Memperbaiki reparasi radio

Document Sample
Memperbaiki reparasi radio Powered By Docstoc
					                                                           BAB. I
                                                     PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI
   Modul dengan judul “Memperbaiki/Reparasi Radio” dengan kode ELKA-
   R.AM.004.A     berisi materi dan informasi tentang sistem pesawat penerima
   dengan sistem Amplitudo Modulasi (AM) dan Frekuensi Modulasi (FM),
   Mengamati gejala kerusakan, Mengalokasi kerusakan, Melakukan analisa hasil
   pengukuran,    Melakukan   perbaikan/reparasi,   Menguji   hasil   perbaikan/reparasi,
   Membuat laporan perbaikan. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai
   dengan ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami materi yang
   disampaikan.

    Setiap akhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi
    dilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut
    sebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasikan
    dengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang
    benar, setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.

    Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensi
    dilakukan secara teoritik dan praktik. Uji teoritis dilakukan siswa dengan
    menjawab pertanyaan yang ada pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik
    dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus                  dimiliki
    dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melalui
    evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensi
    memperbaiki/ reparasi radio dengan sub kompetensi:

     1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi
     2. Mengamati gejala kerusakan
     3. Mengalokasi kerusakan
     4. Melakukan analisa hasil pengukuran




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                1
     5. Melakukan perbaikan/reparasi
     6. Menguji hasil perbaikan/reparasi
     7. Membuat laporan perbaikan.

B. PRASARAT

   Untuk menguasai kompetensi memperbaiki/reparasi radio dengan kode: ELKA-
   MR-AM.004.A      peserta didik    dipersyaratkan menyelesaikan modul dengan
   kompetensi menggunakan alat/instrumen bantu keperluan pengukuran kode:
   ELKA-MR. UM. 005. A


C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
   1. Petunjuk bagi peserta diklat
       Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan
       modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:

       a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada
           pada    masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang
           jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang
           mengacu kegiatan belajar.
       b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui
           seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi
           yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
       c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah
           hal-hal berikut ini:
           1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.
           2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.
           3) Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan
              dan bahan yang diperlukan dengan cermat.
           4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.
           5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus
              meminta       ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                          2
           6) Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.

       d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
           kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau
           instruktur yang mengacu kegiatan pemelajaran yang bersangkutan.

   2. Petunjuk Bagi Guru

      Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk:
      a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.
      b. Membimbing       peserta   diklat   melalui   tugas-tugas   pelatihan   yang
           dijelaskan dalam tahap belajar.
      c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan
           menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta
           diklat.
      d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber
           tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
      e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
      f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk
           membantu jika diperlukan.

D. TUJUAN AKHIR
   Dari kriteria unjuk kerja ketrampilan kognitip maupun dengan imajinasi
   psikomotorik seperti unit kompetensi maka peserta diklat diharapkan:

   1. Dapat menjelaskan prinsip kerja Pesawat Penerima Radio
      a. Pesawat Penerima sistem AM/Band MW
      b. Pesawat Penerima sistem FM
      c. Menyiapkan instrumen/alat ukur keperluan perbaikan.

   2. Dapat melakukan teknik mencari gejala kerusakan
      a.   Pada Tombol power
      b.   Tombol Pengatur Volume




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                            3
      c.   Tombol Pencari Gelombang

   3. Trampil Mengalokasi kerusakan
      a. Kerusakan pada komponen
      b. Masalah koneksitas pada PCB atau kabel
      c. Masalah pada bagian mekanik.

   4. Melakukan analisa hasil pengukuran
      a. Mengacu pada skema rangkaian
      b. Berdasarkan diagnosa jenis kerusakan.

   5. Trampil Melakukan Perbaikan /reparasi

   6. Trampil Menguji hasil perbaikan/reparasi

   7. Membuat laporan perbaikan.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                           4
E. KOMPETENSI:

Modul ELKA-MR-AM.004.A membentuk kompetensi “Memperbaiki/Reparasi Radio”. Uraian kompetensi dan
subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.
PROGRAM DIKLAT            : Memperbaiki/Reparasi Radio
KODE                      : ELKA-MR.AM.004.A
ALOKASI WAKTU             : 100 Jam @ 45 menit

                               A              B               C              D           E           F            G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
                               2              3               3              2           2           3            3

                          1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan radio AM-FM baik yang dilakukan di pusat
                             perbaikan (service center) televisi maupun di bengkel-bengkel service radio.
                          2. Shcematic diagram/buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-
   KONDISI KINERJA           masing radio.
                          3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan:
                             Peralatan umum perbaikan elektronika radio meliputi: Toolkit, Multitester dan Osiloskop dll.
                             Bahan: kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                               5
SUB KOMPETENSI                                                       LINGKUP                         MATERI POKOK PEMELAJARAN
                                KRITERIA KINERJA
                                                                     BELAJAR             SIKAP             PENGETAHUAN           KETERAMPILAN
1.                    1.1. Spesifikasi dan cara kerja radio      Mereparasi Radio   Teliti dalam         Sistim Radio AM, FM   Menyiapkan peralatan
                           dikuasai lebih dulu.                  Tape Recorder      Menyiapkan                                 kerja mekanis dan alat
Mempersiapkan
pekerjaan             1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanis                        peralatan kerja                            ukur listrik serta bahan
                           dan alat ukur listrik serta bahan                        mekanis dan alat                           reparasi sesuai
perbaikan/ reparasi                                                                 ukur listrik serta                         dengan SOP
                           reparasi dipersiapkan dan
                           diidentifikasi apakah sesuai dengan                      bahan reparasi                             Menyiapkan tempat
                           SOP (Standard Operation Procedure).                      sesuai dengan SOP                          kerja yang bebas dari
                      1.3. Tempat kerja dipersiapkan dan                            Menyiapkan tempat                          kemungkinan
                                                                                    kerja yang bebas                           kecelakaan kerja
                           dibebaskan dari kemungkinan bahaya
                                                                                    dari kemungkinan                           Menggunakan
                           kecelakaan.
                                                                                    kecelakaan kerja                           perlengkapan
                      1.4. Perlengkapan keselamatan dan                             Menggunakan                                keselamatan dan
                           kesehatan kerja digunakan secara                         perlengkapan                               kesehatan kerja
                           benar serta langkah pengamanan                           keselamatan dan                            secara benar serta
                           dilakukan sesuai dengan prosedur                         kesehatan kerja                            dengan langkah
                           yang diberlaku-kan                                       secara benar serta                         pengamanan sesuai
                                                                                    dengan langkah                             dengan prosedur yang
                                                                                    pengamanan                                 diberlakukan
                                                                                    sesuai dengan
                                                                                    prosedur yang
                                                                                    diberlakukan




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                                          6
SUB KOMPETENSI                                                       LINGKUP                           MATERI POKOK PEMELAJARAN
                              KRITERIA KINERJA
                                                                     BELAJAR              SIKAP             PENGETAHUAN           KETERAMPILAN
2.                 2.1. Radio tape recorder dioperasikan         Mereparasi Radio   Teliti dalam          Sistim Radio AM, FM   Mengamati gejala
                          untuk diamati gejala kerusakan         Tape Recorder      Mengamati gejala                            kerusakan melalui :
Mengamati gejala
                          yang timbul dengan melakukan                              kerusakan melalui :                          Tombol power
kerusakan
                          pengamatan pada bagian-bagian:                             Tombol power                                Tombol pengatur
                                   Tombol power                                     Tombol                                       volume
                                   Tombol pengatur volume                           pengatur
                                                                                                                                 Tombol pencari
                                   Tombol pencari gelombang                         volume                                       gelombang AM/FM
                          AM/FM.                                                    Tombol pencari
                                                                                                                                 Mengidentifikasi
                   2.2. Dilakukan identifikasi terhadap gejala
                                                                                    gelombang
                                                                                                                                 gejala kerusakan
                                                                                    AM/FM
                          yang timbul sesuai dengan                                                                              yang timbul
                          fungsinya.                                                Mengidentifikasi
                                                                                    gejala kerusakan
                                                                                    yang timbul




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                                          7
SUB KOMPETENSI                                                    LINGKUP                         MATERI POKOK PEMELAJARAN
                            KRITERIA KINERJA
                                                                  BELAJAR             SIKAP             PENGETAHUAN           KETERAMPILAN
3.                3.1. Berdasar pada gejala kerusakan yang    Mereparasi Radio   Teliti dalam         Sistim Radio AM, FM   Mendiagnosa jenis
                       timbul lalu diklasifikasikan jenis     Tape Recorder      Mendiagnosa jenis                          kerusakan pada
Mengalokasi
                       kerusakannya yang dapat berupa :                          kerusakan pada                             komponen, koneksitas
kerusakan
                                Kerusakan pada komponen                          komponen,                                  pada PCB atau kabel,
                             Masalah koneksitas pada PCB                         koneksitas pada                            dan bagian mekanik
                                                                                 PCB atau kabel,                            Mengalokasikan
                     atau kabel
                                                                                 dan bagian                                 kerusakan pada
                                Masalah pada bagian                              mekanik                                    rangkaian, blok
                     mekanik.
                                                                                 Mengalokasikan                             rangkaian atau bagian
                  3.2. Dilakukan pengalokasian kerusakan                         kerusakan pada                             mekaniknya
                       pada rangkaian, blok rangkaian atau                       rangkaian, blok                            Melakukan
                       bagian mekaniknya                                         rangkaian atau                             pemeriksaan titik-titik
                  3.3. Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai                      bagian mekaniknya                          pengukuran untuk
                       prosedur buku petunjuk servis                             Melakukan                                  dapat mencari
                       (service manual) pada titik-titik                         pemeriksaan titik-                         kerusakan sesuai
                       pengukuran ditentukan untuk mencari                       titik pengukuran                           urutan pada prosedur
                       kerusakannya.                                             untuk dapat                                buku manual.
                                                                                 mencari kerusakan                          Melakukan pengukuran
                  3.4. Dilakukan pengukuran dengan                               sesuai urutan pada
                       mengamati tegangan, bentuk pulsa                                                                     dan mengamati
                                                                                 prosedur buku                              tegangan, bentuk
                       pada titik-titik pengukuran yang                          manual.                                    pulsa pada titik
                       sudah ditetapkan dengan alat ukur                         Melakukan                                  pengukuran yang
                       misalnya Multitester dan Osiloskop.                       pengukuran dan                             sudah ditentukan.
                                                                                 mengamati
                                                                                 tegangan, bentuk
                                                                                 pulsa pada titik
                                                                                 pengukuran yang
                                                                                 sudah ditentukan.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                                        8
SUB KOMPETENSI                                                          LINGKUP                            MATERI POKOK PEMELAJARAN
                               KRITERIA KINERJA
                                                                        BELAJAR              SIKAP             PENGETAHUAN            KETERAMPILAN
4                   4.1. Dengan mengacu pada skema                  Mereparasi Radio   Cermat dan teliti     Analisa hasil          Melakukan analisa
                         rangkaian serta buku service manual        Tape Recorder      dalam                 pengukuran kerusakan   hasil-hasil pengukuran
Melakukan analisa
                         hasil-hasil pengukuran dianalisa.                                                                          sesuai buku service
hasil pengukuran                                                                       Melakukan analisa
                    4.2. Dari hasil analisa lalu didiagnosa jenis                      hasil-hasil                                  manual
                         kerusakan secara benar.                                       pengukuran sesuai                            Menetapkan jenis
                                                                                       buku service                                 ksecara benar
                                                                                       manual
                                                                                       Menetapkan jenis
                                                                                       kerusakan secara
                                                                                       benar
5.                  5.1. Sesuai hasil diagnosa perbaikan dapat      Mereparasi Radio   Teliti dalam          Teknik Reparasi        Mengerjakan
                         dikerjakan dengan pergantian               Tape Recorder      Mengerjakan                                  pergantian komponen,
Melakukan
                         komponen, repair/penggantian bagian                           pergantian                                   repair/ penggantian
perbaikan/
                         mekanik atau dengan perbaikan                                 komponen, repair/                            bagian mekanik atau
Reparasi                                                                               penggantian                                  dengan perbaikan
                         solder, adjustement/seting ulang.
                    5.2. Perbaikan dapat pula dikerjakan                               bagian mekanik                               solder,
                                                                                       atau dengan                                  adjustement/seting
                         dengan hanya pembersihan pada
                                                                                       perbaikan solder,                            ulang.
                         jalur-jalur rangkaian, konektro-
                                                                                       adjustement/seting                           Membersihkan jalur-
                         konektor atau bagian mekanik bila                             ulang.
                         tidak perlu dilakukan penggantian                                                                          jalur rangkaian,
                                                                                       Membersihkan                                 konektor-konektor
                         komponen.                                                     jalur-jalur                                  atau bagian mekanik
                                                                                       rangkaian,                                   bila tidak perlu
                                                                                       konektor-konektor                            dilakukan penggantian
                                                                                       atau bagian                                  komponen.
                                                                                       mekanik bila tidak
                                                                                       perlu dilakukan
                                                                                       penggantian
                                                                                       komponen.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                                                9
SUB KOMPETENSI                                                         LINGKUP                            MATERI POKOK PEMELAJARAN
                                KRITERIA KINERJA
                                                                       BELAJAR              SIKAP             PENGETAHUAN       KETERAMPILAN
6.                    6.1. Hasil perbaikan atau pergantian         Mereparasi Radio   Teliti dan cermat     Pengujian hasil   Menguji hasil
                           komponen diuji dengan running test      Tape Recorder      dalam                 perbaikan         perbaikan dengan
Menguji hasil
                           untuk mengamati aktivasi kerja                                                                     running test untuk
perbaikan/ reparasi                                                                   Menguji hasil
                           sistemnya.                                                                                         mengamati aktivasi
                                                                                      perbaikan dengan
                      6.2. Dilakukan tindakan korektif jika                           running test untuk                      kerja sistemnya.
                           pekerjaan running test tidak berjalan                      mengamati                               Melakukan tindakan
                           dalam kondisi normal.                                      aktivasi kerja                          korektif pada saat
                      6.3. Untuk memastikan kerusakan yang                            sistemnya.                              pekerjaan running test
                                                                                      Melakukan                               tidak berjalan dalam
                           ditemukan bukan diakibatkan oleh
                                                                                      tindakan korektif                       kondisi normal
                           bagian atau komponen lain sehingga
                                                                                      pada saat
                           dapat dihindari kerusakan yang sama                        pekerjaan running
                           berulang, maka perlu dilakukan                             test tidak berjalan
                           analisa lanjutan.                                          dalam kondisi
                                                                                      normal
7.                    7.1. Setiap selesai dilakukan perbaikan      Mereparasi Radio   Teliti dan rapi       Laporan hasil     Membuat laporan
                           atau penggantian komponen, perlu        Tape Recorder      dalam Membuat         perbaikan         perbaikan atau
Membuat laporan
                           dibuatkan laporan berupa service                           laporan perbaikan                       penggantian
perbaikan                  check list.                                                atau penggantian                        komponen dalam
                      7.2. Pada laporan supaya dituliskan                             komponen dalam                          bentuk check list
                           komponen, bagian mekanik yang                              bentuk check list                       Membuat riwayat
                           telah dilakukan perbaikan/                                 Membuat riwayat                         perbaikan pada history
                           penggantian.                                               perbaikan pada                          card
                      7.3. Setiap selesai kegiatan perbaikan                          history card
                           dibuatkan riwayat perbaikan pada
                           history card.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                                           10
F. CEK KEMAMPUAN SISWA
    Tabel dibawah ini untuk mengetahui kemampuan awal yang peserta diklat
    miliki, maka berilah tanda cek list () dengan sikap jujur dan dapat
    dipertanggung jawabkan.

                                                                           Saya dapat
                                                                   melakukan pekerjaan
     Kompetensi                       Pernyataan                   ini dengan kompeten

                                                                   Tidak
                                                                             Ya    Jika, Ya
1. Dapat menjelaskan       Saya     dapat    menjelaskan    dia                  Kerjakan
                                                                                  tes
  prinsip kerja Pesawat    gram    blok      pesawat   penerima               √   formatif
                           AM/band MW                                             1
  Radio AM/Band MW
                           Saya dapat memahami prinsip
                           kerja pesawat radio AM/Band MW
                           Saya   dapat      menjelaskan   cara
                           kerja setiap bagian.
2. Dapat menjelaskan       Saya dapat menjelaskan digram                         Kerjakan
                                                                                  tes
  prinsip kerja Pesawat    blok pesawat penerima FM                           √   formatif
                           Saya dapat memahami prinsip                           2
  Radio FM
                           kerja pesawat radio FM
                           Saya dapat menjelaskan cara
                           kerja setiap bagian.


3. Dapat melakukan         Saya dapat menjelaskan gejala                         Kerjakan
                                                                                  tes
  teknik mencari gejala    kerusakan pada tombol power.                       √   formatif
                           Saya dapat menjelaskan gejala                         3
  kerusakan
                           kerusakan pada tombol pengatur
                           volume.
                           Saya dapat menjelaskan tombol
                           pencari gelombang.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                  11
4. Trampil mengalokasi     Saya        dapat       menentukan         Kerjakan
                                                                       tes
  kerusakan                kerusakan pada komponen.                √   formatif
                           Saya         dapat      menentukan         4

                           kerusakan koneksitas pada PCB
                           atau kabel.


5. Melakukan analisa       Saya   dapat    menganalisa    hasil       Kerjakan
                                                                       tes
  hasil pengukuran         pengukuran berdasarkan gambar           √   formatif
                           rangkaian.                                  5

                           Saya         dapat      menganalisa
                           kerusakan       berdasarkan     jenis
                           kerusakan.


6. Trampil melakukan       Saya dapat melakukan perbaikan             Kerjakan
                                                                       tes
  Perbaikan /reparasi      berdasarkan analisa pengukuran.             formatif
                           Saya dapat melakukan perbaikan             6
                                                                   √
                           berdasarkan pengamatan gejala
                           kerusakan.


7. Trampil menguji hasil  Saya     dapat        menguji   hasil       Kerjakan
                                                                       tes
  perbaikan / reparasi     perbaikan       berdasarkan analisa     √   formatif
                           pengukuran.                                 7

                           Saya    dapat        menguji   hasil
                           perbaikan                berdasarkan
                           pengamatan gejala kerusakan.



Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas, maka
pelajarilah pada sub kompetensi modul ini yang tidak anda kuasai sampai anda
kompeten.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      12
                                                        BAB. II
                                                 PEMBELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR SISWA
   Rencana belajar siswa diisi oleh siswa dan disetujui oleh guru. Rencana belajar
   tersebut adalah sebagai berikut:
   NAMA SISWA              : ……………………………………….
   TINGKAT/KELAS           : ……………………………………….

