Sejarah+dan+Perkembangan+Telekomunikasi+GSM

Document Sample
Sejarah+dan+Perkembangan+Telekomunikasi+GSM Powered By Docstoc
					         MAKALAH
PERKEMBANGAN TELEKOMUNIKASI
        GSM & CDMA




         NAMA : WASHADI
          NIM : 41406120026


      JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
   FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
     UNIVERSITAS MERCU BUANA
             JAKARTA
               2010
    Sejarah dan Perkembangan Telekomunikasi GSM
Teknologi komunikasi selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal
tahun 1980-an, diantaranya sistem C-NET yang dikembangkan di Jerman dan Portugal oleh
Siemens, sistem RC-2000 yang dikembangkan di Prancis, sistem NMT yang dikembangkan di
Belanda dan Skandinavia oleh Erricson, serta sistem TACS yang beroperasi di Inggris. Namun
teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga
sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan
mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja (tidak bisa
melakukan roaming antar negara).


Teknologi analog yang berkembang, semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat
Eropa yang semakin dinamis, maka untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara Eropa
membentuk sebuah organisasi pada tahun 1982 yang bertujuan untuk menentukan standar-
standar komunikasi selular yang dapat digunakan di semua Negara Eropa. Organisasi ini
dinamakan Group Special Mobile (GSM). Organisasi ini memelopori munculnya teknologi digital
selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication atau
GSM.

GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular
untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian
GSM secara komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM
merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan
standar. Pada September 1992, standar type approval untuk handphone disepakati dengan
mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada
awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang
sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi
GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi
tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu,
dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone,
sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian
GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya
menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone
System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar
sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di
Indonesia, tapi juga di Eropa, Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada
akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM
tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan
di seluruh dunia.

Arsitektur Jaringan GSM

MSC ekstern HandOver: Pemindahan hubungan antar BTS dari MSC yang berbedaSecara
umum,network element dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi:

   1. Mobile Station ( MS )
   2. Base Station Sub-system ( BSS )
   3. Network Sub-system ( NSS ),
   4. Operation and Support System ( OSS )

Secara bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk sebuah PLMN
(Public Land Mobile Network).


Mobile Station atau MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk
melakukan pembicaraan. Terdiri atas:

Mobile Equipment ( ME )         atau hanset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi
pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan penerima
sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.


Subscriber Identity Module ( SIM )     atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh
informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME tidak akan dapat digunakan tanpa
SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan darurat. Data yang disimpan dalam SIM secara
umum, adalah:

IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan.

MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan.
Base Station System atau BSS, terdiri atas: BTS Base Transceiver Station, perangkat GSM
yang berhubungan langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.
BSC Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di
bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC

Network Sub System atau NSS, terdiri atas:


Mobile Switching Center atau MSC, merupakan sebuah network element Central dalam sebuah
jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk interkoneksi
hubungan pembicaraan, baik antar selular maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun
dengan jaringan data.


Home Location Register atau HLR, yang berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan
semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.


Visitor Location Register atau VLR, yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi
pelanggan.


Authentication Center atau AUC, yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang
dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan yang
tidak sah dapat dihindarkan.

Equipment Identity Registration atau EIR, yang memuat data-data pelanggan.



Operation and Support System atau OSS, merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi
sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration management,
performance management, dan inventory management.

Frekuensi pada 3 Operator Terbesar di Indonesia

   1. Indosat : 890 – 900 Mhz (10 Mhz)
   2. Telkomsel : 900 – 907,5 Mhz (7,5 Mhz)
   3. Excelcomindo : 907,5 – 915 Mhz (,5 Mhz)

Keunggulan GSM sebagai Teknologi Generasi Kedua (2G)
GSM, sebagai sistem telekomunikasi selular digital memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak
dibanding sistem analog, di antaranya:


Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital dimana penggunaan
sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja. Sehingga saat pengguna
tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh pengguna lain.

Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan international roaming


Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan servis lain
seperti teks, gambar, dan video.

