
ikut berkembang.




                                                                                 13
       Hasilnya diperoleh tabung gambar yang mampu menghasilkan gambar
dengan resolusi yang lebih tinggi. Wajar saja, karena komputer banyak
berurusan dengan text gambar, dan itu membutuhkan detil gambar yang tinggi.
       Sayangnya, teknologi monitor dengan tabung CRT ini ditengarai
memiliki banyak pengaruh buruk bagi kesehatan penggunanya. Sejumlah riset
mengindikasikan    bahwa     ekspos   berlebihan   monitor   pada   mata      dapat
menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Hal ini disebabkan oleh radiasi
sinar elektron pada tabung gambar monitor atau televisi tabung.
       Tapi manusia menemukan teknologi baru yang siap menggantikan
tabung gambar sebagai alat tampilan visual. Yaitu teknologi LCD (Liquid
Crystal Display), yang memungkinkan perampingan dimensi dan pemangkasan
bobot peranti display monitor. Selain itu, teknologi yang satu ini disebut-sebut
akrab bagi kesehatan penggunanya.


3.2 Diagram Blok Monitor


         1             2               3                                 15



                       4




         5             6               7             8




         9             10              11            12             13




  AC ~220V           14               (12V, -12V, 50V, 6.3V, 80V)


                            Gbr. Diagram blok monitor




                                                                                 14
Ket:
    1. Input Video                                  9. Horiz AFC
    2. Video Detektor                               10. Horiz Osc
    3. Video Out                                    11. Horiz Driv
    4. AGC                                          12. Horiz Out
    5. Syn Sep                                      13. Trafo Playback
    6. Vert Osc                                     14. Regulator
    7. Vert Driv                                    15. Tabung
    8. Vert Out


Video               : Mengubah sinyal video menjadi gambar sinyal
AGC                 : Pengatur sinyal penguatan secara otomatis
Sync Sep            : Menerima sinyal dari video drive dan memisahkan sinyal
                    syncronisasi vertical dan horizontal
Vert OSC            : Menghasilkan frekuensi oscillator sebesar 50Hz sesuai frekuensi
jala-jala listrik
Vert Drive          : Pengut sinyal defleksi vertical
Vert out            : Penguat akhir defleksi vertical
Horiz AFC           : Mengatur frrekuensi horizontal agar tetap stabil
Horiz OSC           : menghasilkan frekuensi horizontal
Horiz Drive : Penguat dan drive sinyal defleksi horizontal (berbentuk trafo)
Horiz Out           : Penguat akhir Defleksi horizontal.
Trafo Playback: Menghasilkan tegangan tinggi sekitar 20Kvolt untuk mencatu
                    daya ke tabung monitor.
Regulator           :   menghasilkan     tegangan       untuk   masukan   masing-masing
                    rangkaian.
Tabung              : menampilkan sinyal yang telah diolah oleh rangkaian dalam
                    bentuk gambar.




                                                                                     15
3.3 Bagian-Bagian Monitor CRT
A. Tabung Gambar (CRT)




                                    Gbr. Bentuk Tabung


       Kalau dilihat dari cara kerjanya, di dalam monitor CRT memuat senapan
merah, hijau, biru (perhatikan gambar di bawah pada RGB Adjustments), yang
dapat menembakkan seberkas sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar
tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk
sisi gelap. Selama proses scaning dilakukan, sinar bergerak mengelilingi layar
dalam waktu sekitar 50 milidetik.




