Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

kimia analisis

VIEWS: 5,084 PAGES: 18

									                 Laporan Resmi
          Praktikum Kimia Analisis
            IDENTIFIKASI OBAT




                   Disusun Oleh:
             Kelompok/Gelombang: 3/3

    1. Iriyanti                    (G1F010051)
    2. Desi Sutanti                (G1F010052)
    3. Nita Dwi Indriani           (G1F010053)
    4. Okty Firia I.Z              (G1F010054)
    5. Indra Pradipta              (G1F010057)


       KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL

       UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

                JURUSAN FARMASI

                   PURWOKERTO

                           2011
                                  PERCOBAAN 1
                              IDENTIFIKASI OBAT


I.   TUJUAN
             Mahasiswa mampu mengidentifikasi, pemurnian, dan pemisahan suatu
     senyawa obat dalam sampel menggunakan prinsip analisis kimia kualitatif.


II. ALAT DAN BAHAN
     A. ALAT
                Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah tabung reaksi,
          rak tabung reaksi, pipet tetes, beaker glass, penjepit, pembakar spirtus,
          korek api, plat tetes, lampu UV, batang pengaduk, dan spatula.


     B. BAHAN
                Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah aquades,
          larutan H2SO4 pekat, larutan asam, larutan CuSO4, alcohol 70%, larutan
          NaOH, etanol 75%, larutan FeCl3, iodium, larutan HCl, asam salisilat,
          theofilin, talk, bolus alba, sulfanilamid, sulfaguanidin, amilum, hexamine,
          Na benzoat, nipagin, nikotinamida, CTM, vitamin B1, vitamin C, dan
          senyawa obat campuran zat A.




III. DATA PENGAMATAN
     1.   Organoleptis

     No Senyawa Obat           Bau           Rasa           Bentuk         Warna
      1     Talk             Khas       Hambar           Serbuk halus      Putih
      2     Asam Salisilat Khas         Pahit            Serbuk kasar      Putih
      3     Sulfonilamid     Khas       Pahit            Serbuk kasar      Putih
      4     Amilum           Tepung     Hambar           Serbuk halus      Putih
      5     Vitamin C        Kecut      Manis-Masam Serbuk kasar           Orange
      6     Nikoninamida Khas           Pahit            Kristal           Putih
    7     CTM             Khas       Pahit            Serbuk halus      Putih
    8     Hexamin         Khas       Manis            Kristal           Putih
    9     Sulfaguanidin   Khas       Tawar            Serbuk kasar      Putih
    10    Theofilin       Khas       Pahit            Serbuk kasar      Putih
    11    Bolus Alba      Khas       Tawar            Serbuk halus      Putih
    12    Na Benzoat      Khas       Agak asam        Kristal amorf Putih
    13    Nipagin         Khas       Mint-pahit       Serbuk halus      Putih
    14    Vitamin B1      Khas       Pahit            Serbuk kasar      Putih
    15    Zat A           Khas       Pahit            Serbuk halus      Putih



2. Uji Kelarutan

No       Senyawa Obat      Akuades           Kloroform           Etanol 75%
                                                                Tidak Larut,
1                         Tidak Larut   Tidak larut
         Talk                                                   ada endapan
2        Asam Salisilat   Tidak Larut   Larut                   Larut
3        Sulfonilamid     Mengkristal Tidak Larut               Tidak Larut
4        Amilum           Larut         Larut                   Larut
5        Vitamin C        Larut         Tidak Larut             Tidak Larut
                                        Tidak Larut
6                         Larut                                 Larut
         Nikoninamida                   mengendap
7        CTM              Larut         Larut                   Larut
8        Hexamin          Larut         Larut                   Larut
9        Sulfaguanidin    Tidak larut   Larut                   Larut
10       Theofilin        Tidak Larut   Tidak Larut             Tidak larut
                                        Tidak larut, ada
11                        Larut                                 Larut
         Bolus Alba                     endapan
                                        Tidak Larut, ada
12                        Larut                                 Larut
         Na Benzoat                     endapan
                                        Tidak Larut, ada
                          Larut
13       Nipagin                        endapan                 Larut
                                                Tidak Larut, ada
                               Larut
    14    Vitamin B1                            endapan               Tidak Larut
                                                Tidak larut, ada
    15    Zat A                Larut            endapan               Larut