Keamanan sistem yang lebih baik

Kualitas suara lebih jernih dan peka.


Bagaimanapun, keunggulan GSM yang beragam pantas saja membuatnya menjadi sistem
telekomunikasi selular terbesar penggunanya di seluruh dunia.




GSM 1800: Frekuensi Besar, Jangkauan Sempit


Teknologi ponsel terus berkembang dari waktu ke waktu. Akan tetapi, bukan berarti yang
terbaru adalah yang terhebat. Setiap jenis ada kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Teknologi telepon selular di Indonesia saat ini telah berkembang begitu pesatnya. Jangan heran
kalau minat konsumen pun makin meningkat. Ujung-ujungnya pengguna telepon selular pada
tahun ini diduga akan bertambah dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Jenis telepon selular yang pertama kali masuk di Indonesia adalah jenis NMT (nordic mobile
telephone). Jenis selular ini menggunakan frekuensi 450 mHz, tetapi khusus di Indonesia
digunakan frekuensi 470 mHz. Daerah jangkauan NMT dapat mencapai 60 kilometer, sehingga
memungkinkan NMT digunakan di daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Namun
jenis selular pertama ini mempunyai kekurangan, yaitu bentuknya yang relatif besar sehingga
membuat NMT kurang efektif dan efisien untuk dibawa bepergian.
Menyusul berkembangnya teknologi NMT, muncul pula teknologi baru selular yaitu AMPS
(advance mobile phone system). Sistem AMPS menggunakan frekuensi 800 mHz dan daya
jangkaunya sekitar 1,5 km sampai 2 km. Karena bentuknya yang ringan dan dapat dibawa
dengan mudah, maka teknologi AMPS menjadi pilihan baru dalam berkomunikasi. Bahkan
teknologi yang berasal dari Amerika Serikat ini pernah menjadi primadona dunia informasi dunia
pada 1980-an sampai menjelang 1990-an.

Setelah berkembangnya AMPS, muncul pula sebuah teknologi selular digital CDMA (code
division multiple access). CDMA adalah teknologi yang dikembangkan oleh militer Amerika
Serikat pada 1989 dan mulai dioperasikan pada 1995. Teknologi CDMA dapat menggunakan
frekuensi yang selama ini dipakai oleh AMPS yaitu 800 mHz. Cuma, CDMA juga dapat
memakai frekuensi 1.700 mHz. Karena menggunakan teknologi yang sama, maka sistem
AMPS yang analog akan dapat dengan sederhana bermigrasi ke sistem CDMA yang digital.


Pada saat yang hampir bersamaan dengan munculnya CDMA, teknologi GSM (global system
for mobile communication) diperkenalkan. Dengan digunakannya sistem GSM yang digital,
teknologi NMT atau AMPS yang analog praktis tidak dapat digunakan. Bagi para pengguna
kedua sistem itu, hal ini sangat merugikan karena mereka telanjur memakai ponsel lama yang
harganya relatif mahal. Hal ini menyebabkan banyak dari mereka enggan berpindah ke
teknologi GSM. Namun setelah para operator GSM terlihat sangat serius dengan bisnisnya,
maka mereka berlomba-lomba mencicipi teknologi baru tersebut. Hasilnya, saat ini sistem
GSM-lah yang paling banyak digunakan di Indonesia untuk masalah ponsel.


Teknologi GSM yang kita pakai saat ini menggunakan frekuensi 900 mHz dengan daya jangkau
1,5 km sampai 2 km saja. Akan tetapi, daya jangkau itu dapat diperluas dengan menggunakan
antena payung yang tinggi (umbrella). Dengan penggunaan antena payung, jarak jangkau GSM
dapat mencapai 35 km.