                                                                            16
B. Rangkaian RGB
       Rangkaian RGB terletak di bagian belakang CRT. Warna dasar yang
dihasilkan monitor ada tiga yaitu R=Red, G=Green, dan B=blue. Sedangkan
warna-warna yang dihasilkan setelah pencampuran dari warna dasar disebut
warna sekunder atau warna campuran.
       Rangkaian RGB terdiri dari:
1. Video buffer/driver
2. Penguat video/RGB

    Data Input           Video Buffer        RGB                 CRT


                         Gbr. Blok rangkaian RGB

         Rangkaian RGB juga disebut sebagai rangkaian matrix. Adapun prinsip
kerja rangkaian matrix adalah mengubah tegangan perbedaan warna yang telah
dicampur dengan sinyal sinkronisasi yang diberikan demulator warna kembali
menjadi tegangan perbedaan warna. Rangkaian matrix ini harus dapat
mengadakan atau membuat agar perbandingan-perbandingan antara amplitudo-
amplitudo tegangan perbedaan warna itu dapat mempunyai harga yang tepat, tak
tergantung dari cara penguatan sebelumnya. Jadi, dalam hal ini rangkaian matrix
tersebut hanyalah tinggal mengusahakan untuk memperoleh amplitudo-
amplitudo yang tepat dari ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna yang
belum direduksi yang diperlukan tabung gambar. Antara ketiga tegangan
perbedaan warna tersebut harus mempunyai amplitudo yang relatif tepat bagi
tabung gambar. Untuk itulah maka komponen di dalam rangkaian matrix itu
harus sanggup memberikan penguatan-penguatan yang cocok terhadap tegangan
perbedaan warna itu, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tabung gambar
tersebut.




                                                                             17
                                  Gbr. Rangkaian RGB


C. Yoke defleksi
        Dalam leher tabung kita kenal kumparan pembelok atau yoke defleksi,
yaitu kumparan untuk horizontal, dan kumparan untuk vertikal. Dalam
kumparan, untuk fokus pengaturan besar kecilnya arus diatur oleh sebuah
potensiometer. Guna pembelokan ini ialah supaya gerak elektron yang semula
menuju satu titik fokus bias disesuaikan dengan arah sejajar. Telah dijelaskan
bahwa pengertian sinyal horizontal adalah untuk memberi perintah pada
kumparan defleksi horizontal yang bekerja untuk menggerakan elektron dari kiri
ke kanan/ scanning horizontal. Sinyal ini berguna untuk mentrigger kumparan
defleksi horizontal, supaya menjalankan gerak elektron dari kiri ke kanan pada
akhir titik-titik gambar. Secara otomatis sinyal mati dan kembali lagi ke kiri dan
otomatis digeserkan ke bawah pulsa blanking yang ditrigger oleh sinyal vertikal.
        Cara kerja yoke defleksi vertikal hampir sama dengan kumparan defleksi
horisontal hanya saja dalam arah yang berlainan yaitu vertikal. Akibat adanya
pembelok horisontal dan vertikal arah gerakan elektron tidak lagi ke kanan dan
ke kiri tetapi menyebar ke seluruh bidang permukaan layar tabung dengan sama
rata.
        Kedua kumparan ini diletakkan dalam leher tabung, akibatnya arah gerak
elektron tidak lagi vertikal atau horizontal tetapi dalam arah resultan. Hasil dari
tarikan kedua kumparan ini akan menyebar dengan sama rata. Di dalam
prakteknya kumparan ini dijadikan satu dan dinamai yoke defleksi atau defleksi
coil.




                                                                                18
                                Gbr. Proses penyetelan yoke.


D. Rangkaian Horizontal
          Secara umum rangkaian horizontal berfungsi untuk membangkitkan
tegangan tinggi. Rangkaian horizontal ini terdiri atas:
1. Oscilator horizontal
2. Driver horizontal
3. Penguat horizontal
          Kedua oscillator ini akan membangkitkan sinyal-sinyal atau tegangan-
tegangan defleksi horizontal dan vertical. Kedua sinyal defleksi tersebut
dibutuhkan untuk mengatur scanning garis-garis pada layar CRT secara merata
diseluruh permukaan. Sinyal defleksi horizontal mengatur jalannya gerakan
berkas electron dari kiri ke kanan/scanning ke arah horizontal, sedangkan sinyal
defleksi vertical mengatur jalanya dari atas ke bawah.
          Sinyal oscillator horizontal akan diperkuat oleh driver horizontal sebelum
masuk ke penguat horizontal. Adapun tugas dan fungsi penguat horizontal
adalah:
1. Menghasilkan tegangan dengan bentuk dan amplitudo tertentu yang akan
disalurkan ke defleksi horizontal.
2. Menghasilkan tegangan tinggi untuk tabung.