3.       Fluorosensi di bawah sinar UV

No          Senyawa Obat           Aquades          Etanol 75%          Kloform
1         Talk                  Putih               Putih           Putih
2         Asam Salisilat        Putih Pucat         Bening          Putih keabuan
3         Sulfonilamid          Putih               Bening          Putih
4         Amilum                Bening              Bening          Bening
5         Vitamin C             Kuning              Kuning          Kuning
6         Nikoninamida          Bening              Bening          Putih
7         CTM                   Bening              Bening          Bening
8         Hexamin               Bening              Bening          Bening
9         Sulfaguanidin         Putih               Bening          Bening
10        Theofilin             Putih               Putih           Putih
                                                    Hijau           Putih Kusam
11                              Bening
          Bolus Alba                                Kekuningan
                                Hijau               Bening          Putih
12
          Na Benzoat            kekuningan
13        Nipagin               Bening              Bening          Abu-abu
14        Vitamin B1            Bening              Bening          Bening
15        Zat A                 Bening              Bening          Putih



4.       Uji Pendahuluan
         a. Golongan Karbohidrat

     No       Senyawa Obat              Warna             Endapan      Karbohidrat
     1        Talk                      Putih                -                -
     2        Asam Salisilat       Pink bening               -                -
3     Sulfonilamid         Bening          -         -
4     Amilum               Kuning          -        +
                           Kuning
5
      Vitamin C          Kecoklatan        -         -
6     Nikoninamida         Bening          -         -
7     CTM                  Kuning          -        +
8     Hexamin              Bening          -         -
9     Sulfaguanidin         Putih         +          -
10    Theofilin            Kuning         +         +
11    Bolus Alba            Putih         +          -
12    Na Benzoat           Bening          -         -
13    Nipagin              Bening          -         -
                           Kuning
14    Vitamin B1         Kecoklatan        -         -
                           Kuning
15    Zat A              kecoklatan       +          -


 b. Golongan Fenol dan Salisilat

No    Senyawa Obat         Warna       Salisilat   Fenol
1     Talk             Kuning Keruh        -         -
2     Asam Salisilat        Ungu          +         +
3     Sulfonilamid         Orange          -         -
4     Amilum            Kuning keruh       -         -
5     Vitamin C            Kuning          -         -
6     Nikoninamida       Merah bata        -         -
7     CTM                  Orange          -         -
8     Hexamin            Merah bata        -         -
                       Kuning coklat
9
      Sulfaguanidin        bening          -         -
10    Theofilin            Kuning          -         -
11    Bolus Alba          Abu-abu          -         -
    12           Na Benzoat        Kuning coklat          -                  -
    13           Nipagin               Ungu               +                  +
    14           Vitamin B1           Kuning              -                  -
    15           Zat A                 Hitam              -                  -


        c. Golongan Aniline

    No           Senyawa Obat          Bau Busuk
        1        Talk                       +
        2        Asam Salisilat             +
        3        Sulfonilamid               +
        4        Amilum                     +
        5        Vitamin C                  +
        6        Nikoninamida               +
        7        CTM                        +
        8        Hexamin                     -
        9        Sulfaguanidin              +
    10           Theofilin                  +
    11           Bolus Alba                 +
    12           Na Benzoat                 +
    13           Nipagin                    +
    14           Vitamin B1                 +
    15           Zat A                       -