                                                           Tempat       Paraf
 No.         Jenis Kegiatan            Tanggal   Waktu
                                                           Belajar       Guru

  1.   - Memahami prinsip kerja
         Pesawat Radio AM/Band
         MW
       - Memahami prinsip kerja
         Pesawat Radio FM
       - Menyiapkan alat ukur
         untuk perbaikan/reparasi.

  2.   - Memahami             teknik
         mencari              gejala
         kerusakan.

  3.   - Mengalokasi kerusakan

  4.   - Melakukan analisa hasil
         pengukuran

  5.   - Melakukan        Perbaikan
         /reparasi

  6.   - Menguji hasil
         perbaikan/reparasi

  7.   - Membuat Laporan




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         13
B. KEGIATAN BELAJAR
   Kegiatan Belajar 1: Persiapan Pekerjaan Perbaikan/Reparasi

   Pada kegiatan belajar 1 ini membahas materi pembelajaran peserta diklat
   dipersiapkan untuk memahami dan          mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat
   penerima AM/band MW, pesawat penerima FM dan menyiapkan alat ukur
   keperluan perbaikan/reparasi.

   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
      Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 1, peserta diklat diharapkan:
      1) Memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat penerima
          AM/band MW.
      2) Memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat penerima FM
      3) Menjelaskan diagram blok pesawat penerima AM/band MW dan FM
      4) Menyiapkan instrumen/alat ukur keperluan perbaikan.

   b. Uraian Materi
      1) DASAR-DASAR PESAWAT PENERIMA AM/BAND MW

          Semua sistem komunikasi, baik itu dari radio,televise,maupun yang
          lainnya terdiri atas dua bagian dasar:pesawat pemancar dan pesawat
          penerima.       Pesawat    pemancar      berfungsi   membangkitkan   dan
          meradiasikan       suatu     informasi     melalui    suatu   gelombang
          elektromagnetik.Kecepatan gelombang elektromagnetik sama dengan
          kecepatan cahaya yaitu sebesar 300.000 km/detik dan dinamakan
          gelombang pembawa (carrier wave) informasi. Pesawat penerima
          menangkap salah satu gelombang radio yang spesifik dari sejumlah
          gelombang yang ada di udara pada saat itu dan mengolahnya menjadi
          suatu informasi yang dapat dimengerti.

          Jenis pesawat penerima yang pertama kali ditemukan dikenal dengan
          sebutan radio kristal. Penerima jenis ini hanya mampu menerima satu




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         14
          stasiun pemancar dan dayanya pun sangat lemah. Pesawat penerima
          radio, mulai berkembang setelah diketemukan tabung hampa (vacum
          tube) yang selanjutnya dibuat pesawat penerima yang disebut radio
          langsung      (straight   receiver).   Straight   Receiver   ini   mempunyai
          keuntungan dapat ditala pada beberapa stasiun pemancar, hanya masih
          mempunyai kelemahan yaitu harus mempunyai beberapa rangkaian
          penguat dan penala sesuai dengan frekuensi stasiun yang ditala,
          demikian pula sistem pendeteksiannya.


          Suatu sistem pesawat penerima yang dikembangkan, yaitu pesawat
          penerima super heterodyne, dapat dipergunakan baik dalam sistem
          penerima radio maupun televisi.
          Pesawat penerima super heterodyne prinsip bekerjanya sebagai berikut:

          a) Informasi bersama gelombang pembawanya (RF) yang datang pada
             antena, diseleksi oleh rangkaian penala sampai didapat suatu sinyal
             RF tertentu yang kemudian dicampur (dikonversikan) dengan satu
             sinyal RF yang berasal dari osilator yang ada pada pesawat penerima
             sendiri.
          b) Pencampuran kedua sinyal RF tersebut akan menghasilkan suatu
             sinyal selisih dari kedua sinyal tersebut, yang biasanya disebut sinyal
             frekuensi menengah (IF).
          c) Pada sistem penerima radio AM besar frekuensi menengah (IF)
             umumnya 455 kHz.
          d) Oleh karena frekuensi osilator local bervariasi pada waktu rangkaian
             penala divariasikan, maka selisih frekuensinya akan konstan sebesar
             frekuensi     menengah      tersebut.    Pencampuran      ini   mempunyai
             keuntungan sebagai berikut:

             (1) Kekerasan hasil penguatan mempunyai harga yang lebih tinggi
                 karena IF mempunyai frekuensi yang lebih rendah dari RF.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                             15
             (2) Amplifier IF dapat dirancang untuk suatu frekuensi yang spesifik,
                 misalnya 455 kHz untuk setiap penerima radio AM.
             (3) Hanya ada dua penala yaitu rangkaian penala RF dan osilator
                 local.   Sistem super heterodyne mempunyai kelemahan, yaitu
                 adanya efek frekuensi bayangan. Walaupun IF sudah merupakan
                 frekuensi selisih
                 dari RF dari osilator local, namun jumlah kedua frekuensi pun
                 muncul pula.
          Sistem penerima super heterodyne dapat digambarkan dengan blok
          diagram sebagai berikut:


              Antena



                 RF AMP              IF AMP         DETEK      AUDIO         8
                  MIX                                TOR        AMP
                                                                            loudspeker

                                              AVC
                  OSC
                 LOKAL



                    Gambar 1. Diagram Blok Pesawat Penerima AM

          Pesawat penerima radio yang dipelajari sekarang adalah suatu penerima
          dengan sistem amplitudo modulasi (AM) yang mempunyai daerah
          frekuensi 520 kHz – 1630 kHz (577 – 184 meter) yang disebut daerah
          gelombang menengah (medium wave band = MW).

          Penalaan untuk mendapatkan frekuensi pada daerah MW dilaksanakan
          oleh kerja sama antena, RF amplifier, dan osilator lokal. Hasil dari
          penalaan diberikan ke IF amplifier yang pada alat praktik merupakan
          bagian terpisah dari penala. Untuk lebih memahami prinsip kerja radio




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                          16
          super heterodyne, coba perhatikan diagram blok radio super heterodyne
          pada gambar blok diagram penerima super heterodyne. Kemudian
          setelah memahi secara blok diagram, pelajari dengan teliti fungsi setiap
          bagian, seperti gambar 2 rangkaian Penala dibawah ini:

          Sinyal radio masuk melalui antena dan masuk ke blok mixer+oscilator.
          Oscilator berfungsi membangkitkan sinyal dengan frekuensi 455 kHz
          lebih tinggi dari pada frekuensi sinyal yang masuk melalui antena.


                                                   4k7                              Pencampur (mixer)




                                                                          +V
                                                                    12V
                                                                                    pada gambar
                                            D1-D2 4148

                                    39k
                                                                                    rangkaian disamping
                     1mH
                                                                                    menjadi satu dengan

                           01             C829                                      sinyal oscilator. Karena
                                                                          0ut
                                                                                    sinyal-sinyal itu
                                +
                                                             1uF
                      L2
           5pF
                                                                                    berbeda 455 kHz,
                 +




                                            005    47              L3
                                                                               1k

                                                                                    maka akan
                                          390
                                                  1uF                               membentuk suatu
              1uF
                                                                                    sinyal 455 kHz sebagai
                                                         0
                                                                                    hasil selisih dari dua
                                                                                    sinyal tersebut. Sinyal
                 Gambar 2. Rangkaian Penala
                                                                                    yang telah diubah

         menjadi 455 kHz tersebut (sinyal IF) kemudian diperkuat oleh penguat
         IF tingkat pertama (IF1) dan penguat IF tingkat kedua (IF2). Dengan
         demikian, penguat IF itu hanya akan menguatkan sinyal yang berfungsi
         455 kHz.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                      17
                                                                                                                        +V
                            100
                                                                                           AVC(automatic
                                                                                                                      12V
                                       47k                                   39k
                                                                                           volume contro)
                                                                                                 5k6

                                                                              C829                IN60    470
                                                                                                                     AGC
                        1P                       C829       1P                                   1S
                                                                                           1P            .1
                                                           .1           1S             .1                 001
                   .1
                                  1S


                                                                                                                5k
                        220/16
                                    +



                                                                               15k         004
                        +




                                                 390 004               002
                                                                                     390
                            10/16

                                                                     RANGK.IF(FREK.MENENGAH)


                                  Gambar 3. Rangkaian Penguat IF

         Gambar 3 dapat ditunjukan bagian/komponen AGC. Automatic Gain
         Control (AGC) berfungsi sebagai pengatur penguatan tegangan (gain)
         dari penguat IF1 sedemikian rupa, sehingga penguatan ditambah pada
         sinyal-sinyal masuk yang lemah dikurangi pada sinyal-sinyal masuk yang
         kuat. Dengan demikian, akan didapatkan suatu penguatan yang konstan
         untuk sinyal yang berbeda-beda intensitasnya.


                                                            12V        Rangkaian           detektor,      digambarkan
                                                                +V




        ke basis TR2                      5K6                          seperti gambar 4 rangkaian disamping
             TR3                   IN60         470                    dengan detektor dioda. Gulungan primer
                    .1
                                           01                          transformator IF (T3) menerima sinyal IF
                      1P      1S
                                                                       termodulir dari penguat IF terakhir, dan
                                                005

                   RANGK.DETEKTOR
                                                      5k
                                                                       gulungan        ini       merupakan           beban
                                                                       impedansi untuk transistor penguat.
    Gambar 4. Rangkaian Detektor




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                     18
         Sinyal IF dalam setiap siklus akan mengalir melalui gulungan sekunder
         yang    selanjutnya sinyal ini diratakan oleh dioda, karena prinsip kerja
         diode sebagai komponen perata.
         Sinyal audio akan diperoleh karena pada rangkaian detector juga
         dilengkapi kondenstor filter detector nilainya 0.01-0.05 mfd.


                                                               470                                                   12v




                                                                                                                           +V
                                                                                                220/16




                                                                                                         +
                                              TP16                                            560
                                                                              13
                        +




                                                                                                14
                          220/16
                                                                                                             8
                                         2k2                                           D734
                                                      220        IN4148
                                                                                   1      1
                                                                                                 1uF
                                               TP12                                                  +

                                                                                   1      1

                                              .1uF    220pf
                               470k

                                                                 C1684                         TP15
                        1k                             TP11
                                                                                       B698
          1n




                                         C1684
                 .1uf                                                      150k
           5k
                                                                     33k

                                   1uF   1k




                                                                                                                 0
                                                RANGK.AUDIO AMPLIFIER


                            Gambar 5. Rangkaian Audio Amplifier
          Rangkaian audio amplifier pada pesawat ini terdiri atas empat buah
          penguat       (TR   D734)            sampai         dengan         TR    B698)        dan      berfungsi
          memperkuat sinyal informasi hasil dari rangkaian detektor. Kekerasan
          suara dapat diatur dengan mengubah kedudukan VR 5k yang berfungsi
          sebagai volume control.

          TR C1684 berfungsi sebagai penguat pertama audio amplifier dengan
          konfigurasi emitter terbumi (common emitter) dan melalui R33k
          mendapat umpan balik negatif dari output power amplifier. Tujuan
          umpan balik ini untuk memperlebar band switch sehingga kualitas suara




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                19
          menjadi lebih baik. TR C1684 merupakan penguat tegangan tingkat
          kedua yang dapat disebut pula sebagai driver amplifier dengan
          konfigurasi yang sama. Transistor inipun mendapat umpan balik negatif
          melalui R150k (lihat gambar). Penguatan kedua transistor inipun sudah
          dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengeluarkan output yang
          dapat mengemudikan rangkaian power amplifier. Out-put rangkaian
          penguat audio amplifier ini diteruskan ke loudspeaker yang merupakan
          beban dari rangkaian. Sinyal informasi melalui pengatur volume maka
          sinyal informasi ini dapat diatur besar kecilnya suara.


      2) SISTEM PESAWAT PENERIMA RADIO FM

          BLOK DIAGRAM
          Di bawah ini diperlihatkan blok diagram penerima radio FM.


               Antena




          RF AMP




            Mixer             IF AMP            Limitter            Discriminator


                                 AGC
                                                           Dhemmphasis
          Lokal                                              Network
         Oscilator
                                           AF dan              8
                                           Power
                                          Amplifiers
                                                               loudspeker
           Gambar 6. Diagram Blok Pesawat Penerima Radio FM

          PENGUAT RF: Penerima AM broadcast dapat bekerja cukup baik
          sekalipun tanpa RF amplifier. Hal ini sulit dilakukan untuk sistem FM




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                             20
          bekerja pada frekuensi yang tinggi. Seperti diketahui sistem FM ada
          yang bekerja pada 1000 MHz (1GHz). Dengan adanya penguat RF ini
          maka sistem FM dapat bekerja pada input sinyal yang lebih rendah dari
          sistem AM atau SSB, sebab istem AM dan sistem SSB tidak atau jarang
          menggunakan penguat RF karena mereka dapat menekan inherent
          noise. Dengan kata lain sistem FM dapat bekerja dengan sensitivitas
          yang lebih tinggi dari sistem AM dan sistem SSB. Sistem FM dapat
          menerima sinyal 1 µV atau kurang jika dibandingkan dengan sistem AM
          dan SSB dengan minimum sinyal input 30 uV. Tetapi bila ingin sinyal 1
          uV diumpankan langsung ke mixer, inherent noise yang tinggi yang
          dihasilkan oleh komponen aktif mixer akan merusak sinyal input yang 1
          uV tadi. Oleh sebab itu sangat penting untuk menguatkan sinyal 1 µV
          itu sehingga menjadi 10-20 µV sebelum diberikan ke mixer. Itu
          sebabnya dibutuhkan RF amplifier pada sistem FM.
          Alasan yang ditemukan diatas sangat penting untuk diperhatikan untuk
          sistem FM yang bekerja diatas 1GHz. Pada frekuensi tersebut, noise
          internal dari transistor naik ketika gain diturunkan. Noise ini jauh lebih
          rendah bila digunakan dioda sebagai mixer pasif dibandingkan transistor
          yang aktif.
          Sesungguhnya,    penggunaan     RF amplifier menurunkan pengaruh
          frekuensi bayangan dan menurunkan pengaruh efek radiasi lokal
          osilator ke antena yang mengakibatkan di transmitnya interfrensi.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                           21
         Gambar       7     disamping               12V
                                                    +V
         salah       satu      contoh
         gambar       rangkaian   RF
                                                                                            1C
         Amplifier            dengan




                                                                                                     0
                                                      R3       R1                                Output
         komponen aktif FET.            Input 1np
         FET     RF       AMPLIFIER:                           2N4393




                                        0
                                                                                  1C   1C
                                                                        1   1cv
         Impedansi input yang
         tinggi dari FET bukanlah                         R2
                                                               1C
         dasar digunakannya FET
         sebagai komponen aktif
         pada penguat RF sistem
                                        Gambar 7. Penguat RF Amplifier dgn FET
         FM.
         Sebab pada frekuensi yang tinggi, impedansi input FET akan jauh
         menurun akibat adanya kapasitas junctionnya. Adalah suatu kenyataan
         bahwa tidak selalu impedansi input merupakan pertimbangan bagi RF
         amplifier karena untuk frekuensi tinggi impedansi antena hanya
         beberapa ratus ohm atau cukup rendah.

         Keuntungan utama penggunaan FET karena ia memiliki distorsi input dan
         output yang dinyatakan dalam hukum kuadrat sementara tabung hampa
         mempunyai hubungan daya 3/2 dan BJT mempunyai faktor eksponensial.
         Untuk komponen yang bekerja dengan hukum kuadrat memiliki sinyal
         output dengan frekuensi yang sama dengan input dengan distorsi
         komponen 2 kali lebih kecil dari frekuensi inputnya, sementara
         komponen lainnya memiliki distorsi yang justru lebih besar. Juga dengan
         FET dapat ditekan terjadinya intermodulasi distorsi.

         PENGUAT RF DENGAN MOSFET: Sebuah dual gate (gate ganda)
         common Source MOSFET RF amplifier adalah seperti diperlihatkan pada
         gambar 8 dibawah:




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                              22
                                      15V
                                               1RFC


                               .1C4
                                         91k                      .1C4
           optional AGC
                                            1000pf      1L2


                  0
                                   33k
                                                                   .1C4




                                                                          0
                               1CV1                                       output
                                                         2N3796




                                                                          0
                   0


                  input
                   0




                                         1L3          1CV2         1CV2




                 Gambar. 8: Penguat RF Amlpifier dengan MOSFET
         Penggunaan MOSFET gate ganda sebagai penguat RF memberikan
         keuntungan dapat diisolasinya input dari pengaruh tegangan AGC. Juga
         dengan MOSFET diperoleh keunggulan berupa naiknya daerah dinamis
         dibandingkan dengan JFET. Dengan kata lain, MOSFET masih bekerja
         pada hukum kuadrat pada lebar band yang lebih besar dibandingkan
         dengan JFET.

         LIMITTER:        Sebuah   limitter adalah rangkaian yang mempunyai
         amplitudo output yang konstant untuk semua input yang melebihi level
         tertentu. Dalam sistem penerima FM ini dibutuhkan untuk menolak
         ampiltudo modulasi dan variasi amplitodo yang tidak diingini, yang
         merupakan noise. Kedua hal itu menyebabkan pengaruh yang tidak
         diingini pada loudspeaker. Di samping itu, fungsi limitter juga mencakup
         AGC untuk ketika sinyal input menaik dari nilai atau levelnya dari yang
         ditetapkan, untuk memberikan input yang konstant pada diskriminator.
         Secara ideal dapat dinyatakan bahwa diskriminator harus idealnya tidak
         menanggapi perubahan amplitudo tetapi hanya perubahan frekuensi.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                            23
         Gambar 9 di bawah ini memperlihatkan rangkaian limitter dengan
         transistor. Ingat bahwa RC membatasi tegangan catu DC ke kolektor.
         Secepat input menaik, terjadilah pemotongan puncak sinyal akibat
         terbatasnya tegangan kolektor karena seperti diketahui, output transistor
         tidak akan dapat melampaui tegangan VCC. Sedangkan rangkaian tangki
         pada bagian output ditala pada frekuensi tengah dari sinyal untuk
         meningkatkan selektivitas, dan merubah sinyal input yang belum sinus
         akibat pemotongan menjadi sinus.
                                           R1

                                                                             .1C4




                                                                                                0
                                                   NPN                              .1
           0




                                                                                          output
                                                                                         .1C4
                                                                1CV1    .1
           input    1CV1              1CV1




                                                                                                0
                           .1   .1
           0




                                                                   R4
                                      R2    .1C4   R3    .1C4

                                                                15V

                                     Rangk.LIMITER

                          Gambar. 9: Rangkaian Limitter
         Discriminator: berfungsi memungut kembali informasi dari frekuensi
         tinggi pembawanya. Discriminator dapat juga disebut detektor pada
         sistem AM. Dapat juga di definisikan sebagai rangkaian yang merubah
         variasi frekuensi atau variasi fasa menjadi variasi amplitudo.