                                                                                  19
 Sinyal input
                     Oscillator                Sinkronisasi
                     syncron                   vertikal
                                                                                  Yoke
                                                                                  defleksi

                                  Oscillator          Driver     Output
                                  horizontal                     horizontal

                                                                                  Yoke
                                                                                  defleksi
                              Gbr. Blok rangkaian horizontal

        Didalam rangkaian horizontal, rangkaian pembangkit tegangan tinggi
berfungsi untuk menaikkan tegangan antara 10 KV - 50 KV. Sebelum tegangan
tinggi ini masuk ke anoda CRT, tegangan diratakan/disearahkan dahulu melalui
dioda tegangan tinggi (dioda HVREC).


E. Rangkaian Vertikal
        Rangkaian vertikal berfungsi untuk membelokkan sinar elektron yang
masuk ke dalam tabung gambar.

          Data In                               Sync Horiz

                           Osc sync


                Sync Sep                   Osc vert            Out            Yoke defl

                                                           Vert
                                  Gbr. Blok rangkaian vertikal



Rangkaian vertical terdiri dari:
1. Oscillator vertical
2. Driver vertical
3. Penguat vertical
        Vertical oscillator akan menghasilkan frekuensi sebesar 50hz sesuai
dengan jala-jala listrik.




                                                                                             20
F. Rangkaian Regulator
         Rangkaian power regulator berfungsi untuk mengubah tegangan listrik
bolak balik (AC) jala-jala menjadi tegangan searah (DC). Nama lain power
regulator adalah catu daya/ pembagi tegangan. Adapun besarnya tegangan DC
yang dihasilkan disesuaikan dengan kebutuhan pada rangkaian yang akan di catu
daya. Didalam rangkaian regulator (Catu Daya) terbagi atas beberapa bagian
yaitu:
1. Penyearah tegangan.
2. Filter tegangan.
3. Stabilisator tegangan.
4. Pencatu /Output Tegangan

 AC Input          Rangkaian         Filter               Stabilizer        DC Output
                   Penyearah


                               Gbr. Blok rangkaian regulator


G. Kabel Data Pin Monitor
         Kabel data monitor berfungsi sebagai input masukan yang berasal dari
komputer. Semua data dari komputer yang ditampilkan oleh monitor harus
melalui kabel data ini.

                                              NO   ket                 No ket
                                              1    Red                 9    -
                                              2    Green               10   PSC/intensity
                                              3    Blue                11   Ground
                                              4    Ground              12   -
                                              5    Intensity           13   horiz. Sync
                                              6    Red return          14   vert. sync
                                              7    Green return        15   -
                                              8    Blue return
                                                                 Gbr. Pin konektor




                      ANALISA KERUSAKAN MONITOR



                                                                                          21
4.1 Alat-Alat Analisa Kerusakan Monitor
A. Multi Meter
       Multi Meter atau yang biasanya disebut AVO meter merupakan alat yang
sangat penting. Fungsi dan kegunaannya adalah untuk mengukur tegangan,
resistansi, dan arus. Multi meter merupakan alat yang sangat vital dan harus
dimiliki oleh setiap Teknisi Komputer atau Monitor, karna tanpa alat ini maka
seorang teknisi tidak akan bisa melacak dimana kerusakan yang terjadi.