5. Reaksi Khusus
   1.       Reaksi Khusus
            a.   Asetol
                 Asam salisilat   etanol + H2SO4 pekat panaskan violet
                 + air ke dalam tabung reaksi sampai penuh               Violet
            b.   Theofilin
                 Theofilin + Iodium       endapan coklat muda
            c.   Asam Benzoat
       Na-Benzoat + air (panaskan, dinginkan) + FeCl3                endapan coklat
                        + HCL          tidak larut
d.     Amylum
       Amylum + Iodium                 hitam
e.     Sulfanilamida
       Sulfanilamida + NaOH                  putih, ada endapan
                         + larutan asam             bening, endapan putih
f.     Nipagin
                         panaskan
       Nipagin + air                putih
                 + FeCl3            ungu tua
g.     Sulfaguanidin
       Sulfaguanidin + NaOH                  bening, ada endapan
                         + larutan asam             netral
                                     kocok
                         + CuSO4             bening, sedikit endapan
h.     Zat A
       Zat A + air + FeCl3             ungu
       Zat A + FeCl3panaskan hitam
       Zat A + air panaskan putih
               + FeCl3          ungu            coklat


                                                                  Hasil
     No.     Nama Sampel                Literatur                            Zal L
                                                              Percobaan
     1.      Parasetamol               Biru-Violet             Ungu tua       (+)
     2.      Asam Salisilat                  Ungu                             (+)
                                    Ungu kemerahan
     3.      Nipagin                                         Ungu  coklat    (+)
                                         coklat


Kesimpulan zat A:
a.        Nipagin
b.        Parasetamol
IV.   PEMBAHASAN

              Analisis kualitatif, yaitu analisis yang berhubungan dengan
      identifikasi suatu zat atau campuran yang tidak diketahui. Walaupun
      analisis kualitatif sudah banyak ditinggalkan, namun analisis kualitatif ini
      merupakan aplikasi prinsip-prinsip umum dan konsep-kosep dasar yang
      telah dipelajari dalam kimia dasar. Analisis kualitatif senyawa obat
      membahas tentang identifikasi suatu zat fokus kajiannya adalah unsur apa
      yang terdapat dalam suatu sampel. Untuk memudahkan dalam suatu
      identifikasi, sebaiknya senyawa obat yang diidentifikasi ditentukan dahulu
      struktur kimia organiknya sehingga kita dapat mengetahui golongan unsur,
      analisis gugus, unsur-unsur penyusun senyawa (C, N, S, P atau halogen)
      dari senyawa obat, kemudian memudahkan kita untuk mengetahui sifat-
      sifat kimia kimia seperti kelarutan (Auterhoff dan Kovark,1978).
              Identifikasi senyawa obat yang telah terekstraksi yang diperiksa
      organoleptiknya meliputi bentuk, bau, rasa dan kelarutan, kemudian di
      lanjutkan dengan pemeriksaan pendahuluan berupa kelarutan dalam asam
      dan basa, analisis unsur N, S, dan halogen. Diperiksa gugus fungsinya dan
      dilanjutkan dengan pemeriksaan khusus untuk golongan senyawa tersebut
      (Anonim, 2010).
              Pada praktikum kali ini dilakukan identifikasi terhadap 15
      senyawa obat yang memiliki sifat fisika kimia masing-masing, berikut
      akan dijelaskan sifat-sifat dari masing-masing senyawa obat tersebut:

      a. Asam Salisilat
                          Asam salisilat mempunyai berat molekul 138,12
                          gr/mol dan mengandung tidak kurang dari 99,5% dan
                          tidak lebih dari 101,0% C7H6O3, dihitung terhadap zat
                          yang telah dikeringkan. Pemeriannya hablur putih,
                          biasanya berbentuk jarum halus atau serbuk hablur
         halus, putih, rasa agak manis, tajam, dan stabil di udara. Bentuk
         sintesis warna putih, tidak berbau. Jika dibuat dari metil salisilat alami
         dapat berwarna kekuningan atau merah jambu dan berbau lemah mirip
   etanol. Kelarutannya sukar larut dalam air dan dalam benzena, mudah
   larut dalam etanol dan eter, larut dalam air mendidih, agak sukar larut
   dalam kloroform. Berat molekulnya 138,1 gram/mol dan memiliki titik
   lebur antara 158-161ºC. Sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup
   baik. Khasiatnya untuk keratolitikum dan anti fungi.
b. Sulfanilamid
                                Sulfanilamide mempunyai berat molekul
                                172,21 gr/mol dan mengandung tidak
                                kurang dari 99,0% C6H8N2O2S, dihitung
   terhadap zat yang telah dikeringkan. Pemeriannya hablur, serbuk
   hablur atau butiran, putih, tidak berbau, rasa agak pahit kemudian
   manis. Larut dalam 200 bagian air, sangat mudah larut dalam air
   mendidih, agak sukar larut dalam etanol 95%, sangat sukar larut
   dalam kloroform, dalam eter dan dalam benzene, mudah larut dalam
   aseton, larut dalam gliserol, dalam asam klorida dan dalam alkali
   hidroksida. Titik leburnya antara 164,5o-167o C. Sebaiknya disimpan
   dalam wadah tertutup baik dan terlindung cahaya. Khasiatnya sebagai
   antibakteri.
c. Sulfaguanidin
                      Sulfaguanidin memiliki berat molekul 232,26
                      gr/mol dan mengandung tidak kurang dari 99,0%
                      C7H10N4O2S, dihitung terhadap zat yang telah
                      dikeringkan. Pemeriannya hablur atau serbuk,
   putih, tidak berba atau hampir tidak berbau, oleh pengaruh cahaya
   lambat laun warna berubah menjadi gelap. Mudah larut dalam air
   mendidih dan dalam asam mineral encer, sukar larut dalam etanol 95%
   dan dalam aseton, sangat sukar larut dalam air, praktis tidak larut
   dalam larutan alkali hidroksida. Suhu leburnya antara 190-192,5oC
   dengan berat molekul 232,2 gr/mol. Sebaiknya disimpan dalam wadah
   tertutup baik dan terlindung dari cahaya. Khasiatnya sebagai
   antibakteri.
d. Parasetamol
                      Parasetamol mempunyai berat molekul 151,16
                      gr/mol dan mengandung tidak kurang dari 98,0%
                      dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2, dihitung
                      terhadap zat anhidrat. Pemeriannya serbuk hablur,
   putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit. Kelarutannya larut dalam air
   endidih dan dalam natrium hidroksida 1 N, mudah larut dalam
   etanol.Titik leburnya antara 168o-172o C. Sebaiknya disimpan di dalam
   wadah tertutup rapat tidak tembus cahaya. Khasiatnya untuk
   antipeuretik dan analgetik.
e. Nipagin
                      Nipagin memiliki rumus kimia berupa C8H8O3
                       dengan berat molekul sebesar 152,2 gr/mol.
                       Pemeriannya serbuk hablur halus, putih, hampir
                       tidak berbau, tidak mempunyai rasa, kemudian
   agak membakar diikuti rasa tebal. Larut dalam 500 bagian air, dalam
   20 bagian air mendidih, dalam 3,5 bagian etanol 95% dan dalam 3
   bagian aseton, mudah larut dalam eter dan dalam larutan alkali
   hidroksida, larut dalam 60 bagian gliserol panas dan 40 bagian minyak
   lemak nabati panas, jika didinginkan larutan tetap jernih, dan titik
   leburnya antara 125o-128o C.
f. Nikotinamida
                           Nikotinamida    mempunyai     berat    molekul
                           122,13 gr/mol dan mengandung tidak kurang
                           dari 98,5% dan tidak lebih dari 101,0%
                           C6H6N2O, dihitung terhadap zat yang telah
                           dikeringkan.   Pemeriannya    serbuk    hablur,
                           putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau,
   rasa pahit.Mudah larut dalam air dan dalam etanol 95%, larut dalam
   gliserol. Titik leburnya antara 128o-131oC. Sebaiknya disimpan dalam
   wadah tertutup rapat. Khasiatnya untuk antipelagra.
g. Hexamine