         Deemphasis: adalah rangkaian yang dipasangkan setelah detektor
         yang berfungsi mengembalikan frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi
         (informasi) kembali pada level amplitudo yang setara dengan frekuensi
         rendahnya. Seperti diketahui, untuk menekan noise, pada pemancar
         dilakukan preemphasis dimana level amplitudo frekuensi tinggi dari
         intelejen frekuensi dinaikkan.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                         24
         AGC: (Automatic Gain Control) Seperti telah kita pelajari bahwa pada
         Pesawat penerima AM kita temui adanya AGC. Kemudian            pada FM
         Receiver   yang   menggunakan    rangkaian   limitter   dibutuhkan   juga
         rangkaian AGC ini. Radio penerima FM model lama juga dilengkapi
         dengan AFC (Automatic Frequency Control). Rangkaian ini berfungsi
         mengontrol kestabilan frekuensi osilator lokal. Ini dibutuhkan karena
         ketidak stabilan frekuensi lokal osilator menyebabkan penyimpangan
         penerimaan frekuensi pembawa. Hal itu disebabkan saat itu belum
         ditemukannya cara untuk membuat LC osilator yang bekerja pada daerah
         sekitar 100 MHz dengan frekuensi yang cukup stabil dan ekonomis.
         Mixer, osilator lokal dan penguat IF pada dasarnya sama dengan yang
         telah didiskusikan pada AM. Hanya harus dicatat bahwa pada sistem FM,
         frekuensi IF nya adalah 10,7 MHz. Daerah kerja Frekuensi FM sebesar 88
         Mhz -108 Mhz.

      3) ALAT UKUR/INSTRUMEN KEPERLUAN PERBAIKAN/REPARASI
           Instrumen ataupun peralatan ukur yang sangat berperan dalam
           pekerjaan perbaikan/raparasi dalam semua jenis pesawat elektronika
           adalah AVO meter, atau sering juga disebut multimeter/multitester.

           Peralatan lain yang juga tidak kalah pentingnya didalam pekerjaan
           perbaikan/reparasi dari segala jenis pesawat elektronika antara lain:
           obeng, tang, solder, signal generator/signal injektror, oskiloskop dan
           alat Bantu lainnya. Dengan demikian ada dua jenis peralatan yang
           diperlukan dalam perbaikan/reparasi pesawat elektronik:

           A) Peralatan yang dibutuhkan didalam pekerjaan mekanik.
               Di bawah ini akan ditunjukan peralatan yang diperlukan untuk
               pekerjaan perbaikan/reparasi, disini tidak dijelaskan secara rinci
               didalam penggunaan alat ukur, karena peserta diklat sudah
               memperoleh kompetensi EKA-MR. UM. 005 .A.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         25
              1.   Obeng
                   Tanpa mempunyai obeng, kita tidak akan bisa mereparasi alat-
                   alat elektronika atau radio dan lain sebagainya, obeng ini
                   mempunyai peranan yang sangat penting didalam pekerjaan
                   perbaikan/reparasi pesawat radio ataupun pesawat elektronik
                   lainnya.   Fungsinya   ialah   untuk   membuka   sekerup   atau
                   memasang sekerup (pekerjaan mekanik).

                   Agar memudahkan anda dalam pekerjaan/reparasi sebaiknya
                   persiapkan obeng yang berbagai jenis ukuran dan macam-
                   macamnya. Yaitu dengan membeli satu set obeng. Jenis obeng
                   ada yang berujung pipih (-)dan berujung (+) disebut kembang.
                   Gunanya juga disesuaikan keperluan. Jika kita akan membuka
                   atau memasang sekerup kembang hendaknya dipakai obeng
                   (+) kembang. Jika kita memasang sekerup (-) hendaknya
                   dipakai obeng yang berujung pipih saja. Dalam membuka
                   sekerup usahakan jangan sampai sekerup cacat atau rusak.
                   Oleh sebab itu gunakan obeng yang sesuai dan yang masih
                   baik keadaannya.




                               Gambar. 10: Macam-Macam Obeng




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         26
                  Pada gambar 10 adalah gambar macam-macam obeng untuk
                  keperluan perbaikan/reparasi dalam menangani pekerjaan
                  mekanik.

            2.    Obeng pengetrim
                  Untuk keperluan mengetrim diperlukan obeng yang khusus
                  untuk itu, biasanya pangkalnya terbuat dari plastik dan ujungnya
                  dari pelat. Gambar 11 di bawah adalah salah satu contoh obeng
                  yang dapat digunakan sebagai pengetrim.




                                  Gambar 11. Obeng Trim

                 3. Tang

                                                            Gambar 12a dan 12b
                                                            adalah   yang    lajim
                                                            dipergunakan.




                    Gambar 12a. Tang yang bermoncong panjang.
                    Selain dari pada obeng, kita juga butuh bermacam-macam
                    jenis tang. Tang diperlukan dalampekerjaan perbaikan/reparasi




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         27
                    pesawat elektronika. Tang ini bentuknya moncong panjang
                    pada pangkalnya.
                    Fungsi untuk membengkokan kawat atau memegang kaki
                    komponen seperti Resisitor, Transistor dan komponen lainnya.

                    Tang kombinasi ini ada yang berisolasi dan ada yang tak
                    berisolasi.     Fungsinya   banyak,   bisa   untuk   memotong
                    melipat/membengkokan dan lain sebagainya.




                                  Gambar 12b. Tang kombinasi

               4.   Solder
                    Solder Merupakan peralatan yang diperlukan untuk melepas
                    dan memasang komponen dari PCB (printed circuit board).
                    Pekerjaan ini diperlukan solder yang sesuai dengan daya panas
                    pemasangan maupun melepas komponen. Solder sangat
                    penting dan harus anda punyai. Dibawah ini salah satu model
                    Solder listrik yang dilengkapi kedudukan:




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        28
                          Gambar 13. Solder listrik dengan kedudukan

                    Daya panas Solder dapat dipilih dan disesuaikan dengan
                    komponen yang akan disolder. Panas yang terlalu tinggi dapat
                    mengakibatkan kerusakan pada komponen, dan sebaliknya
                    solder yang kurang panas        dapat mempengaruhi hasil
                    penyolderan yang sempurna.


           B) Peralatan yang digunakan didalam pekerjaan pengukuran.
               1. Multimeter
                   Konfigurasi multimeter dan perangkat-perangkat yang terdapat
                   pada sebuah multimeter diperlihatkan pada gambar 14.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       29
                                                                 SKALA OHM



           PAPAN SKALA

                                                                 SKALA VOLT
                                                                  (ACV-DCV)
         JARUM PENUNJUK

                                                                  SKALA ARUS
              SEKRUP                                                (DCmA)
            PENGATUR
           POSISI JARUM                                             TOMBOL
             (PRESET)                                           PENGATUR POSISI
                                                                     JARUM
            BATAS UKUR
              (RANGE)                                             OUT (+)


              SAKLAR
            JANGKAUAN
               UKUR
                                                              COMMON (-)

                      Gambar 14. Sebuah Multimeter Analog




         KABEL                                                JEPITAN
       PENYIDIK                                           MONCONG BUAYA
      (PROBES)                                            (ALIGATOR CLIP)




                          Gambar 15. Penyidik (probes)




                          Gambar 16. Papan Skala Multimeter




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        30
                   a) Papan Skala: digunakan untuk membaca hasil pengukuran.
                          Pada papan skala terdapat skala-skala; tahanan/resistansi
                          (resistance) dalam satuan Ohm (Ω), tegangan (ACV dan
                          DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat
                          gambar 16.

                   b) Saklar Jangkauan Ukur: digunakan untuk menentukan
                          posisi kerja multimeter, dan batas ukur (range). Jika
                          digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam
                          ), saklar ditempatkan pada posisi , demikian juga jika
                          digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat
                          arus (mA-A). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur
                          tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur
                          yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal,
                          tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada
                          pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak
                          mengukur DCV.

                   c)     Sekrup pengatur posisi jarum (preset): digunakan untuk
                          menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan
                          skala)

                   d) Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment):
                          digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol
                          sebelum multimeter digunakan untuk mengukur nilai
                          tahanan/resistansi. Dalam praktek, kedua ujung kabel
                          penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk
                          memosisikan jarum pada angka nol.

                   e) Lubang Kabel Penyidik: tempat untuk menghubungkan
                          kabel penyidik dengan multimeter. Ditandai dengan tanda
                          (+) atau out dan (-) atau common. Pada multimeter yang




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                             31
                          lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe
                          transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor
                          berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk
                          mengukur kapasitas kapasitor.

                   f)     Batas Ukur (Range) Kuat Arus: biasanya terdiri dari angka-
                          angka; 0,25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur (range) 0,25,
                          kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0,25 mA.
                          Untuk batas ukur (range) 25, kuat arus yang dapat diukur
                          berkisar dari 0 – 25 mA. Untuk batas ukur (range) 500,
                          kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA.

                   g) Batas Ukur (range) Tegangan (ACV-DCV): terdiri dari
                          angka; 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Batas ukur
                          (range) 10, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur
                          adalah 10 Volt. Batas ukur (range) 50, berarti tegangan
                          maksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt, demikian
                          seterusnya.

                   h) Batas Ukur (Range) Ohm: terdiri dari angka; x1, x10 dan
                          kilo Ohm (k). Untuk batas ukur (range) x1, semua hasil
                          pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada
                          satuan ). Untuk batas ukur (range) x10, semua hasil
                          pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10
                          (pada satuan ). Untuk batas ukur (range) kilo Ohm (k),
                          semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada
                          papan skala (pada satuan k), Untuk batas ukur (range)
                          x10k (10k), semua hasil pengukuran dibaca pada papan
                          skala dan dikali dengan 10k.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                           32
             2. Oskiloskop
                 Oskiloskop merupakan salah satu alat yang dominan dalam
                 melakukan     prosedur reparasi, terutama untuk jenis–jenis
                 pesawat yang terdiri dari susunan sirkuit dalam bentuk yang
                 kompleks, oskiloskop merupakan suatu alat yang mampu melihat
                 dan menganalisa gejala – gejala listrik. Oskiloskop mempunyai
                 kemampuan dalam hal – hal sebagai berikut:
                 a) Melihat bentuk tegangan periodik maupun non perodik.
                 b) Mengukur tegangan dan arus.
                 c) Mengukur frekuensi.
                 d) Mengukur beda fasa.
                 e) Sebagai penggambar x – y.
                 Dengan oskiloskop tidak hanya besarnya tegangan ataupun arus
                 yang dapat kita ketahui tapi bentuk wujud dari tegangan maupun
                 arus itu dapat dengan jelas. Jadi secara ringkasnya, bentuk
                 gelombang yang keluar dari hasil pengukuran pada suatu titik
                 akan mudah dilihat dengan jelas. Salah satu contoh adalah
                 sebagaimana pada gambar berikut:




                               Gambar 17a. Sebuah Osciloskop



Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      33
                               Gambar 17b. Panel Oskiloskop


                 Bila sinyal Audio generator atau RF generator ini digunakan
                 sebagai sinyal input didalam penelusuran terminal input untuk
                 menuju ke output maka      pada layar oskiloskop akan terlihat
                 dengan jelas karakteristik respon frekuensi rangkaian yang
                 tengah diamati. Misalnya pada rangkaian frekuensi menengah
                 (IF), rangkaian Audio pada pesawat penerima radio.

           3.   Signal Injector
                Alat ini digunakan untuk melakukan pengetesan terhadap
                rangkaian–rangkaian    transistor   (bahkan    pada   komponen
                transistornya) untuk mengetahui keadaan komponen tersebut.
                Sebagai contoh alat signal injektor adalah ditunjukan pada
                gambar 18 di bawah ini;




                                  Gambar 18. Signal injektor

                Signal injektor ini sebenarnya merupakan osilator audio yang
                sangat dominan untuk melacak rangkaian – rangkaian transistor




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         34
                yang rusak. Karena pada rangkaian yang rusak bila diinjeksi
                dengan alat ini akan memberikan reaksi suara.
                Biasanya signal injektor ini digunakan untuk mencari gangguan
                pada rangkaian–rangkaian audio seperti pesawat radio transistor,
                tape recorder ataupun pada pesawat televisi pada rangkaian
                sesudah penguat video.

   c. Rangkuman.
      1. Pesawat Penerima Radio sistem AM adalah pesawat penerima radio
         dengan penerimaan gelombang medium wave (MW).Band MW pada
         sistem AM yang mempunyai daerah frekuensi 520khz-1630kHz dengan
         panjang gelombang 577 meter–184 meter. Pesawat penerima radio
         sistem AM atau band MW ini menerima frekuensi sebesar 455 Khz
         frekuensi ini disebut Intermediate frekuensi (IF).
      2. Pesawat Penerima Radio sistem FM adalah pesawat penerima radio
         dengan frekuensi kerja lebih tinggi dari pesawat penerima AM. Pesawat
         penerima radio sistem FM ini dengan frekuensi menengah (IF) sebesar
         10,7 Mhz. Perbedaan antara Sistem AM dengan Sistem FM antara lain:

         a.   Pada Sistem FM frekuensi kerja lebih tinggi
         b.   Membutuhkan limiter dan deempasis
         c.   Berbeda dalam demodulasi
         d.   Perbedaan methoda dalam mendapatkan AGC.
      3. Alat/instrumen yang dibutuhkan untuk pekerjaan perbaikan/reparasi ada
         dua bagian yaitu:
          1) Alat yang digunakan sebagai pekerjaan mekanik.
          2) Alat yang digunakan keperluan pekerjaan pengukuran (elektrik).


   d. Tugas
      1. Buatlah diagram blok pesawat penerima sistem AM/band MW dengan
         dilengkapi bentuk sinyal tiap-tiap bagian.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       35
      2. Buatlah diagram blok pesawat penerima sistem FM dan dilengkapi
         bentuk sinyal setiap bagian.
      3. Sebutkan alat yang digunakan sebagai pekerjaan mekanik, dan alat ukur
         /instrumen yang sangat pokok didalam pekerjaan perbaikan/reparasi.

  e. Test formatif
     Berilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang Anda
     anggap benar.
     1. Pesawat Radio sistem AM adalah:
        a.   Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 445Khz.
        b.   Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 455Khz.
        c.   Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 465Khz.
        d.   Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 10,7Khz.

     2. Selisih kedua Frekuensi yang diperoleh dari Mixer dan Oscilator
        merupakan frekuensi menengah disebut:
        a.   frekuensi Intermediate frekuensi
        b.   frekuensi hasil pengurangan
        c.   frekuensi penala
        d.   frekuensi modulasi.

     3. Panjang gelombang untuk frekuensi Pesawat Radio sistem AM adalah:
        a.   577 meter - 184 meter dengan frekuensi 520 Khz - 1630 Khz
        b.   488 meter - 194 meter dengan frekuensi 530 kHz - 1640 kHz
        c.   588 meter - 198 meter dengan frekuensi 510 Khz - 1620 Khz
        d.   577 meter - 184 meter dengan frekuensi 530 Khz - 1640 Khz.

     4. Jika Pesawat penerima radio menerima frekuensi dari pemancar sebesar
        1000kHz, Frekuensi oscillator lokal lebih tinggi dari frekuensi RF, bila
        frekuensi IF 455kHz maka frekuensi oscilator lokal:
        a.   1455 Khz
        b.   1460 Khz




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       36
        c.   1475 Khz
        d.   1555 Khz

     5. Pada Soal No 4 Berlaku rumus untuk oscillator local adalah;
        a.   Fo = IF - RF
        b.   Fo = IF + RF
        c.   Ro = Fo + RF
        d.   Ro = IF – Fo

     6. Suatu rangkaian yang dapat mengatur secara otomatis akibat turun
        naiknya sinyal input yang diperoleh dari antena disebut.
        a.   Amplifier                    c.   Filter
        b.   Dektektor                    d.   AGC ( Automatic Gain Control )


     7. Oscilator adalah suatu rangkaian yang dapat membangkitkan sinyal:
        a.   Sinyal AC dengan sumber tegangan DC
        b.   Sinyall AC dengan sumber tegangan AC
        c.   Sinyal DC dengan sumber tegangan DC
        d.   Sinyal DC dengan sumber tegangan AC


     8. Rangkaian Penala dari sebuah pesawat radio AM/band MW terdiri dari tiga
        bagian yaitu:
        a.   Oscilator, Mixer dan Tuner
        b.   Oscilator, IF dan MIxer
        c.   Oscilator, Mixer dan RF
        d.   RF, mixer dan IF

     9. Dioda detektor berfungsi sebagai pemisah antara sinyal pembawa dengan
        sinyal:
        a.   Sinyal informasi
        b.   Sinyal Oscilator
        c.   Sinyal Intermediate frekuensi




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         37
        d.   Sinyal RF


    10. Sinyal yang masuk ke penguat Audio adalah:
        a.   Sinyal suara yang diteruskan ke Loadspeaker
        b.   Sinyal suara yang diperoleh dari penguat IF
        c.   Sinyal suara yang diperkuat dari Mixer
        d.   Sinyal sinus mengandung audio

    11. Yang membedakan sistem AM terhadap sistem FM adalah:
        a.   Frekuensi kerja lebih tinggi
        b.   Membutuhkan limitter dan deempasis
        c.   Berbeda dalam demodulasi
        d.   a,b dan c benar

    12. Daerah kerja frekuensi sistem FM sebesar:
        a.   77 Mhz s/d 107 Mhz
        b.   87 Mhz s/d 107 Mhz
        c.   88 Mhz s/d 108 Mhz
        d.   89 Mhz s/d 108 Mhz


    13. Untuk frekuensi menengah sistem radio FM adalah;
        a.   88 Mhz
        b.   10,7 Mhz
        c.   88,7 Mhz
        d.   108 Mhz

    14. Penguat RF amplifier diperlukan pada sistem FM dalam hal ini diperlukan
        untuk;
        a.   Menguatkan sinyal dengan frekuensi yang tinggi
        b.   Sebagai pelengkap sistem FM
        c.   Mencegah terjadinya distorsi
        d.   Agar tidak terjadi cacat sinyal RF




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      38
    15. Limitter pada sistem FM digunakan untuk:
        a. Menghasilkan ouput yang konstan
        b. Memotong sinyal yang tinggi
        c. Menghitung sinyal yang datang dari Penguat IF
        d. Mengurangi terjadinya distorsi

    16. Obeng termasuk alat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan pesawat
        elektronika/penerima Radio sebagai;
        a. Pekerjaan mekanik
        b. Membengkokan komponen
        c. Memotong kaki komponen
        d. Pemegang komponen sedang disolder

    17. Tang kombinasi dalam pekerjaan perbaikan pesawat elektronika, dapat
        digunakan sebagai:
        a. Pemotong kaki komponen
        b. Penjepit bok pesawat
        c. Membuka baut
        d. Membengkokan mata solder


    18. Multitester/Multimeter   dapat   dipergunakan   menentukan   kerusakan
        komponen dalam;
        a. Rangkaian dengan sumber tegangan
        b. Rangkaian tanpa tegangan
        c. Jalur PCB (printed circuit board)
        d. a, b dan c benar

    19. Oskiloskop suatu alat yang dapat digunakan melakukan pengukuran;
        A. Tegangan dan sinyal
        B. Frekuensi dan tegangan
        C. Arus yang besar




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     39
        D. a, b benar

    20. Signal injektor digunakan untuk   melacak bagian yang rusak dengan
        ouput signal adalah:
        a. Sinyal audio
        b. Sinyal Sinus AC
        c. Sinyal Sinus DC
        d. Sinyal Sinus RF


  f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)

    g. Lembar kerja
      Persiapan Pekerjaan Perbaikan/Reparasi
      A. Pengantar
          Lembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahami
          dasar-dasar pesawat radio sistem AM maupun sistem FM serta peralatan
          yang akan digunakan untuk pekerjaan perbaikan/reparasi. Jika Anda
          dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, itu berarti Anda
          sudah memiliki kemampuan dari hasil pembelajaran persiapan awal
          untuk kompetensi memperbaiki pesawat penerima radio tape recorder.

          Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan
          keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul
          ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahami
          dengan benar.

      B. Alat dan bahan
          1. Macam-macam alat ukur dan alat tools.
          2. Buku – buku penunjang untuk pembahasan pesawat radio




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        40
      C. Langkah kerja
          1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu
             kelompok, Kemudian buat diskusi untuk memahami cara kerja radio
             Tape Reocrder).
          2. Catatlah Alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pekerjaan
             perbaikan/reparasi.
          3. Buat ringkasan pemahaman tentang prinsip-prinsip dari pesawat
             penerima radio AM/FM.
          4. Buat penjelasan singkat dari tatacara menggunakan peralatan baik
             untuk pekerjaan mekanik maupun pekerjaan elektrik.
          5. Selamat bekerja, semoga berhasil.

      D. Kesimpulan
          Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembar
          kerja.

      E. Saran

          Jika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan dengan
          pekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembar
          kerja.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                          41
   Kegiatan Belajar 2 : Mengamati Gejala Kerusakan

   Pada kegiatan belajar 2 ini materi pembelajaran tentang mengamati gejala
   kerusakan pada pesawat radio tape recorder. Pesawat radio diopersikan untuk
   diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada
   bagian-bagian tombol power, tombol pengatur volume, tombol pengatur
   pencari gelombang AM/FM.

   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
      Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 2, peserta diklat diharapkan:
      1. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol power.
      2. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol pengatur volume.
      3. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol pengatur pencari
         gelombang AM/FM.

   b. Uraian materi

      Seperti pada kegiatan belajar 1 telah dijelaskan bahwa pesawat Radio
      sistem AM maupun sistem FM yang dijelaskan satu persatu. Pada
      pembelajaran berikuti peserta diklat diharapkan dapat memahami gejala
      kerusakan yang ditimbulkan oleh tombol power, tombol pengatur volume,
      dan    tombol       pengatur   pencarian   gelombang.   Tentu   saja   dalam
      perkembangan elektronika pesawat radio sistem AM maupun sistem FM
      diperoleh dalam satu kemasan yang kita temukan yaitu “Pesawat Radio
      Tape Recorder”. Untuk memahami dan mengatahui kerusakan, maka ada
      bebrapa langkah yang harus dilakukan oleh peserta diklat;




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         42
      Mengamati kerusakan pada tombol power




                             Gambar 19. Tombol Power

      1. Ambillah Pesawat Radio Tape Recorder!
      2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!
      3. Hidupkan pesawat penerima radio Tape Recorder dengan menekan
        tombol power on/off maka pesawat radio.
      4. Mati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala
        maka tombol power berpungsi dengan baik, jika lampu indikator
        tidak menyala maka tombol power tidak berpungsi sebagaimana
        mestinya.
      5. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikan
        sehingga memperoleh pemahaman tentang tombol power pada
        pesawat radio tape recorder.

      Catatan:
      Pemahaman tentang tombol power akan didapat kepada peserta diklat,
      bahwa tombol power merupakan bagian utama untuk pesawat radio
      mendapatkan sumber tegangan. Karena pada tombol power ini adalah
      salah satu komponen yang bekerja sebagi penghubung dan pemutus arus
      yang masuk ke bagian catu daya DC. Dengan sumber tegangan DC ini




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    43
      maka peswat radio dapat bekerja dengan baik dan dapat menerima siaran
      yang dipancarkan oleh pemancar radio.


      Mengamati kerusakan pada pengatur volume




                           Gambar 20. Menunjukan Tombol Volume

      1.   Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder!
      2.   Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!
      3.   Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombol
           power
      4.   Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu
           menyala maka tombol power berpungsi dengan baik.
      5.   Opersikan Tombol Pengatur volume dan pesawat radio akan
           menerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio.
      6.   Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikan
           sehingga       memperoleh pemahaman tentang tombol pengatur
           volume.

     Catatan:
     Pemahaman tentang tombol pengatur volume akan didapat kepada peserta
     diklat, bahwa tombol pengatur volume merupakan komponen yang dapat
     mengatur besar kecilnya sinyal yang akan diproses menjadi suara. Karena




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                   44
     pada tombol pengatur volume ini adalah salah satu komponen yang bekerja
     sebagai pengatur sinyal yang akan diteruskan kebagian penguat audio
     seperti yang dijelaskan pada pembelajaran 1. Dengan tombol pengatur
     volume maka pesawat penerima radio dapat menghasilkan besar kecilnya
     suara yang kita inginkan.


     Mengamati kerusakan pada Pengatur pencari gelombang




                   Gambar 21. Tombol pencari gelombang

     1.   Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder!
     2.   Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!
     3.   Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombol power
     4.   Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala maka
          tombol power berpungsi dengan baik.
     5.   Operasikan      Tombol   Pengatur   volume   pesawat   radio   akan
          menerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio.
     6.   Lakukan pengaturan tombol gelombang maka pesawat radio akan
          menyeleksi siaran yang akan diterima dengan indikator pada jarum
          penunjuk pencarian gelombang.
     7.   Jika pada tombol ini tidak bekerja maka kemungkinan kerusakan
          pada pengaturan tali gelombang.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         45
     8.    Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikan
           sehingga       memperoleh pemahaman tentang tombol pengatur
           pencari gelombang.

     Catatan:
     Pemahaman tentang tombol pengatur pencari gelombang akan didapat
     kepada    peserta     diklat,   bahwa    tombol    pengatur     pencari   gelombang
     merupakan bagian yang dapat merubah nilai komponen penala umumnya
     komponen ini adalah condenstor variabel. Karena pada tombol pengatur
     pencari gelombang ini adalah bagian yang bekerja dapat merubah frekuensi
     oscilator lokal dari pesawat radio tape recorder.


   c. Rangkuman
      Untuk mengamati gejala kerusakan yang diakibatkan oleh tombol power,
      tombol pengatur volume dan pengatur pencarian gelombang diperlukan
      pesawat Radio Tape Recorder yang dapat bekerja dengan baik.
      Kegiatan        pembelajaran    kedua     ini    peserta     diklat   harus   dapat
      mengembangkan pengamatannya yang didapat, agar lebih meningkatkan
      kompetensi yang diperoleh dari hasil belajarnya.

      1.    Pesawat penerima radio tape recorder tidak dapat menerima siaran
            akibat tombol power yang rusak atau tidak bekerja sebagaimana
            mestinya.
      2.    Pesawat radio       tape recorder tidak menghasilkan suara akibat
            kerusakan tombol pengatur volume tidak berfungsi sebagai pengatur
            sinyal yang masuk.
      3.    Pesawat radio tape recorder tidak dapat menyeleksi/memilih siaran dari
            pemancar akibat kerusakan pada bagian pengatur tombol pencari
            gelombang.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                46
   d. Tugas
      1. Datangi bengkel-bengkel reparasi disekitar kota anda, mintakan
          infomasi kepada teknisi jenis-jenis kerusakan pada radio tape recorder.
      2. Buatlah tabel jenis-jenis kerusakan serta hubungannya terhadap
          rangkaian/bagian terhadap jenis kerusakan tersebut.

   e. Test formatif
      Berilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang
      Anda anggap benar!

      1. Pesawat Radio Tape Recorder dapat menerima siaran, jika;
          a. Tombol power baik
          b. Tombol power sebagai penghubung
          c. Tombol power sebagai pemutus arus
          d. Tombol power berfungsi on/off

      2. Kerusakan Pada pesawat Radio tape recorder yang disebabkan tombol
          power adalah:
          a. Pesawat radio bunyi
          b. Pesawat radio tidak baik
          c. Pesawat radio tidak menerima siaran
          d. Pesawat radio tidak nyala lampu indikatornya.
      3. Mengapa radio tape recorder tidak bekerja, jika disebabkan kerusakan
          tombol power ?
          a. Karena Tombol power untuk menghubungkan sumber arus
          b. Karena tombol power sebagai saklar
          c. Karena tombol power pemutus arus
          d. Tombol power berfungsi on/off suber arus
      4. Kemungkinan lain yang mengakibatkan tidak bekerjanya tape recorder
          adalah:
          a. Sumber tegangan dc rusak




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        47
          b. Trafo rusak
          c. Diada penyearah terbakar
          d. a,b dan c benar

      5. Pesawat RadioTape Recorder tidak bunyi disebabkan oleh:
          a. Tombol volume rusak
          b. Tombol volume maksimum
          c. Potensio Volume minimum
          d. a,c benar

      6. Pesawat Radio Tape Recorder dapat menerima siaran dan bunyi jika;
          a. Tombol volume dapat dioperasikan
          b. Tombol volume tidak rusak
          c. Tombol volume maksimum
          d. Tombol volume dapat meneruskan sinyal ke penguat audio

      7. Kerusakan Pada pengatur volume pesawat              Radio tape recorder
          berakibat;
          a. Pesawat radio tidak bunyi
          b. Pesawat radio tidak dapat menerima siaran dari pemancar
          c. Pesawat radio suaranya kecil
          d. Pesawat radio tidak nyala lampu indikatornya.

      8. Mengapa radio tape recorder tidak bekerja, jika disebabkan kerusakan
          tombol volume?
          a. Karena pengatuir volume untuk meneruskan sinyal ke penguat audio
          b. Karena tombol volume sebuah potensio
          c. Karena tombol volume sebagai saklar
          d. Tombol volume berfungsi penerus suber arus

      9. Kemungkinan lain yang mengakibatkan suara kurang jelas:
          a. Potensio volume sudah haus arangnya.
          b. Penguat audio rusak




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       48
          c. Speaker rusak
          d. a,b dan c benar


      10. Pesawat RadioTape Recorder hanya dapat menerima satu gelombang
           AM/FM kerusakan pada:
           a. Tombol pencari gelombang
           b. Tombol Volume
           c. Tombol Power
           d. Detektor

    f. Kunci Jawabab (Terlampir pada BAB. III)
    g. Lembar kerja

       Mengamati Gejala Kerusakan
       A. Pengantar
           Lembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana mengetahui
           gejala kerusakan dengan mengoperasikan tombol kontrol pada
           pesawat radio Tape Recorder. Jika Anda dapat melakukan langkah-
           langkah kerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Anda
           akan memiliki kemampuan untuk menyimpulkan jenis-jenis kerusakan
           dengan bantuan mengopersikan tombol kontrol dari tape recorder.

           Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan
           keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul
           ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahami
           dengan benar.

       B. Alat dan bahan
           1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo)
           2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      49
       C. Langkah kerja

           1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu
             kelompok, Kemudian buat diskusi untuk memahami tombol kontrol
             volume, tombol power, dan tombol pengatur pencari gelombang).
           2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiap
             tombol kontrol.
           3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawat
             radio tape recorder.
           4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol terhadap
             rangkaian yng menjadi bagiannya.
           5. Selamat bekerja, semoga berhasil.

       D. Kesimpulan
           Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembar
           kerja.

       E. Saran
           Jika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan dengan
           pekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembar
           kerja.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       50
   Kegiatan Belajar 3: Mengalokasi Kerusakan

   Berdasarkan pengamatan gejala kerusakan Pada kegiatan belajar 2, maka
   materi pembelajaran 3 membahas tentang            mengalokasikan kerusakan
   mengacu pada skema rangkaian yaitui; kerusakan pada komponen, kerusakan
   pada koneksitas PCB (printed ciruit board) atau kabel, dan masalah bagian
   mekanik.

   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
       Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 3, peserta diklat diharapkan
       mampu menentukan gangguan/kerusakan yang terdapat pada radio tape
       recorder antara lain:
       1. Mengerti secara persis keadaan gangguan.
       2. Menyimpulkan bagian-bagian yang rusak dengan metode pengukuran
       3. Membatasi daerah yang rusak dengan metoda mengusik rangkaian jalur
          PCB
       4. Menemukan bagian yang rusak pada bagian mekanik.

   b. Uraian materi
       Pesawat Radio Tape Recorder pada dasarnya komponen-komponen
       elektronika yang di rangkai menjadi satu di atas papan yang di sebut
       papan rangkaian tercetak/PRT atau printed circuit board (PCB).
       Dalam perjalanan waktu komponen-komponen ini mengalami gangguan
       atau kerusakan.
       Rangkaian elektronika adalah suatu sistem yang terbagi-bagi, misal: pada
       penerima radio ada bagian Penala, IF, Detektor,dan penguat audio
       karenanya dalam melacak gangguan perlu penetapan alokasi pada bagian
       mana gangguan atau kerusakan terjadi.Biasanya, prosedur pencarian
       kerusakan yang umum dilakukan dan juga merupakan cara yang efisien
       adalah sebagai berikut:




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      51
       1. Mengerti secara persis keadaan gangguan
           Dalam banyak hal, anda harus mendengarkan secara rinci penjelasan
           dari orang yang meminta tolong untuk mereparasi pesawatnya. Jadi
           anda harus mendengarkan dengan seksama gangguan–gangguan
           macam apa saja yang tengah terjadi pada pesawat bersangkutan.
           Kemudian untuk meyakinkan kaeadaan gangguan tersebut, putarlah
           tombol–tombol pengatur yang ada pada pesawat.

       2. Penyimpulan blok–blok yang rusak
           Bila gejala gangguan telah diketahui secara pasti, buatlah suatu
           kesimpulan sementara bahwa gangguan tersebut terjadi karena adanya
           kerusakan pada bagian inti atau bagian itu dan sebagainya. Sebab
           seperti yang diketahui bahwa sebuah pesawat terdiri dari beberapa
           blok sirkuit yang terangkum dalam satu sirkuit lengkap. Sebuah
           pesawat radio transistor, ini pada konstruksinya terdiri dari bagian
           penala, mixer dan detektor serta penguat akhir. Kalau gangguannya
           telah diketahui maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan mungkin
           terjadi pada bagian penala, atau mixer atau penguatnya, dan lain
           sebagainya.


       3. Membatasi daerah yang rusak
           Meskipun daerah yang dicurigai telah ditemukan berdasarkan keadaan
           gangguan, tetapi umumnya daerah tersebut memiliki konstruksi yang
           rumit, sehingga yang harus diperiksa bukan hanya satu titik tertentu
           saja, tetapi dapat dikatakan cukup luas. Misalnya, walaupun telah
           diperkirakan bahwa kerusakan terjadi pada sirkuit bagian penguat, tapi
           pada sirkuit bagian penguat itupun terdiri dari penguat awal dan
           penguat akhir. Karena itu bagian yang rusak akan lebih mudah
           ditemukan dan diperiksa apabila daerah tersebut semakin dipersempit
           pada waktu melakukan pemeriksaan. Banyak cara untuk dapat




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        52
           melakukan hal tersebut salah satu contoh dapat melakukan seperti
           diagram dibawah:


                                       Daerah circuit yang dicurigai
                 A          B




             Apakah A normal?                   Tidak

                     ya



                     B. Rusak                  A. Rusak


            Ini merupakan cara pembagian satu blok menjadi dua bagian dan
            selidiki bagian mana yang rusak. Misalnya pada blok penguat dari
            sebuah radio transistor. Periksa dulu pada bagian penguat depannya,
            kalau berfungsi normal berarti kerusakan terjadi pada penguat akhir.
            Begitu juga dengan yang lain.

       4. Mengalokasi kerusakan dengan metode pengukuran
            Pengetesan    tegangan     ini   dimaksudkan    untuk      mencari   bagian
            komponen yang rusak, terutama pada transistor–transistor dan IC
            berdasarkan tegangan yang keluar            dari elektroda–elektrodanya.
            Umumnya       pengetesan     tersebut   mempergunakan         AVO    meter
            (multimeter atau multitester) pada daerah pengukuran DC. Normal
            atau tidaknya tegangan yang keluar dapat dimengerti dengan
            membuat perbandingan antara besaran yang diukur dengan AVO
            meter dengan diagram rangkaian yang ada. Dalam hal ini juga perlu
            diperhatikan bahwa pada beberapa bagian menunjukan harga yang




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                              53
            berbeda sampai pada batas tertentu yang disebabkan oleh adanya
            resistansi dalam AVO meter bersangkutan.

            Langkah-langkah Mengukur tegangan yang harus dilakukan;
            1. Hidupkan   pesawat     penerima       radio   dan    datalah    pemancar-
               pemancar yang ada dilokasi daerah anda untuk mand MW!
            2. Matikan pesawat penerima, kemudian sambungkan antena dengan
               ground pesawat menggunakan kabel penghubung yang tersedia
               untuk menghindari adanya sinyal yang masuk kedalam pesawat
               anda.
            3. Hidupkan kembali pesawat penerima.
            4. Mengukur    tegangan,       gunakan     Multimeter    untuk      mengukur
               tegangan kaki-kaki semua komponen aktip seperti transistor, catat
               hasil pengulkuran dan buat tabel hasil pengukuran.

            Dibawah ini contoh mencari kerusakan dengan cara pengukuran.