                                   Gbr. Multi meter


Adapun multi meter ada 2 jenis, yaitu:
        Multi Meter Analog
          Multi Meter Digital
B. Solder dan Timah Solder (Tinol)
       Sebuah komponen elektronika tidak akan berfungsi dengan maksimal jika
komponen tersebut tidak menyatu secara sempurna dengan jalur tembaga yang
ada di PCB. Oleh karena itu maka dibutuhkan sebuah solder dan timah solder
untuk menyatukannya. Ukuran atau jenis solder ditetukan oleh kekuatan panas
yang dihasilkan oleh solder tersebut, semakin tinggi nilai watt maka semakin
tinggi panas yang dihasilkannya.
       Tidak setiap komponen monitor tahan terhadap panas yang berlebihan,
oleh karena itu panas atau kekuatan dari solder harus di tentukan. Misalnya
untuk komponen IC, IC merupakan contoh komponen yang sangat rentan atau
mudah rusak jika terkena panas yang berlebih, maka untuk IC kita gunakan




                                                                           22
solder dengan kekuatan ±30 watt. Adapun untuk trafo flyback maka dibutuhkan
solder dengan kekuatan panas yang tingi diatas 40 watt.




       Gbr. Solder                         Gbr. Timah solder


C. Penyedot Timah/ Atraktor
       Fungsinya adalah untuk menyedot timah atau patrian waktu kita akan
melepas suatu komponen didalam monitor.




                                    Gbr.Atraktor


D. Obeng
       Digunakan untuk membuka mur yang ada pada monitor baik pada
cassing maupun pada mainboard atau PCB monitor .
Ada 2 jenis:
      Obeng plus (+)
      Obeng min (-)
       Sebaiknya untuk obeng gunakanlah obeng yang panjangnya sekitar 30
cm, hal ini berguna untuk memudahkan kita saat melepas mur sehingga kita
tidak memerlukan tenaga yang sangat kuat untuk melepasnya.




                                                                         23
E. Tang
       Digunakan untuk memotong kabel atau kaki komponen saat kita
mengganti dengan komponen yang baru.
Ada dua macam, yaitu:
      Tang potong.
      Tang lancip.




                                     Gbr. Tang


F. Kabel Berpenjepit
       Digunakan untuk menetralkan tegangan tinggi yang tersisa di tabung
monitor. Karena saat monitor mati, pada kabel trafo flyback yang terhubung ke
tabung masih menyimpan tegangan.


G. Cutter
       Digunakan untuk memotong jalur yang akan di modifikasi. Misalnya kita
tidak menemukan trafo flyback yang sama dengan jenis yang rusak, maka untuk
itu kita memerlukan modifikasi jalur pada PCB.


4.2 Analisa Dan Deteksi Kerusakan Monitor
       Ketika kita akan menjadi seorang teknisi monitor, maka kita harus paham
tentang bagian-bagian blok monitor serta fungsi dan cara kerja dari blok
tersebut. Kita juga harus mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan perbaikan, paham tentang cara penggunaan dari alat-alat
tersebut serta cara mengukur komponen-komponen didalam monitor.




                                                                            24
A. Langkah Awal Pembongkaran Monitor
       Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik
lokalisasi tiap blok rangkaian. Langkah pertama, pastikan bahwa sumber daya
listrik benar-benar ada dan terhubung dengan baik. Dengan bantuan
seperangkat system unit dan pastikan bahwa Video Card berfungsi dengan baik,
perhatikan gejala apa yanq muncul pada saat Power ON/OFF dinyalakan. Dari
hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang bermasalah.
       Sebelum membongkar monitor, jangan lupa untuk menyiapkan alat-alat.
Hal ini untuk menghindari terjadinya pemaksaan dalam membongkar monitor.
Siapkan juga alas kaki yang terbuat dari karet agar tidak terkena arus listrik
statis. Langkah pertama dalam membongkar monitor adalah membuka casing
monitornya. Jangan dipaksa karena beberapa monitor agak sulit dibuka
walaupun baut-bautnya sudah dilepas semua. Beberapa monitor ada yang
menggunakan sistem socket untuk mengencangkan cassingnya.