                         Hexamin mempunyai berat molekul 140,19
                         gr/mol dan mengandung tidak kurang dari
                         99,0% C6H12N4 dihitung terhadap zat yang telah
                         dikeringkan di atas fosforpentoksida selama 4
   jam. Pemeriannya hablur, mengkilap, tidak berwarna atau serbuk
   hablur putih, tidak berbau, tidak membakar dan manis kemudian agak
   pahit. Jika dipanaskan pada suhu lebih kurang 260o C menyublim.
   Larut dalam 1,5 bagian air, dalam 12,5 ml etanol 95% dan dalam lebih
   kurang 10 bagian kloroform. Sebaiknya disimpan dalam wadah
   tertutup baik.Khasiatnya untuk antiseptik saluran kemih.
h. CTM
                          Klorfeniramina     maleat    memiliki    rumus
                          molekul C16H19ClN2C4H4O4 dan berat molekul
                          390,87 gr/mol. Mengandung tidak kurang dari
                          98,0%     dan    tidak   lebih   dari   100,5%
   C16H19ClN2C4H4O4, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
   Pemeriannya serbuk hablur, putih tidak berbau, rasa pahit.Larutan
   mempunyai pH antara 4 dan 5.Mudah larut dalam air, larut dalam
   etanol dan dalam kloroform, sukar larut dalam eter dan dalam benzena.
   Titik leburnya antara 130o-135o C. Sebaiknya disimpan dalam wadah
   tertutup rapat tidak tembus cahaya. Khasiatnya sebagai antihistamin.
i. Na Benzoat

                Na-benzoat mempunyai berat molekul 144,11 gr/mol dan
                mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari
                100,5% C7H5NaO2, dihitung terhadap zat anhidrat.
                Pemeriannya berbentuk granul atau serbuk hablur, putih,
   tidak berbau atau praktis tidak berbau, dan stabil di udara. Kelarutnya
   mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, dan lebih mudah
   larut dalam etanol 90%. Sebaiknya na-benzoat disimpan dalam wadah
   tertutup baik. Khasiatnya untuk zat pengawet.
j. Amilum

                             Pemeriksaan         organoleptik       amilum     berupa
                             bubuk putih, tidak berasa dan tidak berbau.
                             Kelarutan amilum yaitu praktis tidak larut
                             dalam air dingin dan etanol. Pada amilum ada
                             dua macam ikatan glikosidik karena amilum
                             mempunyai dua komponen., yaitu α-amilosa
   dan    amilopektin.     Monomer-monomer            glukosa       pada     α-amilosa
   dihubungkan      oleh     ikatan    1,4      α-glikosidik,   sedangkan        pada
   amilopektin, yang merupakan rantai cabang amilum, ikatannya adalah
   1,6 α-glikosidik.

k. Theofilin
                           Theofilin memiliki rumus molekul C7H8N4O2 dan
                           berat molekul 198,18 gr/mol. Mengandung satu
                           molekul air hidrat atau anhidrat serta tidak kurang
                           dari   97,0%      dan    tidak    lebih    dari     102,0%
   C7H8N4O2, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Pemeriannya
   serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa pahit, stabil di udara. Theofilin
   sukar larut dalam air, tetapi lebih mudah larut dalam air panas, mudah
   larut dalam larutan alkil hidroksida dan dalam ammonium hidroksida,
   agak sukar larut dalam etanol, dalam kloroform dan dalam eter. Titik
   leburnya antara 270-274 oC. Sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup
   rapat tidak tembus cahaya. Khasiatnya untuk spasmolitikum bronkial.

