Tata nama senyawa asam basa
Document Sample


Kelas X : Tata Nama dan Persamaan Reaksi |1
Tata Nama Senyawa Asam dan Basa
Jejaring Kimia - Asam basa merupakan dua larutan yang menghasilkan ion jika dilarutkan dalam
air (Asam Basa Arrhenius). Dikatakan asam jika larutan tersebut menghasilkan ion H + dan sisa
asamnya berupa non logam.
HA H+ + A- (A- merupakan sisa asam/non logam).
Sedangkan basa merukapakan larutan yang menghasilkan ion OH- dan sisa basanya berupa
logam (golongan IA, IIA, Al dan Fe).
BOH B+ + OH- (B+ merupakan sisa basa/logam).
Penamaan Senyawa Asam
Secara umum, senyawa asam dapat dikelompokkan menjadi dua:
1. Senyawa asam yang tidak mengandung oksigen; penamaannya cukup dengan menuliskan
kata “asam” lalu diikuti oleh anion/sisa asam dengan akhiran “-ida”
2. Senyawa asam yang mengandung oksigen; tidak ada aturan baku dalam penamaan jenis
asam yang satu ini, hanya tergantung pada jenis anionnya.
3. Senyawa asam oksihalogen yaitu senyawa asam halida yang mengandung oksigen;
penamannya tergantung dari jumlah biloks halogennya:
a. Biloks +1 : asam hipohalit {trivial} atau asam halat (I) {IUPAC}
b. Biloks +3 : asam halit {trivial} atau asam halat (III) {IUPAC}
c. Biloks +5 : asam halat {trivial} atau asam halat (V) {IUPAC}
d. Biloks +7 : asam perhalat {trivial} atau asam halat (VII) {IUPAC}
Ganti suku kata “hal” pada kedua metode tata nama di atas dengan nama halogennya (klor
untuk Cl, brom untuk Br, iod untuk I). Fluor F tidak memembentuk asam oksihalogen karena
paling elektronegatif dengan kata lain hanya mempunyai satu bilangan oksidasi yaitu -1.
Contoh tata nama senyawa asam.
1. Senyawa asam yang tidak mengandung oksigen
HCl : asam clorida
HBr : asam bromida
HCN : asam sianida
H2S : asam sulfida
H2F : asam fluorida
Kelas X : Tata Nama dan Persamaan Reaksi |2
2. Senyawa asam yang mengandung oksigen
HNO3 : asam nitrat (anion berupa ion nitrat NO3-)
H2CO3 : asam karbonat (anion berupa ion karbonat CO32-)
H2SO4 : asam sulfat (anion berupa ion sufat SO42-)
H2CrO4 : asam kromat (anion berupa ion kromat CrO42-)
H3PO4 : asam fosfat (anion berupa ion fosfat PO43-)
3. Senyawa asam oksihalogen
Asam dengan biloks +1 :
HClO : Asam hipoklorit {trivial} atau asam klorat (I)
HBrO : asam hipobromit {trivial} atau asam bromat (I)
Asam dengan biloks +3 :
HClO2 : asam klorit {trivial} atau asam klorat (III)
Asam dengan biloks +5 :
HClO3 : asam klorat {trivial} atau asam klorat (V)
HIO3 : asam iodat {trivial} atau asam iodat (V)
Asam dengan biloks +7 :
HClO4 : asam perklorat {trivial} atau asam klorat (VII)
HBrO4 : asam perbromat {trivial} atau asam bromat (VII)
Penamaan Senyawa Basa
Penamaan senyawa basa dengan menyebutkan nama kation/ion logam terlebih dahulu lalu
diikuti dengan “hidroksida”. Jika kation berupa logam yang memiliki lebih dari 1 bilangan
oksidasi, maka tuliskan bilangan oksidasi setelah nama kation/logamnya.
Contoh penamaan senyawa basa
NaOH : natrium hidroksida (ion logam natrium Na+)
Ca(OH)2 : calsium hidroksida (ion logam calsium Ca2+)
Al(OH)3 : aluminium hidroksida (ion logam aluminium Al3+)
Fe(OH)2 : besi(II) hidroksida (ion logam besi Fe2+)
Fe(OH)3 : besi(III) hidroksida (ion logam besi Fe3+)
© 2011
Rino Safrizal
http://facebook.com/cheloniamydas17
http://jejaringkimia.blogspot.com
Shared by: Rino Safrizal
About
I'm a blogger and chemistry teacher
Related docs
Other docs by rino19