Sebenarnya, ditinggalkannya sistem NMT dan AMPS bukan karena keduanya tidak dapat
digunakan lagi, tetapi lebih karena kedua sistem itu sudah ketinggalan zaman–terutama NMT
yang memang kurang nyaman untuk dibawa ke mana-mana. NMT dan AMPS di satu pihak
masih mentransmisikan suara dengan cara analog, sedangkan CDMA dan GSM di pihak lain
menggunakan teknologi digital yang menghasilkan kualitas suara yang jauh lebih baik. Oleh
karena itu, AMPS dan NMT sering disebut sebagai selular generasi pertama, sedangkan GSM
dan CDMA disebut sebagai selular generasi kedua.
Banyak pihak yang membandingkan GSM dengan CDMA dari segi kualitas dan teknis. Dari
segi teknis memang CDMA lebih baik. Misalnya, GSM yang menggunakan teknologi TDMA
(time division multiple access) hanya dapat mengacak suara yang dipancarkan. Adapun CDMA
selain mengacak suara, juga dapat mentransmisikan suara dalam kode-kode sehingga sama
sekali tidak bisa disadap.


Setelah era GSM 900 mHz muncul lagi sebuah teknologi baru dalam dunia telepon selular yaitu
PCS/PCN. Sistem PCS/PCN (personal communication system/network) atau yang lebih dikenal
dengan nama GSM 1800, sebenarnya bukanlah teknologi baru. Pada dasarnya sistem ini sama
dengan GSM, hanya frekuensi yang digunakan lebih tinggi yaitu 1.800/1.900 mHz. Berbeda
dengan GSM yang memakai frekuensi 900 mHz, PCN merupakan nama yang diberikan oleh
kalangan operator Eropa yang menggunakan frekuensi 1.800 mHz atau biasa disebut DCS
(digital cellular system). Sementara itu PCS digunakan di Amerika, dengan frekuensi 1.900
mHz. Di lain pihak, PHS merupakan standar Jepang yang sudah tersebar ke berbagai negara di
dunia.

Mutu pelayanan PCN disinyalir lebih baik dari mutu GSM karena menggunakan pita
berfrekuensi lebih tinggi. Apalagi PCS yang dikembangkan dari teknologi CDMA lebih baik
kualitas dan kapasitasnya daripada GSM.


Akan tetapi, mutu lebih baik yang ditawarkan PCS tidak sebanding dengan daya jangkaunya
yang relatif sempit. Menurut penelitian, daya jangkau teknologi PCS hanya mencapai 200 meter
hingga 8 kilometer. Bahkan sistem PHS mempunyai daya jangkau lebih sempit, yaitu hanya
berkisar pada radius 200 sampai 500 meter saja. Untuk menanggulangi kekurangan itu perlu
dibuat jaringan BTS yang lebih banyak dan rapat sehingga drop call atau blank spot yang
disebabkan oleh jarak jangkau PCS yang sempit dapat tertutupi.


Dengan demikian, proses migrasi dari sistem GSM ke PCN hanya merupakan sebuah
perubahan frekuensi, sedangkan sistemnya tidak berubah. Hal ini berbeda ketika sistem NMT
dan AMPS yang analog diganti dengan sistem GSM yang digital. NMT dan AMPS memang
tidak mempunyai sambungan ke teknologi digital GSM sehingga kedua teknologi itu tidak dapat
digunakan. Adapun teknologi GSM dapat dikatakan masih merupakan satu teknologi dengan
PCS atau GSM 1.800. Yang membedakan keduanya adalah dalam penggunaan frekuensi. Hal
ini memungkinkan kartu SIM (subscriber identification module) GSM 900 juga dapat digunakan
pada pesawat PCN. Bahkan saat ini telah tersedia jenis-jenis ponsel yang dapat digunakan
pada kedua frekuensi tersebut. Jadi, jika Anda pengguna GSM 900, jangan terlalu khawatir
dengan munculnya teknologi baru ini.