l. Talk
   Talk    adalah   magnesium         silikat    hidrat     alam,    kadang-kadang
   mengandung sedikit aluminum silikat. Pemeriannya serbuk hablur
   sangat halus, putih atau putih kelabu. Berkilat, mudah melekat pada
   kulit dan bebas butiran. Tidak larut dalam hampir semua pelarut.
   Sebaknya disimpan dalam wadah tertutup baik. Khasiatnya sebagai zat
   tambahan.
m. Bolus Alba
   Bolus alba atau kaolin ringan adalah alauminium silikat hidrat alam,
   bebas dari sebagian besar cemaran dengan cara elutriasi dan
   dikeringkan, mengandung zat pendispersi yang sesuai. Pemeriannya
   serbuk, putih, ringan, tidak mengandung butiran kasar, tidak atau
   hampir tidak berbau. Praktis tidak larut dalam air dan dalam asam
   mineral. Sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup baik. Khasiatnya
   sebagai bahan tambahan (penyerap).
n. Vitamin B1
                                        Tiamina                  Hidroklorida
                                        mengandung tidak kurang dari
                                        98,0%     dan    tidak    lebih   dari
                                        101,0%          C12H17ClN4OS.HCl,
                                        dihitung terhadap zat yang telah
                                        dikeringkan.     Pemerian     Hablur
   kecil atau serbuk hablur;putih;bau khas lemah mirip ragi;rasa pahit.
   Mudah larut dalam air.Sukar larut dalam etanol (95%); praktis tidak
   larut dalam eter dan dalam benzene; larut dalam gliserol. Keasaman-
   kebasaan pH larutan 1% b/v 2,7 sampai 3,4. Penyimpanan dalam
   wadah tertutup baik, terlindungi dari cahaya. Khasiat dan penggunaan
   sebagai antineuritikum; komponen vitamin B kompleks.
o. Vitamin C
                           Asam Askorbat mengandung tidak kurang
                           dari 99,0% C6H8O6. Pemerian Serbuk atau
                           Hablur; putih atau agak kuning; tidak
                           berbau; rasa asam.Oleh pengaruh cahaya
                           lambat laun menjadi gelap. Dalam keadaan
                           kering,mantap di udara, dalam larutan cepat
   teroksidasi. Mudah larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol
   (95%); praktis tidak larut dalam kloroform, dalam eter dan dalam
   benzene. Suhu lebur kurang lebih 190˚. Penyimpanan dalam wadah
          tertutup rapat, terlindungi dari cahaya. Khasiat dan penggunaan
          sebagai antiskorbut (Anonim,1979).

      Pada analisis identifikasi obat secara kualitatif kali ini dilakukan dengan
pengujian-pengujian, diantaranya adalah :

1.   Uji Organoleptik
            Pengujian ini dilakukan untuk mengidentifikasi rasa, bau dan
     warna obat dengan cara dilihat, dibaui dan dirasakan. Tekstur kehalusan
     obat diamati dengan cara diraba dengan ujung jari.