                           Gbr. Pembongkaran cassing monitor


B. Proses Grounding
       Setelah   cassing    terbuka,   lakukan   proses   grounding.   Caranya,
sambungkan obeng ke kabel. Tempelkan ujung kabel yang lainnya ke ground
(seng). Tempelkan ujung kabel yang menempel pada obeng ke kepala playback.
       Meskipun sudah mati, playback masih memiliki tegangan tinggi.
Beberapa capasitor dalam monitor juga dimungkinkan masih menyimpan
tegangan yang bisa membuat akita kesetrum.




                                                                             25
                                Gbr. Proses grounding


       Jangan menyentuh penghantar anoda dari playback ke CRT sebelum
digroundkan, karena mengandung tegangan tinggi yang besarnya dapat
mencapai belasan kilovolt. Groundkan terlebih dahulu menggunakan kabel yang
terisolasi dengan baik dengan bantuan obeng yang terisolasi baik.
       Hubungsingkatkan kapasitor yang paling besar (pada rangkaian Power
Regulator, biasanya bertegangan 400 Volt) dengan tahanan 5 sampai 10 ohm
hingga tegangan kapasitor terbuang.


C. Pelacakan Kerusakan
       Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik
lokalisasi atau fokus pada blok rangkaian atau bagian yang dimungkinkan
mengalami kerusakan. Dengan bantuan seperangkat sistem unit dan dipastikan
Video Card berfungsi dengan baik gejala apa yang muncul saat power ON/OFF
dinyalakan. Dari hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang
bermasalah.
       Kenali dahulu bagai mana jenis kerusakan yang terjadi, selanjutnya
tentukan perkiraan blok yang mengalami kerusakan. Lakukan analisa dan ukur
komponen-komponen yang kita perkirakan mengalami kerusakan.




                                                                         26
      Tabel Kerusakan Monitor
No Masalah                                  Kemungkinan
1    Indicator padam, layer mati            Power card AC, fuse, power supplay
2    Indicator nyala, layer mati            Kabel interface,brightness control,
                                            horizontal out put high voltage
                                            anoda, CRT

3    Huruf dan atau obyek tidak jelas Contrast control, video output,higt
     terputus putus                         voltage anoda, CRT, kabel interface
4    Layar berbentuk oval                   Deflection   yoke,    vertical     hold,
                                            vertical line, horizontal hold
5    Sebagian atas dan bawah layer Horizontal hold, Vertical line
     bergaris hitam
6    Kedua    samping    layer     bergaris Horizontal hold
     hitam
 7   Layar memutar terus menerus dari Vertical hold, Oscillator vertical
     bawah keatas atau sebaliknya
8    Layar bergaris garis penuh             Horizontal hold, oscillator hold
9    Layar miring kekiri atau kekanan       Deflection yoke
10   Warna layar tidak teratur, bias, CRT, degousing coil, rangkaian
     atau samar-samar                       matrix RGB




                                                                                  27
1. Pelacakan Kerusakan Pada Blok Power Regulator
Gejala: Lampu indikator mati, layar gelap
       Rangkaian blok regulator berfungsi sebagai penyuplai tegangan ke semua
rangkaian blok monitor. Kerusakan pada rangkaian regulator akan berakibat
tidak berfungsinya seluruh rangkainan pada monitor.
           Indikator Mati,
            Layar Gelap




             Tegangan             Periksa Tegangan
             AC                   Dari Jala-Jala




            Tegangan di            Periksa
            Penyearah              Penyearah




                                   Periksa           Periksa
               Out Put             Regulator Amp     Oscillator
                                                     Regulator


               Bagus
                                                     Periksa Output
                                                     Regulator