TABEL
========================================================================


FREKUENSI              DAYA             JANGKAU            TRANSMISI            SUARA
========================================================================
NMT                      450 mHz          <60             km                     analog

AMPS                    800 mHz          2-35             km                     analog

CDMA                    800/1.700 mHz      tt                                    digital

GSM                     900 mHz           2-35            km                     digital


PCS/PCN                1.800/1.900               800m-8           km              digital
mHz
Teknologi Seluler CDMA dan GSM


Oleh Deris Stiawan, S.Kom.,M.T.
Talk Show Computer Easy di Radio SONORA FM
Kerjasama Radio SONORA FM, dan PT. Elex Media Komputindo
13 Desember 2003


Perkembangan TI dalam bidang Telekomunikasi
Dengan adanya konvergensi TI dengan teknologi telekomunikasi, membuat teknologi telah
menjadi segalanya bagi manusia, Teknologi komunikasi khususnya selular telah berkembang
pesat di Indonesia, hal ini dimungkinkan dengan penetrasi pasar yang besar terhadap
kebutuhan telekomunikasi khususnya yang sifatnya mobile, saat ini menurut statistic
pengguna
selular di Indonesia telah mencapai angka sekitar 8 juta dengan.
Masyarakat Indonesia secara tidak langsung telah menggunakan teknologi informasi khussunya
dibidang komunikasi. Mobilitas dan trend mungkin yang menjadi factor utama dari suksesnya
teknologi ini, mobilitas merupakan keunggulan utama teknologi seluler dibandingkan dengan
telpon tetap. Setiap pelanggan dapat mengakses dimana saja., kapan pun ia berada,
Komunikasi suara, dewasa ini, tidak lagi hanya mengandalkan jaringan kabel yang besifat
tetap
(fixed line), selain itu juga komunikasi tidak hanya suara namun juga data dan gambar yang
berujung pada multimedia.
Saat ini kita mengenal berbagai jenis perangkat komunikasi, seperti perangkat komunikasi
tetap (fixed phone), komunikasi bergerak terbatas (fixed mobile phone) dan komunikasi
bergerak selular (cellular mobile phone).


Sejarah Teknologi mobile
Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai
membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi
penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang
dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke
Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system).
Ketika di tahun 1980-an, teknologi Global System for Mobile Communication (GSM) datang ke
Indonesia, maka para operator pemakai teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System)
menghilang. Lalu, muncul Satelindo sebagai pemenang, yang kemudian disusul oleh
Telkomsel. Dan pada akhirnya teknologi GSM lebih unggul dan perkembang bak jamur di musin
hujan, ini dikarenakan kapasitas jaringan lebih tinggi, karena efisiensi di spektrum frekuensi
dari pada teknologi NMT dan AMPS.
Sekarang, dalam kurun waktu hampir satu dekade, teknologi GSM telah menguasai pasar
dengan jumlah pelanggan lebih dari jumlah pelanggan telepon tetap.
Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai
membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi
penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang
dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke
Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system).
Ketika di tahun 1980-an, teknologi Global System for Mobile Communication (GSM) datang ke
Indonesia, maka para operator pemakai teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System)
menghilang. Lalu, muncul Satelindo sebagai pemenang, yang kemudian disusul oleh
Telkomsel.


Talk ShowComputer Easy
Deris Stiawan
Dan pada akhirnya teknologi GSM lebih unggul dan perkembang bak jamur di musin hujan, ini
dikarenakan kapasitas jaringan lebih tinggi, karena efisiensi di spektrum frekuensi dari pada
teknologi NMT dan AMPS.
Sekarang, dalam kurun waktu hampir satu dekade, teknologi GSM telah menguasai pasar
dengan jumlah pelanggan lebih dari jumlah pelanggan telepon tetap. amun, sampai saat ini
telepon seluler masih merupakan barang mewah, tidak semua lapisan masyarakat bisa
menikmatinya. Tarifnya masih sangat tinggi dibandingkan dengan telepon tetap PSTN (public
switched telephone network), baik untuk komunikasi lokal maupun SLJJ (sambungan langsung
jarak jauh), ada yang mencapai Rp 4.500 per menit flat rate untuk komunikasi SLJJ.
Sedangkan teknologi CDMA pengenalan CDMA sudah dimulai sejak tiga tahun lalu ketika
Komselindo memperkenalkan CDMA-One. Hanya saja dengan berbagai alasan
pengembangannya
kurang sukses. Saat ini, PT Telkom kembali memperkenalkan CDMA, tapi tidak lewat jalur
"bisnis selular" langsung, melainkan menggunakan CDMA untuk fix phone dengan produk
dagang
bernama Telkomflexi.
Saat ini dengan TelkomFlexi, PT. Telkom menawarkan teknologi yang lebih baik dari teknologi
GSM sebelumnya dan dengan harga yang lebih murah. Sebenarnya kenapa tarif yang
ditawarkan
oleh teknologi ini lebih murah karena Telkomflexi berbasis pada teknologi Wirelless Local-
Code
Division Multiple Access (WLL-CDMA) tidak saja karena fleksibilitas sebuah fix phone, tapi
yang
paling utama adalah struktur tarif yang katanya jauh lebih murah karena tidak dibebankan
biaya airtimenya.