2.   Uji Kelarutan
            Pengujian   ini   dilakukan   dengan    melarutkan     bahan    obat
     menggunakan pelarut organik (akuades) dan pelarut anorganik (etanol
     70% dan kloroform) dalam plat tetes. Obat yang larut dalam akuades
     yaitu amilum, vitamin C, CTM, nikotinamida, hexamine, bolus alba, Na
     benzoate, nipagin dan zat A. Obat yang larut etanol 75% yaitu asam
     salisilat, amilum, CTM, nikotinamida, hexamine, sulfaguanidin, bolus
     alba, Na benzoate, nipagin dan zat A.sedangkan yang larut dalam
     kloroform adalah asam salisilat, amilum, CTM, hexamine, dan
     sulfaguanidin.
3.   Uji Fluoresensi
            Sediaan serbuk dilarutkan dengan akuades kemudian dilihat di
     bawah lampu UV warna yang muncul dari masing-masing larutan zat
     diamati dan dicatat.
4.   Analisis Pendahuluan
            Percobaan pendahuluan kimia meliputi kelarutannya dalam asam
     dan basa. Pada analisis unsur diperiksa kehadiran nitrogen, sulfur dan
     halogen. Berikut adalah analisis pendahuluan yang dilakukan terhadap
     beberapa bahan obat:
     a.    Nipagin : termasuk golongan aniline karena jika ditambahkan NaOH
           dan etanol dan dipanaskan akan tercium bau busuk.
b.   CTM : tidak termasuk golongan karbohidrat, fenol atau salisilat
     karena tidak menunjukan perubahan jika ditambahkan NaOH, FeCl3
     ataupun etanol.
c.   Amilum : ditambah larutan NaOH kemudian dipanaskan, maka akan
     terbentuk warna kuning. Hal tersebut menunjukkan amilum
     termasuk golongan karbohidrat.
d.   Theofilin : termasuk golongan anilin karena jika ditambahkan NaOH
     dan etanol dan dipanaskan akan tercium bau busuk.
e.   Bolus alba : ditambah NaOH dan etanol kemudian dipanaskan akan
     menunjukkan berbau busuk hal ini menunjukkan bahwa bolus alba
     termasuk golongan anilin.
f.   Sulfanilamid      : ditambah NaOH dan etanol kemudian dipanaskan
     akan menunjukkan berbau busuk hal ini menunjukkan bahwa
     sulfanilamid termasuk golongan anilin.
g.   Talk : ditambah NaOH dan etanol kemudian dipanaskan akan
     menunjukkan berbau busuk hal ini menunjukkan bahwa talk
     termasuk golongan anilin.
h.   Hexamin : bila ditambah NaOH dan etanol akan tercium bau gas
     atau bau formaldehid.
i.   Asam salisilat : termasuk dalam golongan salisilat dan aniline karena
     bila senyawa ditambahkan FeCl3 akan terjadi warna ungu biru dan
     jika ditambahkan NaOH dan etanol akan tercium bau busuk.
j.   Parasetamol : zat ini termasuk dalam golongan aniline yang
     diidentifikasi dengan cara, zat ditambah NaOH dan ethanol
     kemudian dipanaskan untuk mempercepat reaksi karena dapat
     menurunkan energi aktivasi sehingga akan tercium bau busuk
     menandakan adanya turunan amina aromatis. Termasuk golongan
     fenol juga karena jika ditambahkan FeCl3 berubah warna ungu-biru.
k.   Nikotinamida : bila ditambah NaOH dan etanol kemudian
     dipanaskan akan tercium bau busuk. Namun, prosedur identifikasi
     yang seharusnya dilakukan untuk bahan ini adalah dengan didihkan
             sebanyak 100 mg dengan 1 ml natrium hidroksida 2 N maka akan
             tercium bau amoniak.
      l.     Sulfaguanidin : Untuk mengidentifikasi bahan senyawa ini adalah
             dengan cara ditambah NaOH encer kemudian dinetralkan dengan
             asam, disini menggunakan HCl encer, dan ditambah larutan CuSO4
             dan kocok, amati warna yang terjadi. Apabila zat ini ditambah
             NaOH tidak larut lalu didihkan maka akan tercium bau amoniak.
      m. Natrium benzoate : tidak termasuk golongan fenol maupun salisilat,
             karena bila ditambah akuades kemudian dapanaskan dan setelah
             dingin ditambah FeCl3 menghasilkan endapan kuning kecoklatan.