                         Gbr. Metode pencarian kerusakan blok regulator


2. Pelacakan Kerusakan Pada Rangkaian Horizontal
Gejala: Lampu indikator hidup tetapi layar gelap
       Secara umum rangkaian horizontal berfungsi untuk membangkitkan
tegangan tinggi. Rangkaian horizontal ini terdiri dari oscillator horizontal,
driver horizontal, dan penguat horizontal. Oscillator kan membangkitkan sinyal-
sinyal atau tegangan-tegangan defleksi horizontal dan vertical yang dibutuhkan
untuk mengatur scanning garis-garis pada layar CRT secara merata di seluruh
permukaan. Sinyal defleksi horizontal mengatur jalannya gerakan berkas
elektron ke kiri ke kanan/scanning ke arah horizontal, sedangkan sinyal defleksi
vertikal mengatur jalannya dari atas ke bawah.
       Sinyal oscillator horizontal akan diperkuat oleh driver horizontal sebelum
masuk ke penguat horizontal. Adapun tugas dan fungsi penguat horizontal
adalah menghasilkan suatu tegangan dengan bentuk dan amplitudo tertentu




                                                                              28
yang akan disalurkan ke defleksi horizontal. Di samping itu juga akan
menghasilkan tegangan tinggi bagi tabung. Di dalam rangkaian horizontal,
rangkaian pembangkit tegangan tinggi berfungsi untuk menaikkan tegangan
antara 10 KV – 50 KV. Sebelum tegangan tinggi ini msauk ke anoda, CRT
diratakan/disearahkan dulu melalui dioda tegangan tinggi (dioda HVREC).
Yang harus diingat didalam perbaikan horizontal kita harus memakai CPU.
                               Tidak
           Sinyal Input                    Periksa CPU


     Ada
                               Tidak
       Output Driver                       Periksa         Periksa OSC
                                           Driver           Horizontal

     Ada
                              Tidak
     Tegangan FBT                        Periksa Output
       Tidak Ada                           Horizontal


     Ada
                                        Periksa Tegangan         Periksa
           Bagus                           Catu Daya              FBT

                          Gbr. Metode pencarian kerusakan blok horizontal


3. Pelacakan Kerusakan Pada Rangkaian Vertikal
Gejala: Indikator hidup dan raster berbentuk garis horizontal
       Rangkaian vertikal berfungsi untuk membangkitkan sinyal-sinyal yang
berbentuk gigi gergaji yang diumpankan kepada yoke defleksi untuk penelusuran
atau scanning secara vertikal pada layar/tabung CRT. Gerakan scanning ini
dilakukan sebanyak 50 kali tiap detik. Agar jalannya scanning pada layar CRT
cocok maka oscillator disinkronkan oleh pulse-pulse sinkron vertikal yang
datangnya dari CPU.




                                                                            29
                                             tidak
 Raster Garis              Sinyal Input                Periksa CPU
 Horizontal

                      ada
                                             tidak
                           Sinyal Input                Periksa Catu
                                                       Daya B+

                      ada
                                             tidak     Periks Out
                           Sinyal Input                Vertikal


                      ada
                                                     Periksa Yoke
                               Bagus                 Defleksi

                          Gbr. Metoda pencarian kerusakan blok vertikal


4. Pelacakan Kerusakan Pada Rangkaian RGB
Gejala: 1. Salah satu warna dasar tidak ada
        2. Salah satu warna terlalu dominant
       Secara umum rangkaian RGB berfungsi untuk mengatur sinyal-sinyal
perbedaan warna sekaligus memperkuat sinyal video. Rangkaian RGB ini sangat
berperanan penting dalam pengaturan warna-warna pada layar CRT. Rangkaian
ini menghasilkan tiga warna dasar disebut juga warna dasar yakni R=Merah,
G=Hijau,        B=Biru.     Sedangkan       warna-warna    yang       dihasilkan   setelah
pencampuran dari warna dasar disebut warna sekunder atau warna campuran.




