Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Bawang-Bombay-Pencegah-Kanker by liamei12345

VIEWS: 3 PAGES: 1

									                                  Bawang Bombay Pencegah Kanker
  Bawang bombay telah dikenal luas sebagai penyedap masakan. Akan tetapi kegunaannya ternyata bukan
     hanya sekadar bumbu penyedap. Banyak di antara kita belum tahu kemampuan bawang bombay
                                            sesungguhnya.
 Dikenal sebagai anggota keluarga Allium, baik bawang maupun bawang bombay mengandung komponen
 sulfur dan kaya akan kromium, sebuah mineral yang membantu sel tubuh untuk merespon insulin dengan
    baik, vitamin c (ya, ada vitamin c dalam bawang bombay!) dan juga flavonoid yang disebut quercitin.
Selain efek penurunan gula darah akibat mengkonsumsi bawang bombay, ternyata bawang bombay juga baik
   untuk menurunkan level total kolesterol dan meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh sehingga tidak
                     mengherankan bahwa bawang bombay baik bagi jantung Anda.
 Sebuah penelitian menyatakan, mengkonsumsi bawang bombay secara rutin sebanyak satu atau dua kali
  seminggu bisa menurunkan risiko dari kanker usus besar. Mengapa begitu? Hal ini disebabkan karena
bawang mengandung flavonoid bernama quercitin yang menurut penelitian pada binatang percobaan telah
menyebabkan terhentinya pertumbuhan tumor dan melindungi sel usus besar dari kerusakan bahan-bahan
 penyebab kanker. Bahkan memasak dengan memakai bawang bombay bisa menyebabkan berkurangnya
                                 bahan karsinogen penyebab tumor.
Quercitin dan curcumin, sejenis fitonutrien, terbukti mengecilkan ukuran massa yang dianggap sebagai suatu
 awal kanker pada saluran pencernaan manusia. Hal ini telah dipublikasikan pada Clinical Gastroenterology
                                               and Hepatology.
    Tak hanya kanker usus besar, menurut American Journal of Clinical Nutrition, mengkonsumsi bawang
     bombay mengurangi risiko terjadinya kanker mulut dan faring sebanyak 84 persen, kanker esofagus
  sebanyak 88 persen, kanker kolorektal sebanyak 56 persen, kanker payudara sebanyak 25 persen, kanker
               ovarium (indung telur) 73 persen dan juga kanker prostat sebanyak 71 persen.
  Riset bertajuk Nurses Health Study pada 66.940 wanita di tahun 1984 hingga 2002 menyatakan bahwa
wanita yang banyak mengkonsumsi kaempferol mempunyai penurunan risiko kanker ovarium. Kaempferol
selain banyak terdapat pada bawang bombay, juga banyak pada brokoli dan bayam. Studi ini dipublikasikan
                                pada America Journal of Clinical Nutrition.

								
To top