                                5V                                        5V
                                +V                                        +V



                    1k     1k                                1k      1k

                                     1uF                                       1uF

             1uF                                 1uF
                            NPN                                       NPN

                                     NO DATA                                    N
                                       DC~V                                     DC V
                    1k     1k                                1k      1k




                   Gambar 22. Pengukuran tegangan pada komponen




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                54
          Mengukur tahanan:
          1. Matikan sumber dari pesawat penerima!
          2. Gunakan multimeter untuk mengukur tahanan dari elemen (kaki)
              semua penguat dan catat hasilnya pada lembar kerja!
          3. Lepaskan jumper (penghubuing) antena dan ground, kemudian
              simpan peralatan pada tempat semula, buat kesimpulan dari hasil
              pengamatan.


       5. Mengalokasi kerusakan dengan melacak jalur rangkaian
            Dalam menganalisis gangguan pesawat penerima radio, setelah
            diyakini bahwa pesawat bekerja normal, maka dapat dilakukan
            metode mengusik rangkaian sebagai langkah lanjut untuk melokalisasi
            gangguan pesawat tersebut. Metode ini menggunakan alat test yang
            sangat sederhana, yaitu obeng logam yang diisolasi pada sebagian
            batangnya. Metoda ini berlaku bagi pesawat yang bekerja pada
            tegangan rendah dan arus rendah saja. Perlu diingat, janganlah
            metode ini digunakan untuk pesawat yang dapat menimbulkan kejutan
            listrik.
            Dengan menggunakan metode obeng yng disentuh dengan telunjuk
            pada satu titik tertentu, akan diketahui lokasi gangguan yang terjadi
            pada pesawat penerima radio. Prosedur percobaan ini dapat dilakukan
            secara berurutan, mulai loudspeaker sampai ke depan rangkaian yaitu
            terminal antena. Bila obeng disentu pada titik input rangkaian
            loudspeaker, akan didengar suatu bunyi tertentu yang menyatakan
            bahwa loudspeaker bekerja secara normal.
            Bila saat pengetesan loudspeaker tidakl mengeluarkan suara maka
            rangkaian dibelakang test poin tersebut mendapat gangguan.makin
            kedepan titik pengetesan maka suara harus semakin kuat.khusus
            pengetesan loudspeaker, kalau tidak berhasil dengan obeng maka
            gantilah pengetesan dengan multimeter.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        55
            Selanjutnya gambar 23 dapat diperhatikan contoh pengetesan jalur.
            Pengetesan kondusi dilakukan untuk menguji atau untuk mengetahui
            bahwa mungkin terjadi hubungan kawat yang terputus atau terjadinya
            hubungan singkat dalam rangkaian dari komponen – komponen
            bersangkutan. Pengetesan ini juga dilakukan dengan menggunakan
            multimeter pada posisi pengukuran resistansi. Tentu saja pada waktu
            melakukan pengetesan resistansi /hubungan antar jalur pada papan
            rangkaian tercetak, perlu diingat pesawat dalam keadaan mati.




                                                                    NO DATA
                                                                      OHMS



                    Gambar 23. Pengukuran jalur dengan AVO meter

   c. Rangkuman
      Didalam menentukan kerusakan dengan cara pengukuran tegangan
      maupun pengukuran hambatan jalur rangkaian peserta diklat dapat lebih
      cepat menemukan bagian/komponen yang dianggap rusak.
      Jika sudah ditemukan bagian atau komponen yang rusak maka kita dapat
      mengganti komponen yang baru.
      Oleh karenanya penguasaan metoda pengukuran didalam menentukan
      bagian yang rusak adalah merupakan kompetensi yang penting dikuasai
      oleh peserta diklat.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       56
   d. Tugas

       1. Buatlah       kemungkinan    kerusakan      yang      terjadi   dari    setiap
           bagian/komponen pada pesawat tape recorder.
       2. Buatlah     diagram    pengalokasian     kerusakan,     serta   kembangkan
           pemahaman dengan mencari sumber lain diluar modul ini.


   e. Test formatif
      Bacalah pertanyaan berikut, jawab pertanyaan dengan ringkas teratur dan
      jelas.
      Dengan menggunakan multimeter analog:
      1.   Uraikan   langkah-langkah       untuk   pengukuran     komponen       didalam
           rangkaian.
      2.   Uraikan langkah kerja dalam mengukur jalur PCB pada rangkaian.
      3.   Uraikan langkah kerja dalam mengukur transistor di luar rangkaian.
      4.   Uraikan langkah kerja dalam mengukur tahanan.
      5.   Apakah ada kaitan yang erat antara kemampuan (kompetensi)
           mengukur       komponen    di    luar   rangkaian    dengan    kemampuan
           memperbaiki sebuah pesawat radio? Jika ada jelaskan, jika tidak ada
           sebutkan alasannya.

   f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)

   g. Lembar kerja

      Mengalokasi kerusakan
      A. Pengantar
           Lembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana untuk
           menentukan kerusakan dengan mengoperasikan tombol kontrol pada
           pesawat radio Tape Recorder. Jika Anda dapat melakukan langkah-
           langkah kerja dengan benar, serta menentukan dengan teliti kerusakan




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                               57
           maka Anda akan memiliki kemampuan untuk melokalisai bagian-
           bagian/komponen yang terdapat pada pesawat radio tape recorder.

           Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan
           keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul
           ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahami
           dengan benar.
      B. Alat dan bahan
           a. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).
           b. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika
           c. Gambar rangkaian Radio AM/FM

      C. Langkah kerja
           1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu
              kelompok, Kemudian buat diskusi untuk menjelaskan gejala
              kerusakan).
           2. Buatlah tabel, Catatlah jenis kerusakan yang terdapat dari setiap
              bagian atau komponen.
           3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawat
              radio tape recorder.
           4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol
              terhadap rangkaian yng menjadi bagiannya.
           5. Selamat bekerja, semoga berhasil.
      D. Kesimpulan.
           Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembar
           kerja.

      E. Saran
           Jika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan dengan
           pekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembar
           kerja




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       58
   Kegiatan Belajar 4: Menganalisa hasil pengukuran

   Berdasarkan skema rangkaian yang telah dijelaskan pada pembelajaran 1,
   maka dianalisa setiap bagian/rangkaian untuk dapat diitentukan jenis
   kerusakan.

   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
      Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 4, peserta diklat diharapkan
      Trampil menentukan kerusakan:
      Mengacu pada skema rangkaian
      Berdasarkan hasil pengukuran untuk menentukan kerusakan dengan benar.

   b. Uraian materi

      Perhatikan Gambar 24, ditunjukan gambar rangkaian pesawat radio
      AM/MW secara lengkap. Titik yang diberi test poin menunjukan bagian/
      komponen       untuk dapat dilakukan pengukuran sehingga data hasil
      pengukuran dapat dipergunakan analisa kerusakan. Pada pembelajaran ini
      dijelaskan   ada    dua   contoh   jenis   kerusakan   untuk   dianalisa    dan
      diindentifikasi kerusakannya.
      Jenis kerusakan yang dimaksud adalah:
      1) Suara radio lemah.
      2) Pesawat Radio tidak ada sinyal.


      1) SUARA RADIO LEMAH

                  Bagian Yang
          No.                            Analisa pengukuran            Penyelesaian
                     Rusak
           1.   Detektor              Tegangan bias yg salah         - Betulkan
                (transistor)          pada transistor                  tegangan bias
                                                                     - Ganti dengan
                                                                       transistor yg baru




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                            59
                                                                                                                                                                                                                  +V
                                                 TP17
                                                                 4k7                                            100                                                                                             12V




                                                                                         +V
                                                                                                                            47k                           39k                 TP8
                                                                                   12V
                                                                                                                                                                                     5k6
                                                    D1-D2 4148                                                               TP6
                                                                                                                                                           C829                       IN60           470
                                           39k                         TP2
               1mH                                                                                          1P
                            TP1                                                                                                    C829     1P                                       1S
                                                                                                                                                          TP7              1P                    .1
                                                  C829
                                                                                                                                           .1        1S
                            01                                                           0ut                                                                             .1                       001
                                 +                                                                     .1
                                                                            1uF                                        1S
                 L2                                                                                                                                       TP9                                    TP10
    5pF                                                                                                         TP5
          +




                                                    005         47                L3
                                     TP3                                                      1k                                                                                                        5k
                                                                                                            220/16




                                                                                                                         +
                                                                                                                                                               15k         004




                                                                                                            +
                                                                                                                                   390 004          002
                                                  390
                                                                1uF
                                                                             TP4                                                                                     390
       1uF                                                                                                       10/16

                                                                        0                                                                       RANGK.IF(FREK.MENENGAH)


                                                                                                                                     470                                                             12v




                                                                                                                                                                                                           +V
                                                                                                   0
                                                                                                                                                                           220/16




                                                                                                                                                                                     +
                                                                                                                                                                         560
                                                                                                                                                     13
                                                                                                                                                                           14
                                                                                   12V
                                                                                   +V




                                                                                                                                                                                             8
                                                                                                                                                                D734
              ke basis TR2                                5K6                                                                220          IN4148
                                                                                                                                                           1         1
                                       TP8                                                                                                                                    1uF
                                                                                                                 TP12                                                            +
                      TR3                          IN60         470                                                                                        1         1

                                                                             TP10                               .1uF         220pf
                                                           01
                             .1
                                                                                                   0
                               1P            1S                                                                                           C1684                            TP15
                                                                                                                              TP11
                                                                                                                                                                B698
                                                                005                                                                               150k
                                                                      5k
                                                                                                                                           33k
                            RANGK.DETEKTOR
                                                                                                   0




          Gambar 24 Rangkaian Pesawat Radio AM/MW




                                                                                                                                                                                                 0
                                                                                                                  RANGK.AUDIO AMPLIFIER




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                                                                                                                                60
                Bagian Yang
      No.                             Analisa pengukuran                Penyelesaian
                   Rusak
       2.     Detektro (dioda)      Tegangan bias yg salah        - Betulkan tegangan
                                    Pada dioda                        bias
                                                                  - Ganti dengan dioda
                                                                      yg baru
       3.     Filter AGC            Kondensator filter AGC        1. Periksa sirkuit
                                    putus                             /komponen sekitar
                                                                      rangkaian detektor


      Dari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini:
      Tingkat detektor dan AGC radio penerima dapat mengakibatkan suara radio
      menjadi lemah, apabila pada tingkat-tingkat itu terdapat kerusakan-
      kerusakan antara lain seperti dibawah.
      1. Jika detektornya dari transistor, dari hasil pengukuran terjadi kesalahan
            tegangan bias pada transistornya.
      2. Jika detektornya dari diode, mungkin diode itu diberi tegangan bias
            yang salah.
            a. Periksalah tegangan bias laju detektor (diode atau transistor).
                Kesalahan tegangan ini jangan sampai melebihi 10-20 %. Jika ada
                kesalahan tegangan bias ini maka suara radio dapat lemah dan
                mungkin disertai dengan distorsi.
            b. Coba gantilah dengan detektor yang baru dan perhatikanlah
                perobahannya.
            c. Periksalah sirkuit detektor (komponen-komponen detektor lainnya)
                seperti tahanan dari kondensator filter. Lepaslah detektor itu dari
                sirkuitnya pada waktu pengukuran komponen-komponen sirkuit
                tersebut.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                          61
      3. Filter AGC rusak.
           a. Jika kondensator filter AGC diduga putus (habis nilainya) periksalah
               dengan menghubungkan paralel kondensator yang baru.
           b. Kondensator filter AGC yang putus dapat mengakibatkan radio
               kurang sensitive, dan sering kali disertai dengan regeneration.
               Dalam menghubungkan kondensator filter ini jangan sampai terbalik
               polaritasnya. Kondesnsator filter AGC radio transistor biasanya dari
               elektrolit, jadi berbeda dengan kondensator filter AVC untuk radio
               tabung.
      4. Ada kerusakan pada diode-overload atau diode pembantu, jika radio
          yang bersangkutan menggunakannya.
          a.   Coba periksalah diode-overload itu jika mungkin hubungan–pendek.
               Telitilah hubungan diode itu kalau terbalik pemasangannya dalam
               sirkuit.
          b.   Diode-overload yang terbalik memasangnya atau hubungan pendek
               dapat mengakibatkan radio kurang peka (kurang sensitive).

          Selain hubungan yang telah diterangkan, kadang-kadang diode-overload
          dipasang antara sisi bawah gulungan transformator I-F kedua bagian
          primernya dengan gulungan primer sisi atas transformator I-F pertama.
          Jika hubungan yang sedemikian itu diode-overload.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      62
      2) TiDAK ADA SINYAL

                    Bagian Yang
          No.                             Analisa pengukuran                Penyelesaian
                       Rusak
             1.   Gulungan              Hambatan kumparan             -   Ganti trafo IF
                  transformator IF      sekunder trafo putus
             2.   Detektor (dioda)/     Tegangan bias yg salah        -   Betulkan tegangan
                  (transistor)          Pada dioda                          bias
                                                                      -   Ganti dengan dioda
                                                                            yg baru
             3.   Oscilator lokal       Transistor penguat RF         -   Priksa sirkuit
                  pada rangkaian        tegangan bias yg salah              /komponen
                  penala                                              -   Sekitar rangkaian
                                                                            penala

         Dari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini:
        1.    Gulungan Transformator putus.
              Trafo yang rusak dapat mengakibatkan tidak dapat diteruskan sinyal
              dari tingkat ketingkat lainnya.
              Setelah dilakukan pengukuran pada gulungan primer dan sekunder
              transformator IF dengan ohm meter, dan menunjukan nilai yang
              tidak sesuai dengan data teknis, maka dapat disimpulkan sinyal
              berhenti disatu titik yang pada akhirnya radio tidak bunyi.

        2.    Transistor detektornya rusak.
              Hal ini jika detektor menggunakan transistor, coba lepaslah transistor
              itu dan periksalah dengan ohm-meter, atau gantilah dengan
              transistor yang baru. Jika transistornya dalam keadaan baik, coba
              ukurlah komponen-komponen detektor transistor itu.

        3.    Diode    germanium      rusak     (jika   menggunakan   detektor     diode
              germanium).




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                            63
             a.   Ukurlah tahanan balik dan tahanan laju diode. Jika tahanan
                  baliknya dibawah 20 k-ohm (20.000 ohm), sebaiknya gantilah
                  kristal germanium itu. Kristal diode germanium yang masih baik
                  mempunyai tahanan balik antara 100.000-500.000 ohm dan
                  tahanan lajunya kurang dari 100 ohm. Makin besar ketetapan
                  arus diode kristal itu makin rendah pula tahanan lajunya.
             b.   Mengukur tahanan laju dan tahanan balik diode cukup hanya
                  dengan membalik kabel pengukur ohm-meter.
             c.   Gantilah diode yang sudah rusak, dan perhatikanlah polaritasnya
                  ketika memasang, jangan sampai keliru.
                  Pada waktu memasang kristal diode, gunakanlah penyalur panas
                  dengan hati-hati dan secepat mungkin mengerjakannya, agar
                  supaya diode itu tidak rusak karena panas yang berlebihan.
                  (Panas ketika menyolder).

        4.   Tegangan elektrode-elektrode detektor.
             a. Jika detektornya dari diode-germanium (kristal diode), ukurlah
                  tegangan bias laju antara anode dan katodenya. Tegangan bias
                  laju ini kecil sekali, antara 0,025 volt-0,1 volt.
             b. Jika detektornya dari transistor, ukurlah bias laju antara basis dan
                  emittor, dan tegangan bias ini juga kecil seperti tegangan bias
                  pada diode germanium.
             c. Dalam pengukuran ini gunakanlah voltmeter d-c dengan batas
                  ukur yang cukup rendah, sehingga penunjukan jarum voltmeter
                  mudah dibaca.

        5.   Osilator lokal pada rangkaian penala dapat menyebakan pesawat
             radio tidak ada sinyali, sinyal dari osilator dan sinyal RF yang datang
             dari luar (antena) agar menghasilkan sinyal IF dengan frekuensi 455
             kHz. Jika bagian ini tidak bekerja maka pada pesawat tidak akan ada
             sinyal.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       64
    c. Rangkuman

      Didalam menentukan/menganalisa hasil pengukuran pesawat penerima
      radio, setelah diyakini bahwa pesawat radio bekerja dengan normal, maka
      dapat dilakukan beberapa cara yaitu dengan cara menyocokan data hasil
      pengukuran dengan data besaran tegangan dengan kondisi pesawat
      bekerja dengan normal.
      Tujuan      akhir   dari   anlisa   hasil   pengukuran   adalah   ditemukannya
      bagian/komponen yang rusak. Oleh karenanya setiap peserta diklat harus
      mampu menganalisa suatu data untuk mendapatkan informasi baru yang
      akan digunakan sebagai penyelesaian langkah-langkah perbaikan/reparasi.


    d. Tugas

      Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 4 pada modul
      ini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:
      1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4 orang.
      2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempat tinggal
          anda.
      3. Menggunakan contoh format diatas, catatlah tipe dan jenis kerusakan
          pesawat radio yang diperoleh dari bengkel yang anda kunjungi.
      4. Setelah memperoleh jenis-jenis kerusakan dapat digunakan sebagai
          kajian pembahasan /diskusi kepada kelompok belajar anda atau dengan
          guru.


   e. Test formatif

      Bacalah pertanyaan berikut, jawab pertanyaan dengan ringkas teratur dan
      jelas.
      Dengan mengacu pada sekema rangkaian:
      1. Uraikan langkah-langkah untuk menganalisa hasil pengukuran!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        65
      2. Dengan cara bagaimanakah anda, memperoleh data pengukuran
          dengan kondisi radio tidak normal?
      3. Mungkinkah data pengukuran dijadikan bahan untuk menentukan jenis-
          jenis kerusakan?
      4. Bagaimanakah dapat diketahui oscilator lokal dikatakan tidak bekerja?
      5. Kesalahan Tegangan bias setiap transistor akan mengakibatkan radio
          menjadi tidak bekerja, jelaskan?


   f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)
   g. Lembar kerja

      Menganalisa hasil pengukuran
      A. Pengantar
          Lembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana untuk
          melakukan analisa data hasil pengukuran untuk memperoleh informasi
          jenis-jenis kerusakan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja
          dengan benar, serta menganalisa dengan teliti maka Anda akan memiliki
          kemampuan untuk menganalisa kerusakan bagian maupun komponen
          yang terdapat pada pesawat radio.
          Satu hal yang perlu diingat, perbanyak data pengukuran untuk
          mendapatkan hasil analisa yang benar. Baca kembali persiapan awal
          yang ada pada modul ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa
          yang belum Anda fahami dengan benar.


      B. Alat dan bahan
          1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).
          2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika
          3. Gambar rangkaian Radio AM/FM




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    66
      C. Langkah kerja
          1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu
             kelompok,     Kemudian   buat   diskusi   untuk   menjelaskan   gejala
             kerusakan).
          2. Buatlah tabel, Catatlah jenis kerusakan yang terdapat dari setiap
             bagian atau komponen.
          3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawat
             radio tape recorder.
          4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol terhadap
             rangkaian yang menjadi bagiannya.
          5. Selamat bekerja, semoga berhasil.