Aplikasi teknologi
Ada beberapa teknologi tanpa kabel untuk teknologi selular ini, diantaranya adalah
CDMA (Code Division Multiple Access), menggunakan teknologi spread-spectrum untuk
mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini
asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik
daripada channel atau frekuensi RF
AMPS (Advanced Mobil Phone Service) merupakan teknologi analog yang menggunakan FDMA
(Frequency Division Multiple Access) untuk membagi-bagi bandwith radio yang tersedia ke
pada
sejumlah channel diskrit yang tetap. Dengan AMPS, bandwith 1,25 MHz yang diberikan untuk
penggunaan selular dibagi menjadi channel dengan lebar 30 KHz, masing-masing hanya dapat
melayani satu subscriber pada satu waktu. Satu subscriber mengakses sebuah channel maka
tidak satupun subscriber lainnya dapat mengakses channel tersebut sampai panggilan pertama
itu berhenti atau handed-off ke base station lainnya.
TDMA (Time Division Multiple Data), merupakan sebuah teknologi digital, sama halnya yaitu
dengan membagi-bagi spektrum yang tersedia kepada sejumlah channel diskrit yang tetap,
meskipun masing-masing channel merepresentasikan time slot yang tetap daripada band
frekunesi yang tetap. Sebagai contoh yang mengimplementasikan teknologi TDMA adalah GSM,
yang membagi carriers berlebar 2300 KHz menjadi delapan time-division channel. GSM (global
sistem for mobile) adalah teknologi yang berbasis TDMA
UMTS (Universal Mobile Telecomunication Access) merupakan salah sistem generasi ketiga
yang dikembangkan di Eropa. dirancang sehingga dapat menyediakan bandwith sebesar 2
Mbits/s. Layanan yang dapat diberikan UMTS diupayakan dapat memenuhi permintaan
pemakai
dimanapun berada, artinya UMTS diharapkan dapat melayani area yang seluas mungkin, jika
tidak ada cell UMTS pada suatu daerah dapat di route-kan melalui satelit.


Talk ShowComputer Easy
Deris Stiawan


Frekeunsi radio yang dialokasikan untuk UMTS adalah 1885-2025 MHz dan 2110-2200 MHz. Pita
tersebut akan digunakan oleh cell yang kecil (pico cell) sehingga dapat memberikan kapasitas
yang besar pada UMTS.
Teknologi Flexy ?
Saat ini teknologi CDMA sedang hangat dibicarakan, khususnya dengan masuknya PT. TELKOM
dengan produk TelkomFlexi-nya, Lalu pertanyaan mendasar kenapa teknologi ini lebih murah
dari teknoogi GSM sebelumnya.
Dari aspek teknologi baik GSM maupun CDMA merupakan standar teknologi seluler digital,
hanya bedanya GSM dikembangkan oleh Negara-negara eropa dan bersifat ‘open source’,
sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Yang perlu diperhatikan bahwa teknologi
GSM
dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda, sehingga perkembangan ke generasi 2,5G dan 3G
berikutnya akan berbeda terus. Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interfensi, dan
sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spectrum frekuensi secara bersama
karena mempergunakan teknik pengkodean tertentu.
Ponsel CDMA ada dua jenis tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus deprogram oleh
petugas operatoryang bersangkutan, dan satu lagi ponsel CDMA yang dilengkapi dengan RUIM
(Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal dengan SIM Card. Ada
sejumlah kelebihan yang ditawarkan CDMA. misalnya, komunikasi selular tidak lagi rawan
radiasi, tidak lagi seperti suara robot, tidak terputus-putus.
sistem CDMA dinilai lebih advance dibanding sistem selular digital yang sudah ada FSN mampu
memberikan suara alami yang lebih sempurna dibandingkan dengan sistem selular digital yang
sudah ada. serta power output yang sangat rendah yakni 0,2 watt (bandingkan dengan sistem
GSM) yang menggunakan 1,5 - 3 watt, menjadikan batere sistem CDMA lebih tahan lama.
Intinya beban biaya pada Telkomflexi bisa lebih murah karena customer tidak dibebankan
biaya
airtime yang selama ini menjerat pengguna GSM.