                                       Gbr. Blok rangkaian RGB




                                                                                       30
       Kerusakan pada bagian blok ini akan berpengaruh pada warna gambar
yang dihasilkan. Coba lakukan pengetriman pada trimpot RGB. Selain itu,
kerusakan biasanya terjadi karena ada salah satu transistor penguat warna yang
mati/ rusak, atau bahkan hanya karena solderan yang sudah mulai retak karena
umur monitor yang sudah tua.
                                            tidak
     Gambar                Sinyal Input               Periksa
  Berwarna Dasar                                      Bagian Input

                         ada

                           Video Buffer     tidak
                             Bekerja                  Periksa Buffer


                         ada
                                            tidak
                         Output Bekerja               Periksa Output


                         ada

                               Bagus                  Periksa CRT

                     Gbr. Metode pencarian kerusakan blok RGB

5. Pelacakan Kerusakan Pada Pin Conector
Gejala: 1. Gambar hanya satu warna
        2. Layar nyala tapi tidak tampil gambar
        Kerusakan pada konektor ini juga bisa berakibat fatal, diantaranya
warna menjadi dasar, misalnya biru saja, merah atau hijau yang pasti warna tidak
normal. Dapat juga mengakibatkan tidak ada tampilan pada layar monitor.
        Jadi untuk mengatasinya kita tinggal membuka socketnya dan lihat
apakah ada kabel yang putus (ini hanya berlaku pada monitor yang memiliki
konektor yang bisa bongkar pasang), dan untuk monitor yang konektornya tidak
bisa dibongkar pasang maka kita tinggal membeli kabel datanya dan memasang
kembali sesuai dengan susunannya. .




                                                                              31
                                  Gbr. Pin konektor


6. Pelacakan Kerusakan Pada Playback
Gejala: 1. Gambar kurang terang / gelap
        2. Gambar Berbayang/ Buram (tidak focus)




                               Gbr. Focus dan Screen


       Untuk gambar gelap cara mengatasinya adalah dengan mengubah posisi
pengaturan screen pada playback dengan obeng (+) atau bintang kemudian putar
ke kanan tapi jangan terlalu banyak. Posisi monitor dalam keadaan menyala.
Lakukan dengan hati-hati.!!
       Atur kembali posisi pengaturan fokus pada playback dengan obeng +
atau bintang (putar ke kanan tapi jangan terlalu banyak) sampai dihasilkan
gambar yang enak dilihat. Jika dalam beberapa waktu settingan berubah lagi, dan
ini terjadi terus-menerus, dapat dikatakan bahwa playbacknya rusak.ada dua cara
memperbaikinya, pertama adalah mengganti dengan playback yang baru
sesuaikan dengan serinya. Cara kedua adalah dengan mencangkok playback
tersebut.



                                                                             32
4.3 Tabel Kemungkinan Kerusakan Monitor
1. Daftar Kerusakan Power Supply
No    Masalah                             Kemungkinan
1.    Indikator layar gelap               kabel power, fuse, dioda bridge,
                                          transistor output regulator, dioda zener,
                                          ic oscilator
2.    Gambar gelombang                    elco filter, dioda bridge
3.    Gambar bergetar                     condensator disekitar oscilator


2. Daftar Kerusakan Horizontal
No Masalah                                    Kemungkinan
1.   Indikator hidup layar gelap              ic oscilator horizontal, transistor
                                              driver horizontal, transistor
                                              output horizotal, playback
2.   Gambar terlalu ke kiri atau ke kanan     trimpot h-hold, trimpot h-line, ic
                                              oscilator horizontal
3.   Gambar melebar bagia kiri dan kanan      transistor pelebar jalur, yoke
                                              defleksi.
4.   Gambar garis-garis                       hold card adapter, ic syncronisasi,
                                              kabel data.
5.   Raser satu garis vertikal                condensator non polar.
6.   Gambar terlalu kontras                   trimpot sub-brigtness, trimpot
                                              sub-contras, potensio screen.
7.   Gambar tidak fokus                       potensio fokus, socketcrt.
8.   Gambar redup/gelap                       trimpot sub-brigtness, trimpot
                                              sub-contras, potensio screen, CRT.
9.   Gambar lengkung dipinggir kiri dan       trimpot pinchusion, yoke defleksi
     kanan
10. Ada blanking/garis-garis putih            potensio screen, playback.
3. Datar Kerusakan Vertikal
No    Masalah                             Kemungkinan