      D. Kesimpulan
          Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembar
          kerja.

      E. Saran

          Jika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan dengan
          pekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembar
          kerja.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      67
   Kegiatan Belajar 5: Melaksanakan Perbaikan/Reparasi

   Pada kegiatan belajar 4 telah diindentifikasi jenis-jenis kerusakan dan
   sebabkan dari      komponen yang rusak. Pembelajaran selanjutnya peserta
   dikalat melaksanakan perbaikan/reparasi.

   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
      Peserta diklat trampil melakukan perbaikan/reparasi dari segala jenis
      kerusakan pada pesawat penerima radio.

   b. Uraian Materi
      Langkah-langkah perbaikan/reparasi pesawat tape recorder.
      Dalam pekerjaan perbaikan/reparasi dianjurkan mengikuti langkah-langkah
      perbaikan /reparasi sebagai berikut:

      1. PEMERIKSAAN FISIK (sebelum pesawat-radio dihidupkan):

          a) Apakah stelan untuk tegangan jaringan (main voltage) betul?
          b) Apakah polaritas baterai betul? (tidak         saling tukar terminal
             positif/negatifnya).
          c) Apakah       kontak–kontak   baterai   baik?   (kontak–kontak   harus
             bersih;tidak berkarat,dan tidak hijau oleh reaksi kimia). Bersihkan
             dengan kain basah air panas,kemudian dikeringkan betul.
          d) Apakah tak ada perkawatan putus? (ada pelawan hangus,dlsb).

      2. PADA SAAT, DAN SEBENTAR SESUDAH, PESAWAT
          DIHIDUPKAN:
          a) Adakah ada bau asap? (trafo atau dioda, pelawan,terbakar).
          b) Apakah ada kenaikan daya yang menyolok pada jaringan umum?
             (diukur dengan alat ukur watt atau alat ukur ma)
          c) Sampai berapakah tegangan baterainya jatuh?
          d) Apakah kawat pijar berpijar semuanya?




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      68
          e) Berapakah tegangan yang ada pada kondensator tapis pencatu
             daya?

      3. SELAMA PESAWAT HIDUP

          a) Pengeras suara berdengung? Dengung 100Hz ditimbulkan oleh C
             tapis kering (habis kapasitasnya).
             Dengung 50 Hz ditimbulkan oleh satu sel (dioda) perata yang rusak.
             (Dengung 100 Hz lebih tinggi nadanya ketimbang dengung 50 Hz).

          b) Pengeras suara berdesah? Ada desah, berarti penerima menangkap.

          c) Putarlah pengatur volume sampai maksimum, kemudian jamahlah
             (dengan      jari)   basis   (atatu   kisi)   penguat   audio.   Jangkit
             dengung,berarti bahwa bagian ini baik.

          d) Putar-putarlah saklar jalur (bandswitch) (berpindah-pindah jalur
             frekwensi). Ada ”krak” dari pengeras suara? Ada, berarti: penyampur
             dan penguat frekwensi antara baik.

          e) Sentuh-sentuh terminal antena dengan kawat (atau obeng). Ada
             “krak-krak” dari pengeras suara? Ada,berarti sirkit antena baik.

          f) Menguji transistor/IC: kalau mencurigai transistor atau
             IC, ujilah alat-alat itu, atau ganti saja dengan yang baru.
             Untuk menguji transistor, tidak perlu melepaskanya dari sirkit; cukup
             mengukur-ukur tegangan kolektor dan tegangan emitornya saja.
             Dengan alat uji transistor khusus,transistor-transistor akan dapat di
             uji dengan mudah, tanpa menanggalkanya dari rangkaian. alat uji
             yang di maksud adalah plug in circuit transistor tester. Alat uji ini
             akan dapat di bangun sendiri dengan mudah.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         69
      4. TIDAK ADA SUARA
          a) Jamahlah sirkit masukan penguat audio. Timbul dengung?           Kalau
             timbul dengung, berarti kesalahan berada di salah satu          tingkat
             depannya detector.
          b) Jamahlah dengan obeng pada kisi tabung, atau basis transistor.
          c) Ujilah osilator. Cara menguji osilator, Osilator supaya di uji pada
             berbagai frekwensi, dengan memutar-mutar kondensator tala dari
             posisi minimum hingga maksimum (bersesuaian dengan frekwensi
             tertinggi hingga frekwensi terendah, di dalam satu jalur). Mungkin
             osilator hanya mau berguncang pada salah satu jalur saja, atau
             mungkin mau berguncang pada separuh belah jalur saja.
          d) Apakah penguat frekwensi antara berguncang? Ini dapat di tilik
             dengan jalan mengukur tegangan yang di hasilkan detector. Kalu
             penguat frekwensi antara berguncang akan ada tegangan rata di
             keluaran detector. Meskipun penerima sedang tidak menangkap
             apapun.

      5. BUNYI LEMAH

          a) Apakah tegangan pencatu daya (baterai) terlampau rendah?
          b) Titik bagian audio. (berilah sinyal lewat terminal masukan untuk
             “pick up”. Kalau bunyi ternyata normal, berarti kesalahan berada di
             salah satu tingkat didepannya penguat audio.
          c) Titik tegangan-tegangan di penguat frekwensi antara dan di
             konvertor.
          d) Bunyi lemah dapat juga ditimbulkan oleh salah satu transformator
             kopling yang tergeser talaanya (tidak tepat 455 KHz). Kalau bunyi
             lemah terjadi hanya ada pada sesuatu bagian dari jalur frekwensi,
             maka penilikan dilakukan terbatas pada bagian jalur itu saja!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       70
      6. BUNYI GEMERTAKAN
         a) Potensiometer pengatur volume kotor atau aus. Gantilah dengan
             yang baru. Tidak cukup dengan hanya membersihkannya saja,
             karena toh akan segera gemertekan lagi!
          b) Periksa kondensator tala, kalau-kalau kotor. Dapat di bersihkan
             dengan menyemprotkan udara, atau menggesek - gesekkan kertas
             tipis di celah-celah kepingnya.
          c) Ujilah (periksa) saklar-saklar.

      7. SUMBER TEGANGAN DC
          Baterai supaya di ukur sementara pesawat sedang hidup. (mengukur
          tegangan beban; bukan G.E.M baterai!) Tegangan beban yang merosot
          akan membangkitkan bunyi cacat, sebab:
          a) Terjadi kopling lewat perlawanan dalam baterai;
          b) Kondisi kerja transistor tergeser kebawah.

          Jikalau baterai di jajari kondensator-kondensator yang cukup besar, lagi
          pula di dalam pesawat terdapat sirkit-sirkit de kopling yang baik,maka
          tegangan baterai yang merosot akan tidak menimbulkan cacat yang
          sangat. Tetapi oleh kemerosotan tegangan itu,kepekaan penerima
          merosot juga.
          Gejala-gejala yang di timbulkan oleh kemerosotan tegangan baterai
          adalah a.l.:
          1) Kepekaan penerima berkurang (bunyi dari pneras suara menjadi
             lemah). Bunyi cacat.
          2) Netralisasi   dalam    penguat    frekwensi   antara   menjadi   kurang
             efektif,sehingga penerima cenderung berosilasi (bercuit-cuit).
          3) Bunyi dut-dut-dut. (Motorboating).




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        71
      8. KONDENSATOR
          Kondensator elektrolit dengan kapasitas besar–besar di pakai dalam
          rangkaian transistor-transistor, mengingat bahwa transistor mempunyai
          impedansi masukan rendah-rendah.
          Dalam sirkit kopling, maka kondensator yang bocor akan menimbulkan
          cacat. kondensator yang kering merosotkan penguatan, pula frekwensi
          rendah-rendah audio jadi hilang.

          Dalam sirkit-sirkit jajaran (by pass) dan dalam tapis-tapis, maka C yang
          bocor menurunkan tegangan kerja dan arus kerja, hingga menimbulkan
          cacat. C yang kering akan menimbulkan gejala motorboat.
          Kondensator kertas harus mempunyai perlawanan isolasi lebih dari 50 M
          Ohm untuk kapasitas setiap mikro farad. (Contoh: kapasitas 0,5 mfd
          harus mempunyai perlawanan isolasi lebih dari 0,5 x 50 Mohm=25
          Mohm,dst.).
          Perlawan kondensator mika dan keramik harus melebihi 100 Mohm per
          mfd nya.

          Kondensator elektrolit yang baik dengan tegangan kerja 400 Volt DC
          harus mempunyai perlawanan lebih dari 500 K ohm. Kondensator-
          kondensator elektrolit untuk tegangan-tegangan kerja kecil mempunyai
          perlawanan serendah-rendahnya 100 K ohm.
          Jikalau sedang menguji kondensator elektrolit, perlulah polaritas-
          polaritas alat ukur Ohm di perhatikan, sebab menguji dengan polaritas-
          polaritas tertukar akan menimbulkan salah ukur.

          PERHATIAN:
          Kondensator–kondensator     dalam      penerima    bertransistor   lazimnya
          bertegangan tembus rendah–rendah (1,5.......15 Volt). Kalau mengiji
          alat-alat ini dengan alat ukur Ohm (ataupun alat-alat ukur lain) ingat-
          ingatlah,   bahwa   alat-alat   ukur     yang     bersangkutan     mungkin




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        72
          menggunakan tegangan baterai yang lebih tinggi dari tegangan tembus
          kondensator!

   c. Rangkuman
      Untuk    dapat      melaksanakan   pekerjaan   perbaikan/reparasi   diperlukan
      pengetahuan yang cukup, pemahaman secara teori/prinsip kerja pesawat
      radio, juga diperlukan kompetensi pengoperasian alat ukur.
      Selain dari pada itu trampil didalam menggunakan alat mekanik; seperti
      Obeng, Tang, Solder.
      Sedangkan alat ukur terdiri; multimeter, oskiloskop, signal injektor dan alat
      pendukung lainnya.
      Tujuan akhir dari pekerjaan perbaikan/reparasi adalah dapat memperbaiki
      dari bermacam-macam jenis kerusakan.

   d. Tugas
      Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 5 pada modul
      ini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut :
      1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4 orang.
      2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempat tinggal
          anda.
      3. Dapatkan      langkah-langkah    penyelesaian   praktis   dalam pekerjaan
          perbaikan/reparasi.
      4. Setelah memperoleh petunjuk praktis laporkan kepada guru untuk
          dijadikan bahan kajian pembahasan/diskusi kepada kelompok belajar
          anda.

   e. Test formatif
      Berilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang
      Anda anggap benar.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       73
     1.   Dalam perbaikan pesawat elektronik, apakah langkah pertama dalam
          pemeriksaan fisik sebelum pesawat-radio dihidupkan?
          a. Memeriksa polaritas baterai
          b. Memeriksa kontak – kontak baterai
          c. Memeriksa perkawatan
          d. Memeriksa stelan untuk tegangan jaringan (main voltage)

     2.   Berapa besar tegangan kerja kondensator elektrolit yang baik?
          a. 300 volt DC                   c. 300 volt AC
          b. 400 volt DC                   d. 400 volt AC

     3. Dan kondensator elektrolit tersebut harus mempunyai perlawanan lebih
          dari:
          a.   500 K Ohm                   c. 300 K Ohm
          b.   400 K Ohm                   d. 700 K Ohm

     4. Apa yang dimaksud dengan plug in circuit transistor tester?
          a. Alat pengukur transistor
          b. Alat pemberi tegangan pada transistor
          c. Alat uji transistor
          d. Alat untuk memperbaiki transistor

     5. Apa yang dimaksud dengan Bandswitch ?
          a. Saklar Jalur                  c.   Saklar Togle
          b. Saklar Geser                  d.   Saklar Push On

     6. Ditimbulkan oleh apa pengeras suara berdengung sebesar 100 Hz ?
          a. Ditimbulkan oleh satu sel (Dioda) perata yang rusak
          b. Ditimbulkan oleh C tapis yang kering (habis kapasitasnya)
          c. Ditimbulkan oleh kebocoran transistor
          d. Adanya kerusakan pada speaker




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                   74
     7. Dan ditimbulkan oleh apa pengeras suara berdengung sebesar 50 Hz?
        a. Ditimbulkan oleh satu sel (Dioda) perata yang rusak
        b. Ditimbulkan oleh C tapis yang kering (habis kapasitasnya)
        c. Ditimbulkan oleh kebocoran transistor
        d. Adanya kerusakan pada speaker

     8. Apa yang dimaksud dengan By Pass ?
        a. Papan sirkuit tercetak       c. Sirkuit-sirkuit searah
        b. Sirkui-sirkuit jajaran       d. Sirkuit-sirkuit setara

     9. Disebabkan oleh apakah terjadinya gejala Motorboating ?
        a. Transistor yang bocor        c. Resistor yang terbakar
        b. Dioda yang bocor             d. Condensator yang kering

    10. Bunyi lemah dapat juga ditimbulkan oleh .......
        a. Transistor Kopling           c. Thyristor Kopling
        b. Thermistor Kopling           d. Transformator Kopling




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                75
   f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)
   g. Lembar kerja

      Melaksanakan Perbaikan/Reparasi

      A. Pengantar
          Lembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana kita dapat
          melaksanakan perbaikan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah
          kerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Anda akan
          memiliki kemampuan dan tranpil memperbaiki jenis-jenis kerusakan
          dengan mengganti komponen–komponen yang rusak.

          Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan
          keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul
          ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahami
          dengan benar.
      B. Alat dan bahan
          1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).
          2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika
          3. Multimeter, Toolkit, solder

      C. Langkah kerja
          1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu
             kelompok, Kemudian buat diskusi untuk melaksanakan perbaikan).
          2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiap
             tombol kontrol.
          3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawat
             radio tape recorder.
          4. Buat penjelasan singkat tentang langkah-langkah perbaikan.
          5. Selamat bekerja, semoga berhasil.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                   76
      D. Kesimpulan
          Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembar
          kerja.

      E. Saran
           Jika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan dengan
           pekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembar
           kerja.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                   77
   Kegiatan Belajar 6: Menguji hasil Perbaikan/Reparasi

   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
      Setelah menyelesaikan pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan:
      1. Mampu menggunakan alat ukur elektronik untuk menguji langkah
         perbaikan yang telah dilakukan.
      2. Dapat memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan sudah sesuai
         dengan standar prosedur operasi yang dipersyaratkan.
      3. Dapat memastikan bahwa semua komponen pengganti sudah terpasang
         dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur perbaikan dan sesuai
         dengan buku petunjuk manual yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat
         perangkat elektronik yang diperbaiki.

   b. Uraian Materi
      Sebuah langkah perbaikan terhadap gangguan yang didapat pada suatu
      perangkat elektronik pada dasarnya adalah sebuah langkah yang sistematis
      yang menuntut ketelitian tinggi dari mekanik elektronik yang melakukan
      perbaikan.

      Dalam konteks ini adalah suatu keharusan jika kemudian seorang mekanik
      melakukan pengujian ulang terhadap perbaikan yang telah dilakukan.
      Menguji hasil perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan langkah awal
      perbaikan. Perbaikan sebuah penerima misalnya dilakukan mulai dari
      rangkaian depan (loudspeaker), kemudian dilanjutkan dengan rangkaian
      penguat daya, rangkaian penguat tegangan dan seterusnya. Dengan
      demikian pengujian hasil perbaikan juga dimulai dari depan, dimana
      pengujian dilakukan dengan menggunakan multimeter, megukur tegangan
      pada titik-titik uji (Test Point/TP) yang dapat dilihat dari diagram rangkaian
      (schematic diagram) yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat perangkat
      elektronik tersebut.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       78
      Pengujian hasil perbaikan juga dapat dilakukan dengan menggunakan RF
      Generator, Frequency Counter dan Oscilloscope, sehingga diketahui sinyal
      input dan output dari setiap bagian serta frekuensi yang dihasilkan oleh
      perangkat elektronik yang telah diperbaiki sesuai dengan spesifikasi teknis
      yang dikeluarkan oelh pabrik pembuatnya.

      Pada modul ini peserta diklat dapat melakukan pengujian/percobaan dari
      setiap bagian pada pesawat radio yang diperbaiki. Bagian-bagian yang akan
      diuji adalah: 1) RF Amplifier, 2) Osilator, 3) Mixer, 4) IF Amplifier, 5)
      Bandwidth Amplifier, 6) Karakteristi Dioda Detektor, 7) Detektor dengan
      AVC (Automatic Volume Control), 8) Audio Amplifier, 9) Power Amplifier
      10) Power Supply (catu daya).

   c. Rangkuman
      1. Langkah perbaikan pada pesawat elektronik pada dasarnya adalah
          sebuah langkah yang sisitematis.
      2. Menguji hasil perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan langkah awal
          perbaikan.
      3. Perbaikan sebuah penerima radio misalnya dilakukan mulai dari
          rangkain depan (loudspeaker).
      4. Pengujian hasil perbaikan juga dimulai dari depan.
      5. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter, mengukur
          tegangan pada Titik-titik Uji (Test Point/TP) yang dapat dilihat dari
          diagram rangkain (Schematik Diagram).
      6. Pengujian hasil perbaikan juga dapat dilakukan dengan menggunakan
          Frequency Counter dan Osilloscope.

  d. Tugas
      Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai pengujian hasil perbaikan pada
      modul ini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:
      1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4 orang.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    79
      2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempat tinggal
         anda.
      3. Dapatkan langkah-langkah pengujian secara singkat dan praktis.
      4. Setelah memperoleh petunjuk praktis laporkan kepada guru untuk
         dijadikan bahan kajian pembahasan/diskusi kepada kelompok belajar
         anda.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                   80
  e. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)
  f.   Lembar kerja


       RF Amplifier
       A. Tujuan
           Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:
           1. Membuat kurva respon frekuensi penguat RF berdasarkan hasil
             pengamatan praktikum.
           2. Menguji/Mengukur besar penguatan penguat tingkat RF.

       B. Pengantar
           RF amplifier adalah suatu rangkaian yg berfungsi memprkuat sinyal
           RF yang datang pada antena yg biasanya sangat kecil harganya. RF
           amplifier dasarnya ada dua jenis, yaitu RF amplifier yang berfungsi
           sebagai penguat tegangan dan yg berfungsi sebagai penguat daya.

           Tujuan utama penguat daya adalah untuk menaikkan daya outputnya
           dengan mengingat besarnya tegangan, sedangkan tujuan utama
           rangkaian penguat tegangan adalah untuk menaikkan besarnya
           tegangan tanpa mengingat besar dayanya.