 5.   Reaksi Khusus
      a.     Nipagin : diidentifikasi dengan cara ditambah akuades kemudian
             dipanaskan setelah itu dibiarkan sampai dingin lalu FeCl3 maka akan
             memberikan hasil berupa warna ungu dan lama-kelamaan akan
             berubah menjadi warna coklat.
      b.     Amylum : diidentifikasi dengan menambahkan larutan yodium maka
             akan terbentuk warna ungu.
      c.     Asam salisilat : ditambahkan 1-2 tetes besi (III) klorida dan
             dipanaskan akan berubah warna menjadi warna violet.
      d.     Parasetamol : sejumlah zat dilarutkan dalam akuadest dan ditambah
             1 tetes larutan FeCl3, akan berubah warna biru violet.
      e.     Sulfaguanidin : zat ditambah larutan NaOH kemudian dinetralkan
             dengan HCl, ditambah larutan CuSO4 dan dikocok agar homogen,
             kemudian akan terbentuk endapan putih dan larut biru. Hal ini
             menunjukkan sulfaguanidin termasuk golongan sulfa.
Hasil vs Pustaka
           Setelah dibandingkan dengan pustaka, ada beberapa hasil pengamatan
organoleptic yang tidak sesuai. Asam salisilat seharusnya tidak berabu dan
rasanya manis. Sulfanilamide seharusnya berupa serbuk hablur butiran,
berwarna putih, tidak berbau, dan rasanya pahit kemudian manis.
Sulfaguanidin berupa serbuk putih dan tak berbau. Nipagin berbentuk hablur
halus putih, tidak berbau, dan rasanya tidak berasa yang kemudian terasa
membakar. Nikotin berupa serbuk hablur dan hampir tidak berbau. Hexamine
berbentuk hablur mengkilap, tidak berbau, dan rasanya manis kemudian pahit.
CTM seharusnya tidak berbau. Na Benzoat berupa granul / serbuk hablur dan
tidak berbau. Amilum tidak berasa dan tidak berbau. Theofilin rasanya pahit,
berupa serbuk hablur, dan tidak berbau. Talk berbentuk serbuk halus, putih
kelabu. Bolus alba berupa serbuk, warna putih dan tidak berbau. Vitamin B1
seharusnya berbentuk serbuk putih, bau khas dan rasanya pahit. Vitamin C
berupa serbuk putih agak kuning, tidak berbau, dan rasanya asam (Anonim,
1995). Selain yang disebutkan disini berarti hasil pengamatan organoleptiknya
sudah sesuai dengan pustaka.
       Hasil pengamatan untuk uji kelarutan juga ada beberapa yang tidak
sesuai dengan pustaka. Beriku tpenjelasannya. Asam salisilat agak sukar larut
dalam kloroform dan mudah larut dalam etanol. Sulfnilamid harusnya larut
dalam air, sukar larut dalam etanol, dan sangat sukar larut dalam kloroform.
Sulfaguanidin sukar larut dalam etanol dan sangat sukar larut dalam air. Na
Benzoat sukar larut dalam etanol. Amilum praktis tidak larut dalam akuades,
etanol, dan kloroform. Theofilin tidak larut dalam air, etanol, dan kloroform.
Talk tidak larut dalam semua pelarut. Bolus alba tidak larut dalam air. Vitamin
B1 larut dalam air, tetapi tidak larut dalam etanol. Vitamin C larut dalam air,
tapi tidak larut dalam kloroform (Anonim, 1995). Selain yang disebut kan
disini, data percobaan sudah sesuai dengan pustaka.
      Kendala- kendala dalam praktikum :
 1.   Kurangnya alat yang disediakan, seperti tabung reaksi. jadi memakan
      waktu yang lebih lama pada praktikum kali ini.
 2.   Tidak tersedianya semua bahan yang dibutuhkan, sehingga tidak semua
      uji kita lakukan karena keterbatasan bahan tersebut.
V.     Kesimpulan
      Pada praktikum kali ini dilakukan identifikasi terhadap 15 senyawa obat
       yang memiliki sifat fisika kimia masing-masing. Senyawa obat yang
       digunakan antara lain adalah            Asam salisilat, Talk ,Theofilin,
       Sulfaguanidin, Nipagin, Nikotinamida, CTM, Hexamine, Sulfonilamid, Na
       Benzoat, Amilum, Bolus Alba, Vitamin C, Vitamin B1, dan Zat A.
      Prosedur percobaan dilakukan adalah uji organoleptis, uji kelarutan, uji
       fluoresensi, reaksi pendahuluan (golongan karbohidrat, golongan fenol dan
       salisilat, dan golongan aniline), dan reaksi khusus (asetosal, parasetamol,
       theofilin,   asam   benzoate,   amilum,     sulfanilamide,   nipagin,   dan
       sulfaguanidin).
      Zat A merupakan campuran dari parasetamol dan nipagin karena
       pengujian Zat A dengan Uji untuk parasetamol hasilnya adalah positif
       yaitu berwarna ungu, dan uji untuk nipagin hasilnya adalah positif yaitu
       berwarna ungu yang jika didiamkan akan berubah menjadi warna coklat.




VI. DAFTAR PUSTAKA

     Anonim.1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen Kesehatan
             Republik Indonesia. Jakarta.

     Anonim.1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan
             Republik Indonesia. Jakarta.

     Anonim. 2010. Konsep Dasar Analisis Kualitatif. www. dokterkimia. com.
             Diakses tanggal 9 Oktober 2011.

     Autherhoff, H. dan Kovark.1987. Identifikasi Obat Terbitan ke-empat. ITB.
             Bandung.

								
To top