Talk ShowComputer Easy
Deris Stiawan


Biaya relatif hemat karena penghitungannya dilakukan secara real time yakni pulsa dihitung
per
detik, tanpa pembulatan seperti halnya penghitungan pulsa GSM yang selama ini berlaku.
Namu ada juga teknologi CDMA yang perhitungan tarifnya sama bahkan lebih dari GSM namun
juga kemampuan baik dari sisi content dan transfer data multimedia lebih unggul (fren dari
mobile8).
Feature teknologi CDMA
Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah
pelanggan
dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena
mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM.
Kapasitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel
dibanding sistem yang ada. Sistem CDMA menawarkan peningkatan kapasitas melebihi sistem
AMPS analog sebaik teknologi selular digital lainnya. CDMA menghasilkan sebuah skema
spreadspectrum
yang secara acak menyediakan bandwith 1.250 KHz yang tersedia untuk masingmasing
pemanggil 9600 bps bit rate.
Meningkatkan call security.
Keamanan menjadi sifat dari pendekatan spread spectrum CDMA, dan kenytaannya teknologi
ini
pertama dibangun untuk menyediakan komunikasi yang aman bagi militer.
Mereduksi derau dan interferensi lainnya.
CDMA menaikkan rasio signal-to-noise, karena lebarnya bandwith yang tersedia untuk pesan.
Efisinsi daya dengan cara memperpanjang daya hidup baterai telepon
Salah satu karakteristik CDMAadalah kontrol power sebuah usaha untuk memperbesar
kapasitas
panggilan dengan memepertahankan kekonstanan level daya yang diterima dari pemanggil
bergerak pada base station.
Fasilitas kordinasi seluruh frekuensi melalui base-station base station.
Sistem CDMA menyediakan soft hand-off dari satu base-station ke lainnya sebagai sebuah
roaming telepon bergrak dari sel ke sel,melakukan soft handoff mengingat semua sistim
menggunakanfrekuensi yang sama.
Fungsi spread-spectrum dan power-control yang memperbesar kapasitas panggil CDMA
mengakibatkan bandwith yang cukup untuk bermacam-macam layanan data multimedia, dan
skema soft hand-off menjamin tidak hilangnya data.
Meningkatkan kualitas suara
Memperbaiki karakteristik cakupan yang dapat menurunkan jumlah sel.
Meningkatkan privacy dan security.
Menyederhanakan perencanaan sistim
Memerlukan daya pancar yang lebih rendah, sehingga waktu bicara ponseldapat lebih lama.
Mengurangi interferensi pada sistim lain
Lebih tahan terhadap multipath.
Dapat dioperasikan bersamaan dengan teknologi lain (misal AMPS).
Teknologi masa depan CDMA
Wideband CDMA dan Broadband CDMA sebagai WLL (Wireless Local Loap) sengai teknologi
andalan masa depan dari CDMA, didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang
dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features