           RF amplifier biasanya dapat memperkuat sinyal dengan frekuensi 30
           kHz sampai 300MHz. Sirkuit penguat RF bermacam-macam variasinya,
           tergantung pada rangkaian daerah frekuensinya. Pada rangkaian RF,
           pesawat ini hanya akan memperkuat sinyal pembawa beserta kedua
           jalur sisinya yang berisi informasi dari suatu pemancar. RF amplifier
           pada pesawat ini berfungsi sebagai rangkaian konverter yang terdiri
           atas komponen L2,CA, dan TR1.
           Rangkaian tangki L dan C di sini berfungsi sebagai rangkaian penala yg
           akan meneruskan sinyal frekuensi resonansi yg sesuai dengan
           selektivitas rangkaian penala tersebut.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    81
          Penguat RF (TR1) mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
          1. Sebagai penguat sinyal RF yg bervariasi tergantung pada perubahan
             CA.
          2. Dikombinasikan dengan L3 dan CB berfunsi sebagai oksilator lokal.
          3. Sebagai mixer yg mencampur sinyal RF dari pemancar dengan sinyal
             dari silator lokal dan menghasilkan frekuensi menengah (IF)
             tertentu, yaitu 455 kHz. Bila dalam kerja rangkaian pesawat ini CA
             dan CB diubah bersama-sama maka selish frekuensi yg dicampur
             akan selalu sama. Secara fisik dilakukan dengan cara memasang CA
             dan CB menjadi satu poros (ganged capasitor).

           Contoh penjelasan hal diatas sebagai berikut:
           Bila oscilator menghasilkan frekuensi sebesar 1455 kHz dan sinyal
           datang sebesar 1000 kHz, maka frekuensi menengah adalah 455 kHz.
           Bila CB dirubah maka sinyal oscilator akan berubah, misalnya menjadi
           1555 kHz. Demikian pula karena CA berubah maka frekuensi sinyal
           yang ditala menjadi 1100 kHz berubah. Dengan demikian sinyal selisih
           IF akan tetap besarnya, yaitu 455 kHz. Karena perubahan CA dan CB
           terjadi bersama-sama maka rangkaian berikutnya, yaitu IF amplifier,
           dapat dirancang untuk bekerja frekuensi tertentu (IF = 455kHz untuk
           sistem AM) yang disalurkan melalui IFT-A ke TR2.
           Besarnya penguatan tingkat RF ini dapat ditentukan dengan rumus
           sebagai berikut:
                                         Eout
                                 AV =
                                         E in


           Dengan : Av = Besarnya penguatan tegangan rangkaian
                     Eo = Tegangan output (Volt)
                     Ein = Tegangan input (Volt)




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    82
           Kurva respon frekuensi dapat dianalisis dengan cara memvariasikan
           kedudukan      L2 dan CA untuk daerah frekuensi yang sesuai dengan
           gelombang pembawa beserta kedua jalur sisinya yang mengandung
           informasi.

      C. Alat dan Bahan
          1. Pesawat radio super heterodyne
          2. RF generator                                TP17
                                                                 4K7                  12V
          3. Multimeter




                                                                                       +V
          4. Osciloscope                                 D1-D2 4148

          5. Frekuensi counter                   39K                   TP2

                                         TP1


                                         01
                                          +
                                                        C829
                                                                         1uF
                                               TP3       005    47             L3
                                                                                            1k

                                    2L
                                                       390
                                                                1uF             TP4




                                   Gambar 24. Rangkaian RFconverter

      D. Langkah Kerja
         1. Siapkan pesawat radio AM yang akan digunakan praktek pengukuran.
         2. Atur kedudukan frekuensi RF generator pada posisi 1000 kHz.
         3. Hubungkan kabel output generator pada antena dan grond.
         4. atur posisi osciloscope untuk daerah pengukuran sekitar 1000 kHz.
         5. Sambungkan kabel vertikal input pada test point dengan grond
              pesawat penerima.

         PENGUKURAN FREKUENSI RESPON
         1.    Hidupkan RF generator, pesawat penerma AM dan osciloscope.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                83
         2.    Atur output RF generator sampai didapat output TR1 (TP2 sebesar 2
               Volt/p-p) dengan terlebih dulu megatur kedudukan dial penala untuk
               output maksimum.
         3.    Atur frekuensi RF generator menjadi 1010 kHz dan catat        hasil
               penunjukan pada osciloscope.
         4.    Naikan frekuensi RF generator dan catat penunjukan di osciloscope.
         5.    Ulangi langkah 3 dan 4 untuk frekuensi RF generator sebesar 990
               kHz dan 980 kHz.
         6.    Buatlah kurva respon rangkaian RF amplifier berdasarkan hasil
               langkah 3-4 dan 5.


        PENGUKURAN PENGUATAN RF AMPLIFIER
        1. Atur kembali frekuensi RF generator pada 1000 kHz dan atur posisi
              output pada posisi mendekati minimum!
        2. Buatlah modulasi pada RF generator sebesar 30 %!
        3. Pindahkan proses osiloskop pada test point 1 (TP1) dengan ground!
        4. Putar piringan pemilih gelombang sampai didapat output maksimum
              pada osiloskop dan catat hasilnya pada lembar kerja!
        5. Pindahkan posisi osiloskop pada TP 2 dengan ground!
        6. Amati besarnya tegangan pada osiloskop dan catat pada lembaran
              kerja!
        7. Hitung besarnya penguatan RF amplifier!
        8. Matikan semua peralatan!
        9. Buat kesimpulan hasil pengamatan!


        E. PERTANYAAN
        1. Apakah yang dimaksud dengan jalur sisi!
        2. Bagaimana cara menentukan selektivitas suatu rangkaian RF? Jelaskan!
        3. Apa yang dimaksud dengan respons frekuensi?




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     84
      Rangkaian Oscilator

      A. Tujuan
          Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:
          1. Menguji/mengukur tegangan output osilator lokal.
          2. Menguji/mengukur besarnya osilator lokal pada suatu posisi dari
             posisi penalaan tersebut.

      B. Alat dan Bahan
         1. Trainer penerima radio AM
         2. Osiloskop
         3. RF generator

      C. Pengantar
         Osilator adalah suatu rangkaian yang dapat membangkitkan sebuah
         sinyal AC dari sumber DC. Pada pesawat ini, sinyal dari osilator
         diheterodynekan dengan sinyal RF yang datang dari luar (antena) agar
         menghasilkan sinyal IF dengan frekuensi 455 kHz. Pada pesawat, yang
         berfungsi sebagai osilator lokal yaitu pasangan TR1, L3 dan CB untuk
         band MW (lihat gambar). Condenser trimmer CT2 digunakan untuk
         memperluas (menambah) frekuensi osilator lokal.


         Kerja osilator dapat dilihat pada rangkaian di atas. Dalam hal ini TR1
         merupakan penguat dari osilator yg mempunyai beberapa fungsi pada
         pesawat penerima.
         Sakelar pemilih pada saat pertama bekerja (nois relative sangat kecil)
         diperkuat oleh TR1 dan dikembalikan (feed-back)melalui gulungan
         sekunder L3 ke bagian primernya. Akibat umpan balik ini, terjadilah
         osilasi dari rangkaian ini dengan frekuensi yang sesuai dengan frekuensi
         resonansi L3 yang terhubung dengan CB.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    85
         Tegangan output yg dihasilkan melaui emitter TR1 akan dicampur
         dengan sinyal RF yang datang melalui base transistor tersebut. Primer L3
         tersebut dengan CB, CT2, dan C5 merupakan kondensator trimmer untuk
         mendapatkan frekuensi resonansi. R3 berfungsi untuk menetapkan factor
         kualitas rangkaian resonator dengan harga positif. Dengan adanya D1
         dan D2 maka rangkaian osilator dari convetor beroperasi dalam
         konfigurasi terbumi (common base).

                                                               TP17
                                                                         4k7




                                                                                                 +V
                                                                                           12V

                                                                  D1-D2 4148

                                                         39k                   TP2
                                    1mH
                                          TP1


                                          01                    C829
                                               +                                                 0ut

                                                                                    1uF
                                     L2
                          5pF
                                +




                                                                  005    47               L3
                                                   TP3                                                1k



                                                                390                  TP4
                                                                        1uF
                            1uF

                                                                                0


                                     Gambar 24. Rangkaian Penala

      D. LANGKAH KERJA
         1. Ambillah trainer radio AM!
         2. Masukkan penghubung AC pada sumber lisktrik!
         3. Atur dial pemilih gelombang pada frekuensi 600 kHz!
         4. Ambillah osiloskop dan atur sedemikian rupa sehingga dapat
            digunakan untuk pengukuran pada daerah 1000 kHz!
         5. Hubungkan output osiloskop pada emitter TR1 (test point3) dengan
            ground dari pesawat!
         Operasi Osilator
         1. Hidupkan pesawat penerima beserta osiloskop!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                    86
         2. Perhatikan gelombang yg dipergunakan osiloskop dan catat besar
            tegangan beserta bentuk gelombang pada lembaran kerja yg tersedia!
         3. Atur dial pemilih gelombang searah jarum jam perlahan-lahan dan
            amati pola yg terjadi pada osiloskop!
         4. Berilah komentar untuk kejadian pada langkah 8!
         5. Kembalikan posisi pemilih gelombang pada kedudukan 600kHz!
         6. Ambil RF generator dan atur frekuensinya 600 kHZ dengan modulasi
            30%!
         7. Hubungkan output RF Generator pada antenna dan ground kemudian
            hidupkan RF generator!
         8. Tatalah L3 (trafo osilator ME + merah) sampai didapat amplitude
            paling maksimum pada osiloskop!
         9. Matikan semua peralatan dan lepaskan RF generator dari pesawat
            penerima!
         PENGUKURAN FREKUENSI
         Pada langkah ini kita akan menggunakan metode pola Lissoyous untuk
         pengukuran frekuensi osilator.
         1. Letakkan posisi gelombang sapu osiloskop pada posisi eksternal!
         2. Hubungkan horizontall output RF osiloskop pada TP3 dengan ground
            pesawat penerima!
         3. Hubungkan pula output RF Generator pada vertical input osiloskop
            dengan ground!
         4. Hidupkan kembali semua peralatan!
         5. Atur dial frekuensi RF Generator dan catat pada lembaran kerja
            sebagai frekuensi osilator!
         6. Ulangi hasil langkah 19 dengan 600 kHz dan catat frekuensi selisihnya!
         7. Matikan semua peralatan!
         8. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       87
         E. PERTANYAAN
            1. Apa sebabnya gulungan osilator MW terdiri atas L3 (primer dan
              sekunder)?
            2. Benarkah umpan balik pada rangkaian osilator MW adalah positif?
              Jelaskan!
            3. Disebut apakah selisih frekuensi pada langkah 20?


      Rangkaian Mixer

      A.Tujuan
         Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:
         1. Menguji/mengukur bias rangkaian mixer.
         2. Menguji/mengukur penguatan rangkaian mixer.
         3. Menentukan frekuensi output rangkaian mixer melalui pengukuran.

      B. Alat dan Bahan
          1. Trainer penerima Radio AM
          2. Osiloskop
          3. RF Generator
          4. Multimeter

      C. Pengantar
         Rangkaian mixer pesawat penerima ini dapat dilihat pada gambar,
         ternyata juga merupakan rangkaian osilator local dan karena hal
         demikian, rangkaian ini disebut Coverter Authodyn.
         Pada TR1 ini terjadi pencampuran (mixer) antara sinyal RF yg dating
         melalui base dan sinyal dari osilator local melalui emiternya. Hasil
         pencampuran kedua sinyal tersebut akan berupa frekuensi menengah
         (IF) yg dilanjutkan dari kolektor TR1 melalui R5 ke rangkaian IF am[lifier
         pertama (IFT-A).




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      88
         Rangkaian mixer sebenarnya juga merupakan suatu rangkaian penguat
         RF dan besar penguatannya dapat dihitung dengan rumus:


                     Eout
             AV =
                     E in


         Gabungan primer dari IFT-A merupakan beban dari rangkaian mixer dan
         ditala pada frekuensi 455 kHz. Karena input dipasang antara base dan
         bumi, sedangkan outputnya diambil antara kolektor dengan ground,
         maka rangkaian mixer pada hakikatnya merupakan rangkaian konfigurasi
         emitter terbumi (common emitter).

                                                               TP17
                                                                         4k7




                                                                                                 +V
                                                                                           12V

                                                                  D1-D2 4148

                                                         39k                   TP2
                                    1mH
                                          TP1


                                          01                    C829
                                               +                                                 0ut

                                                                                    1uF
                                     L2
                          5pF
                                +




                                                                  005    47               L3
                                                   TP3                                                1k



                                                                390                  TP4
                                                                        1uF
                            1uF

                                                                                0



                                    Gambar 26. Rangkaian Penala

      D. Langkah Kerja
          1. Hubungkan penghubung AC Trainer radio AM pada sumber listrik!
          2. Atur dial pemilih gelombang pada posisi 1000 kHz!
          3. Tentukan lokasi osilator lokal!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                    89
          4. Sambungkan kawat penghubung emitter dengan ground           untuk
             menghentikan kerja osilator!
          Pengukuran Bias
          1. Hidupkan pesawat penerima radio!
          2. Ukur dengan multimeter bias kolektor pada TP2 dengan ground dan
             catat hasilnya pada lembar kerja!
          3. Ukur pula bias base pada TP2 dan ground !
          4. Ukur bias base emitter melalui TP1 dan TP3 dan catat hasilnya pada
             lembaran kerja!
          5. Lepaskan penghubung antara emitter dengan ground dan atur dial
             pemilih gelombang untuk mendapatkan siaran dari pemancar
             terkuat!
          6. Lihat kedudukan dial pemilih gelombang dan catat frekuensi
             pemancar tersebut!
          7. Bila osilator lokalnya lebih tinggi 455 kHz daripada pemancar yg
             diterima, berapakah frekuensi osilatornya?
          8. Matikan pesawat dan lepaskan antena.


          OPERASI MIXER
          1. Sambungkan kembali penghubung antara emitter dengan ground !
          2. Atur posisi dial pemilih gelombang pada 1000 kHz!
          3. Ambillah RF Generator dan atur frekuensinya pada 1000 kHz dengan
             output mendekati minimum 50 milli volt/p-p (termodulasi 30%)!
          4. Hubungkan output RF generator pada TP1 dengan ground !
          5. Sambungkan vertikal output osiloskop pada TP2 dengan ground !
          6. Hidupkan pesawat penerima dengan osiloskop!
          7. Catat besarnya tegangan pada TP2 pada lembaran kerja!
          8. Hitung penguatan rangkaian mixer!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                  90
          9. Tentuka frekuensi osilator mixer dengan metode Lissoyous!
          10. Matikan semua peralatan!
         11. Buat kesimpulan hasil pengamatan!

      E. Pertanyaan
         1. Apa sebabnya untuk mengamati kerja rangkaian mixer, osilator harus
            dimatikan?
         2. Berapakah seharusnya frekuensi output mixer?
         3. Bila terjadi frekuensi output mixer tidak sesuai dengan seharusnya,
            kira-kira apa penyebabnya? Jelaskan!


         Penguatan If Amplifier

         A. Tujuan
             Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :
             1. Menguji/mengukur input dan output setiap tingkat IF amplifier.
             2. Menguji/mengukur besarnya penguatan setiap tingkat IF amplifier
               berdasarkan hasil pengukuran.
         B. Alat dan Bahan
             1. Trainer penerima
             2. radio AM
             3. Osiloskop

         C. Pengantar

             Penguat pada IF amplifier bekerja memperkuat sinyal dan mixer
             dengan penguatan tertentu dan menyalurkan outputnya pada
             rangkaian berikutnya. Besarnya penguatan rangkaian IF amplifier
             dapat ditentukan dengan cara membagi tegangan output dengan
             tegangan inputnya. Penguatan rangkaian ini dirancang sedemikian
             rupa   sehingga   mempunyai    band width sesuai dengan yang




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      91
             diharapkan, demikian                     pula selektivitasnya. Frekuensi kerja IF
             amplifier pada sistem AM adalah 455 kHz.




                                                                                                                      +V
                            100                                                                                  12V
                                       47k                           39k            TP8
                                                                                          5k6
                                         TP6
                                                                      C829                    IN60    470
                        1P                     C829    1P                                 1S
                                                                     TP7           1P                .1
                                                      .1       1S              .1                     001
                   .1
                                  1S
                                                                      TP9                            TP10
                            TP5
                                                                                                            5k
                        220/16
                                     +



                                                                       15k         004
                        +




                                               390 004        002
                                                                             390
                             10/16

                                                           RANGK.IF(FREK.MENENGAH)


                    Gambar 27. Rangkaian IF (Frek. Menengah)
         D. Langkah Kerja
             1. Ambillah          trainer        penerima           radio    AM         dan     hubungan         kabel
               penghubung AC pada sumber listrik yang tersedia!
             2. Dengan menggunakan kabel penghubung, sambungkan stator dari
               CB dengan ground pesawat dan ini berarti mematikan kerja osilator
               local!
             3. Hidupkan RF generator dan atur dial frekuensi pada posisi 455 kHz!
             4. Gunakan osiloskop untuk mengukur tegangan output RF generator
               dan atur sampai didapat tegangan sebesar 0,1 V/p-p!
             5. Lepaskan osiloskop dari RF generator dan hubungkan pada test
               point 6 (TP6) dengan ground !
             6. Hubungkan output RF generator pada TP5 dengan ground !
             7. Amati bentuk gelombang yang terdapat pada osiloskop dan catat
               pada lembar kerja besarnya tegangan!
             8. Hitung penguatan dari TR2 dan catat pada lembaran kerja!
             9. Pindahkan osiloskop pada test point 7 yang merupakan input TR3!
            10. Catat pada lembaran kerja besar tegangan pada TP7!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                          92
            11. Pindakan osiloskop pada TP8 dengan ground dan catat besarnya
               tegangan yang merupakan output TR3!
            12. Hitung penguatan TR3 dan catat hasilnya pada lembaran kerja!
            13. Berilah komentar tentang penguatan TR2 dan TR3!
            14. Matikan semua peralatan dan simpan pada tempatsemula, jangan
               lupa melepaskan penghubung pesawat!
            15. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!

         F. PERTANYAAN
            1. Berapa tingkatan penguat IF amplifier?
            2. Apa pengaruh penambahan tingkat pada selektivitas?
            3. Bila penerimanya terdiri atas 2 band, bagaimana frekuensi kerja IF
               amplifier?

         Band Width Amplifier
         A.Tujuan
            Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan pesrta diklat dapat:
            1. Menentukan besarnya band width RF Amplifier berdasarkan hasil
               pengukuran.
            2. Menentukan faktor kualitas (selektivitas) rangkaian IF amplifier dari
               hasil pengukuran.