                                                                                    33
1.   Raster satu garis horizontal       capasitor vertical, yoke defleksi.
2.   Gambar turun naik tidak            card adapter, kabel data, ic oscilator
     berhenti                           vertical, trimpot v-hold
3.   Gambar memendek ketengah           ic vertical, trimpot v-size.
4.   Gambar terlalu keatas atau ke      trimpot v-hold, trimpot v-line.
     bawah
5.   Gambar melebar bagian atas         trimpot v-hold,trimpot v-line, trimpot
     atau bawah                         v- size
6.   Gambar memanjang bagian atas       trimpot v-hold, trimpot v-line, trimjpot
     atau bawah                         v-size


4. Daftar Kerusakan RGB
No   Masalah                            Kemungkinan
1.   Tidak ada warna                    ic RGB
2.   Gambar tidak keluar atau kurang card adafer, ic RGB
     jelas
3.   Gambar tidak kelihatan tapi        card adafter, ic RGB, trimpot RGB
     raster terang
4.   Warna gambar tidak                 card adafter, ic rgb, trimpot rgb,
     lengkap/warna dasar                transistor RGB, CRT.


5. Daftar Kerusakan Yoke
No   Masalah                                 Kemungkinan
1.   Raster satu garis horizontal/vertikal   yoke defleksi putus, korslet
2.   Gambar travesium                        yoke defleksi
3.   Gambar berbentuk lingkaran              posisi yoke kurang maju kedepan.
4    Gambar miring ke kiri atau ke kanan     posisi yoke defleksi terlalu miring
5    Indikator hidup layar gelap             yoke defleksi horizontal dan
                                             vertikal putus




                                                                                 34
6. Daftar Kerusakan CRT
No   Masalah                            Kemungkinan
1.   Indikator hidup layar gelap        CRT, lihat kerusakan horizontal.
2.   Filamen tidak menyala              Telusuri pembagian tegangan
                                        filamen.
3.   Gambar redup tidak kelihatan       Naikkan tegangan filamen.
4.   Pada saat power di OFFkan ada      CRT.
     cahaya dilayar seperti korek api
5.   Ada blanking berwarna merah/       salah satu kaki RGB putus
     hijau/ biru
6.   Ada bercak-bercak warna pada layar hilangkan dengan magnet
                                        degausing.




4.3 Tips Pengukuran Dan Pengetesan Transistor
A. Simbol Transistor




                                                                           35
B. Pengetesan Transistor
 1. Transistor Biasa
                          Pengetesan PadaTransistor
                    Kaki pengetes
                                                        Hasil pengukuran
           +                           -
           B                          E                  Jarum menunjuk
           B                          C                  Jarum menunjuk
Catatan : Tahanan BE > Tahanan BC
2. Field Effect Transistor
                    Pengetesan Pada Field Effect Transistor
                    Kaki Pengetes
                                                        Hasil Pengukuran
           +                           -
           S                          D                  Jarum menunjuk
           D                          S                  Jarum menunjuk
Catatan : SD > DS




3. Transistor Horizontal
                    Pengetesan Pada Transistor Horizontal
                    Kaki Pengetes
                                                        Hasil Pengukuran
           +                           -
           B                          E               Jarum menunjuk
           B                          C               Jarum menunjuk
           E                          B               Jarum menunjuk
                           Catatan : EB < BE dan BC
Kode DF (Dengan Dioda) Kode AF (Tanpa Dioda)




                                                                           36
37

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:249
posted:10/26/2011
language:Indonesian
pages:37
Description: ThroubleshootingMonitor