TalkShowComputer Easy
Deris Stiawan
features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk
voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini
memungkinkan
aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless. Keuntungan utama dari solusi
Broadband CDMA adalah flexibilitas. Sistem CDMA menyediakan untuk aplikasi komunikasi
pada
skala besar dan kecil dengan cost efektif yang diperhitungkan. Untuk bisnis selanjutnya dapat
menyediakan service voice dan ISDN data, seperti fax, email dan high speed internet access.
Ketika sistem Broadband CDMA dapat ditambah dengan mudah dan cepat ke jaringan existing
tanpa delay dan gangguan daripada instalasi kabel telepon. Koneksi ke jaringan LAN untuk
email dan sharing resources sperti printer dan mesin fax dapat dikonfigurasi dengan mudah.
Perbedaan mendasar teknologi GSM dan CDMA
Perbedaan mendasar dari teknologi CDMA adalah sistem modulasinya. Modulasi CDMA
merupakan kombinasi FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division
Multiple Access). Pada teknologi FDMA, 1 kanal frekuensi melayani 1 sirkuit pada satu waktu,
sedangkan pada TDMA, 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan cara slot
waktu yang berbeda.
Pada CDMA beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu bersamaan dan frekuensi yang sama,
dimana pembedaan satu dengan lainnya ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan
spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien.
Kelebihan yang ditawarkan CDMA antara lain kualitas suara dan data, harga atau tarif yang
lebih murah, investasi yang lebih kecil, dan keamanan dalam berkomunikasi (tidak mudah
disadap).
Teknologi GSM dengan GPRS nya akan terlibas dengan content pada CDMA karena
keterbatasan
akan lebar data dan aplikasi multimedia pada teknologi GSM.
Kelebihan teknologi berbasis GSM diindonesia adalah coverage yanga luas dan roaming jelajah
yang sangat luas baik dalam negeri bahkan seluruh dunia, sedangkan CDMA dengan
telkomflexi
masih sangat terbatas.
CDMA menggantikan dominasi GSM ?
Dalam serbuan iklan dan janji yang diberikan oleh Telkomflexi membuat Pihak operator
selular
khawatir ketar ketir, lalu membuat masyarakat penasaran dengan adanya promosi bahwa
Telkomflexi berbasis teknologi Wireless Local Loap-Code Division Multiple Access (WLL-CDMA)
tidak saja karena fleksibilitas sebuah fix phone, tapi yang paling utama adalah struktur tarif
yang katanya jauh lebih murah.
Jika selama ini pemakai ponsel GSM biasanya harus membayar biaya percakapan lokal dengan
dasar tarif airtime plus pulsa sebesar Rp. 425/menit untuk kartu pasca-bayar dan kurang lebih
Rp. 1.000/ menit untuk kartu pra-bayar, maka jika mempergunakan ponsel dengan basis
CDMA
hanya ditarik biaya tarif telepon rumah yang bersifat lokal.
Hanya saja, dalam masalah tarif ini banyak orang terjebak oleh pemahaman bahwa "karena
teknologi CDMA-nya" tarif telepon bisa jadi tarif lokal dan murah. Padahal, apakah
berteknologi
CDMA atau GSM, tarif tidak punya hubungan langsung karena masalah tarif merupakan produk
dari sebuah regulasi, baik yang dibuat pemerintah atau operator.
Para operator selular (GSM) boleh saja ketar-ketir dan mencurigai kehadiran Telkomflexi
sebagai ancaman serius. Namun jika kita tinjau struktur tarif para operator selular seperti
pembebasan biaya incoming roaming, flate-rate, zona extra luas dan tarif single POC
sebenarnya telah menggerogoti porsi PT Telkom.
Struktur tersebut merupakan senjata pamungkas bagi para operator selular untuk tetap
mempertahankan diri dari ancaman kehadiran Telkomflexi.
Lagi pula para pemegang lisensi CDMA fixed wireless seperti PT Telkom dan PT Indosat adalah
pemegang saham mayoritas di operator GSM, sehingga tampaknya keduanya tidak ingin
mematikan mesin uangnya sendiri sebagai operator selular.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:94
posted:10/24/2011
language:Indonesian
pages:16