         B. Alat dan Bahan
            1. Trainer penerima radio AM
            2. RF generator
            3. Osiloskop

         C. Pengantar
            Rangkaian IF amplifier dirancang untuk bekerja pada frekuensi
            resonansi sebesar 455 kHz, fungsinya memperkuat sinyal yang
            dihasilkan rangkaian mixer yg mempunyai frekuensi center sebesar
            455 kHz.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       93
            IF amplifier pada pesawat ini menggunakan 2 buah penguat yaitu TR2
            dan TR3 (lihat gambar), masing-masing pnguat mempunyai dua buah
            penala untuk base dan collector. Kegunaan rangkaian penala tersebut
            di samping menstabilkan frekuensi juga memperkecil daya kemudi
            (power driver) rangkaian. Jumlah rangkaian penala seluruhnya ada 3
            buah yaitu IFT-A,IFT-B, dan IFT-C.

            Lebar jalur seluruh penguat tergantung pada faktor kualitas ketiga
            penala tersebut dan masing-masing mempunyai faktor kualitas yg
            berlainan. Itulah sebabnya ketiganya diberi warnw yang berbeda:
            kuning, putih, dan hitam.
            Lebar jalur rangkaian IF tergangtung pada penguatannya. Bila
            penguatannya semakin tinggi maka lebar jalur semakin sempit (lihat
            gambar). Istilah lain mengatakan bahwa lebar jalur semakin sempit
            berarti pesawat makin selektif.

            Dengan demikian, selektifitas pesawat sangat tergantung pada lebar
            jalur (band width)     rangkaian tersebut. Yang dimaksud dengan
            selektifitas adalah kemampuan rangkaian untuk melakukan suatu
            daerah frekuensi dan menahan frekuensi lain.
            Kurva lebar jalur akan naik semakin curam bila banyaknya penguat
            bertambah. Lebar jalur (band width) harus sama dengan dua kali nilai
            frekuensi audio tertinggi yg dipancarkan suatu stasiun pemancar.

            Untuk transmisi sistem AM umumnya frekuensi audio tertinggi kira-kira
            5 kHz, sehigga lebar jalur IF amplifier cukup besar yaitu 10 kHz.


            Pada sistem AM yang berkualitas tinggi (high fidelity) mempunyai
            frekuensi audio tertinggi kira-kira 10 kHz, sehingga lebar jalur menjadi
            20 kHz. Untuk menentukan faktor kualitas (selektivitas) suatu
            rangkaian secara praktis dapat ditentukan sebagai berikut:




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         94
                                    Fr             Fr
                              Q=          =
                                    BW         FU - FL




           Keterangan :
           Q          =Faktor kualitas
           Fr         =Frekuensi resonansi
           BW         =Band width
           FU         =Frekuensi upper
           FL         =Frekuensi lower


         D. Langkah Kerja
               1. Siapkan pesawat radio AM yang akan digunakan percobaan!
               2. Hubungkan pesawat radio AM pada sumber tegangan yang sesuai
                 dan atur dial pemilih gelombang pada kedudukan 1000 kHz!
               3. Ambillah RF generator dan atur Frekuensinya pada kedudukan 455
                 kHz dengan modulasi 30%!
               4. Hubungkan dengan kabel penghubung emitter dengan ground
                 untuk mematikan osialtor lokal!
               5. Ambillah RF generator dan ukur outputnya dengan osiloskope!
               6. Hubungkan output RF generator pada TP 4 dengan ground!
               7. Letakkan kabel penghubung dari vertikal input pada TP 2 dengan
                 round!
               8. Atur osiloskope dengan daerah pengukuran sekitar 100 kHz!
               9. Hubungkan vertikal input osiloskop pada TP 6 dengan ground!
            10. Dengan menggunakan obeng plastik, putarlah IFT-A sampai
                 didapat tegangan maksimum pada osiloskop!
            11. Catat besar tegangan yang terukur pada lembar kerja!
            12. Pindahkan probe osciloscope pada TP8 dengan grond!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       95
            13. Amati gelombang yang terjadi pada layar osciloscope!
            14. Atur kembali IF T-B sampai amplitudo yang diperagakan dilayar
               osciloscope mencapai harga yang paling maksimum!
            15. Pindahkan osciloscope pada TP10 dan atur IFT-C seperti yang
               lainnya!
            16. Catat tegangan maksimum yang dihasilkan TP10!
            17. Naikan Frekuensi RF Generator perlahan-lahan sampai didapat
               tegangan kira-kira 0,70 x tegangan langkah 14 dan baca besarnya
               frekuensi yang ditunjukan RF generator!
            18. Catat hasil langkah 15 pada lembaran kerja!
            19. Ulangi langkah 15-16 untuk frekuensi dibawah 455kHz!
            20. Gambar kurva resonansi IF amplifier berdasarkan hasil pengukuran
               langkah sebelumnya!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       96
         Karakteristik Dioda Detektor
         A.Tujuan
            Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :
            1. Membuat kurva karakteristik dioda detektor berdasarkan hasil
              pengukuran praktikum.
            2. Menganalisis karakteristik dioda detektor yang menyebabkan dioda
              tersebut efektif sebagai pendeteksi sinyal IF termodulasi.

         B. Alat dan Bahan
            1. Trainer penerima radio AM
            2. RF generator
            3. Osiloskop
            4. Multimeter elektronik
            5. Kondensator 200 pF

         C. Pengantar

            Rangkaian detektor bertugas mendeteksi sinyal RF termodulasi yang
            dihasilkan rangkaian IF. Sistem deteksi menggunakan dioda untuk
            frekuensi ini (dioda point contact) ternyata lebih efektif dibanding
            dengan sistem lain, karena menghasilkan distorsi yang lebnih kecil.
            Hal ini didapat karena karakteristik dinamis detektor lebih konduktif
            terhadap prestasi linier jenis detektor lain.

            Bila suatu sinyal RF diberikan kepada anoda dioda detektor maka pada
            katoda dioda tersebut dihasilkan sinyal DC berpulsa yang sesuai
            dengan besar sinyal AC yang diberikan, dan hal ini menyebabkan
            mengalir arus DC pasa resistor beban.

            Pada percobaan ini, akan kita amati besarnya tegangan input serta
            output dioda yang diumpani sinyal RF. Dengan tegangan input yang
            divariasikan maka otomatis outputnya pun demikian, dan dari hasil
            inilah karakteristik dioda detektor dapat dibentuk.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     97
                                                                              12V




                                                                              +V
                 ke basis TR2                             5K6
                                        TP8
                          TR3                      IN60         470

                                                           01              TP10
                                 .1
                                   1P         1S

                                                                005
                                                                      5k
                                RANGK.DETEKTOR




                             Gambar 28. Rangkaian Direktor

         D. Langkah Kerja

             1. Ambillah trainer penerima AM dan siapkan untuk dipergunakan
               dalam percobaan ini!
             2. Hidupkan RF generator dan atur kedudukan frekuensinya pada 455
               kHz dengan output minimum!
             3. Pasang kondensator 200 pF pada output positif untuk mencegah
               masuknya tegangan DC ke RF generator tersebut!
             4. Hubungan ujung positif RF pada katoda detector dan ground pada
               rangkaian penerima radio AM, demikian pula osiloskopnya!
             5. Hubungkan multimeter pada anoda detektor dengan terlebih
               dahulu sakelar pemilih diletakkan pada batas ukur kira-kira 1,5
               volt/DC!
             6. Naikkan perlahan-lahan output RF generator sampai osiloskop
               menunjukkan harga 5 V/p-p!
             7. Catat pada l;embar kerja output detektor yang ditunjukkan oleh
               multimeter!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                             98
             8. Turunkan secara bertahap input detektor dengan jarak0,5 V/p-p
               sampai harga minimum (0,5 V/p-p)!
             9. Padasetiap penurunan, catat padalembaran kerja output detektor
               tersebut!
            10. Matikan semua peralatan!
            11. Dari hasil pengukuran-pengukuran di atas, buatlah kurva E yang
               merupakan fungsi Eout dioda detektor!

            Catatan:
            Plot kurva karakteristik ini, dengan Ein merupakan ordinat bebas
            (sumbu horizontal) sedangkan Eout merupakan ordinat bebas (sumbu
            vertical).
            12. Amati kurva karakteristik tersebut dan berilah komentar hasil
               pengamatan!
            13. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!

         E. Pertanyaan
            1. Dapatkan dioda yang digunakan sebagai penyearah power suplly
              digunakan sebagai detektor? Jelaskan!
            2. Apakah penting kita mengetahui karakteristik dioda detektor?
              Jelaskan!
            3. Mengapa arah dioda detektor seperti tergambar pada rangkaian?
              Jelaskan bagaimana kalau dioda posisinya dibalikkan!


         Detektor Dengan Avc (Automatic Volume Control)

         A. Tujuan
             Setelah mneyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat:

             1. Membandingkan ouput pesawat penerima menggunakan AVC dan
               tanpa AVC bila terjadi variasi sinyal input.

             2. Menyimpulkan kerja AVC dari hasil pengukuran dalam pratikum.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     99
         B. Alat dan Bahan
             1. Pesawat penerima radio AM
             2. Osiloskop
             3. RF generator
         C. Pengantar

             Automatic Volume Control adalah suatu rangkaian yang bekerja
             secara otomatis dalam menaggulangi variasi sinyal input pada
             antenna. Pada transmisi sinyal RF termodulasi ke pesawat penerima,
             ternyata dipengaruhi oleh keadaan cuaca progasi beserta hambatan-
             hambatan lainnya selama perjalanan menuju pesawat penerima.

             Akibat hal di atas, ada yang disebut efek alunan (fading) yaitu
             berubah - ubahnya kekerasan sinyal input yang datang pada antena
             penerima terutama pada sistem SW. Untuk mengatasi hal ini maka
             pada pesawat penerima sistem AM selalu dilengkapi dengan
             rangkaian AVC yang bekerja mengkompensasi efek alunan tersebut.

             Ranglaian AVC pada pesawat ini terdiri atas komponen-komponen
             R12 dan C11. Kerja AVC sebenarnya merupakan umpan balik negatif
             dari output detektor ke input penguat pertama IF amplifier.

             Umpan balik ini bekerja menurunkan bias TP2 bila output pesawat
             terlalu besar ketika input pada antena bertambah dan akan bekerja
             bila input berubah menjadi lebih kecil.

             Perubahan bias TP2 dapat diatur secara otomatis karena sebagai
             output detektor akan difilter menjadi tegangan DC negatif oleh kerja
             R12 dan C11. Tegangan negatif inilah yang akan bekerja menurunkan
             atau menaikkan bias R12 dan hasilnya akan mengkompensasi output
             pesawat penerima.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    100
         D. Langkah Kerja

             1. Hidupkan pesawat penerima AM dan atur posisi dial panala
               gelombang pada frekuensi 1600 kHz !
             2. Hidupkan RF generator dan AF generator untuk frekuensi 1600 kHz
               termodulasi dengan frekuensi 100 Hz!
             3. Atur output AF generator sampai meter menunjukkan modulasi
               menyatakan 30%!
             4. Hubungkan output RF generator pada terminal antena dengan
               ground pesawat!
             5. Letakkan vertical input osiloskop antara katoda D4 dengan ground
             6. Atur output RF generator sampai osiloskop memperagakan
               gelombang dengan amplitudo 0,04 V/p-p!
             7. Atur volume suara (VR) sampai didapat suara yang enak didengar!
             8. Pindahkan osiloskop pada anoda D4 dan catat besarnya tegangan
               beserta bentuk gelombangnya pada lembaran kerja yang tersedia!
             9. Ukur tegangan pada titik sambung antara R12 dan C11 (TP5) dan
               catat besarnya tegangan serta bentuk gelombangnya!
            10. Turunkan tegangan RF generator menjadi 0,3 V/p-p dan ulangi
               langkah 7 sampai 9!
            11. Lakukan hal di atas untuk output RF generator 0,02 V/p-p, 0,05
               V.p-p!
            12. Berilah komentar tentang kekerasan suara pada loudspeaker pada
               setiap posisi output RF generator yang bervariasi sebagai
               gambaran efek alunan pada pesawat!
            13. Ulangi langkah 1 sampai dengan 12 untuk posisi di atas!
            14. Matikan semua peralatan!
            15. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                   101
         E. Pertanyaan
            1. Mengapa pengaruh AVC sangat terasa pada band SW dibandingkan
              pada band MW?
            2. Rangkaian AVC sebenarnya merupakan rangkaian apa?
            3. Mengapa tegangan yang dihasilkan rangkaian AVC berbentuk
              tegangan DC?


         Rangkaian Audio Amplifier

         A. Tujuan

             Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :

             1. Mengukur bias rangkaian preamplifier dan rangkaian driver.
             2. Mengukur penguatan rangkaian preamplifier dengan rangkaian
               driver.

         B. Alat dan Bahan

             1. Trainer pesawat penerima radio AM
             2. AF generator
             3. Osiloskop
             4. Multimeter eletronik

         C. Pengantar

             Rangkaian audio amplifier pada pesawat ini terdiri atas empat buah
             penguat (TR4 sampai dengan TR7) dan berfungsi memperkuat sinyal
             informasi hasil dari rangkaian detektor. Kekerasan suara dapat diatur
             dengan mengubah kedudukan VR yang berfungsi sebagai volume
             control.

             TR4 berfungsi sebagai penguat pertama audio amplifier dengan
             konfigurasi emitter terbumi (common emitter) dan melalui R20
             mendapat umpan balik negatif dari output power amplifier. Tujuan




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      102
             umpan balik ini untuk memperlebar band switch sehingga kualitas
             suara menjadi lebih baik.

             TR5 merupakan penguat tegangan tingkat kedua yang dapat disebut
             pula sebagai driver amplifier dengan konfigurasi sama dengan TR4.
             Transistor inipun mendapat umpan balik negatif melalui R21 (lihat
             gambar). Penguatan kedua transistor inipun sudah dirancang
             sedemikian rupa sehingga mampu mengeluarkan output yang dapat
             mengemudikan rangkaian power amplifier.

             Pada percobaan ini, akan diukur besarnya penguatan TR4 dan TR5.
             Dalam hal ini AF generator digunakan sebagai pengganti informasi
             siaran suatu pemancar.
                                                                470                                                     12v




                                                                                                                              +V
                                                                                                 220/16




                                                                                                          +
                                                TP16                                           560
                                                                               13
                           +




                                                                                                 14
                            220/16
                                                                                                                8
                                           2k2                                          D734
                                                        220       IN4148
                                                                                    1      1
                                                                                                  1uF
                                                 TP12                                                 +

                                                                                    1      1

                                                .1uF    220pf
                                 470k

                                                                  C1684                         TP15
                           1k                            TP11
                                                                                        B698
             1n




                                           C1684
                    .1uf                                                    150k
              5k
                                                                      33k

                                     1uF   1k
                                                                                                                    0




                                                  RANGK.AUDIO AMPLIFIER



                           Gambar 29. Rangkaian Audio Amplifier
     D. Langkah Kerja
        1. Hidupkan pesawat penerima radio dan atur dial pemilih gelombang
           pada posisi pemancar yang kosong!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                                                   103
        2. Ukurlah tegangan sumber TR4 menggunakan multimeter pada TP16
           dengan ground pesawat dan catatlah hasilnya pada lembaran kerja!
        3. Lakukan pula pengukuran-pengukuran bias TR4, yaitu collector,
           emitter, base denagan ground pesawat menggunakan multimeter dan
           catat hasilnya pada lembaran kerja!
        4. Ukur dan catat tegangan bias antara base dengan emitter TR4!
        5. Ulangai langkah 3 dan 4 TR5!
        6. Hidupakn AF generator dan atur frekuensi pada posisi11000 Hz dengan
           amplitudo      0,1   V/p-p   (ukur    menggunakan    osiloskop)   untuk
           sinyalberbentuk sinus!
        7. Hubungan output generator pada TP10 dengan ground penerima
           pesawat!
        8. Hubungkan vertikal input osiloskop pada TP10 dan catat besarnya
           tegangan lengkap dengan bentuk gelombangnya!
        9. Pindahkan osiloskop pada TP11 dan cata pula besarnya tegangan
           beserta bentuk gelombangnya!
      10. Hitung penguatan tegangan TR4!
      11. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk TP12 dan TR5!
      12. Matikan pesawat dan peralatan lainnya!
      13. Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan!

     E. Pertanyaan
       1. Apa yang terjadi apabila umpan balik TR4 dan TR5 positif ?
       2. Apa tujuan setiap tingkat penguat menggunakan umpan balik?
       3. Bila   pernah    mengamati    penerima   2   band,   adakah   perbedaan
          amplifiernya untuk setiap band? Jelaskan!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      104
         Rangkaian Power Amplifier
         A. Tujuan
             Setelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat:
             1. Mengukur tegangan input dan output rangkaian power amlifier.
             2. Menentukan penguatan power berdasarkan hasil pengukuran.

         B. Alat dan Bahan
             1. Trainer penerima radio AM
             2. AF generator
             3. Osiloskop
             4. Multimeter

         C. Pengantar
            Rangkaian power amplifier pesawat penerima ini terdiri ats dua
            transistor yaitu TR6 dan TR7. Konfigurasi kedua transistor adalah
            simetry complementry dan tipe transistor adalah NPN (TR6) dan PNP
            (TR7) yang keduanya mempunyai karakteristik yang sama.
            Kedua transistor bekerja bergantiam sesuai dengan input yang masuk
            pada rangkaian ini. Tegangan bias sumber pesawat TR6 sama dengan
            bias TR7 atau setengah dari bias sumber pesawat penerima, hal ini
            dapat diatur oleh resistor R22 sampai dengan R25.
            Untuk memperlebar band width rangkaian kedua pesawat penguat
            menggunakan umpan balik melalui R21 dan R26. dalam percobaan ini,
            akan dilakukan penganalisisan kerja rangkaian power amplifier dengan
            menggunakan input dari audio signal generator dan akan dilakukan
            pengukuran bias TR6 dan TR7.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     105
                                       470                                                   12v




                                                                                                   +V
              0
                                                                        220/16




                                                                                 +
                                                                      560
                                                      13
                                                                        14
                                                                                     8
                                                               D734
                               220       IN4148
                                                           1      1
                                                                         1uF
                      TP12                                                   +

                                                           1      1

                     .1uF      220pf
               0




                                         C1684                         TP15
                                TP11
                                                               B698

                                                   150k
                                             33k
               0




                                                                                         0
                          RANGK.AUDIO AMPLIFIER


                            Gambar 30. Rangkaian Audio Amplifier

         D. Langkah Kerja
             1. Hidupkan pesawat penerima untuk band width MW dan atur dial
               pemilih gelombang pada posisi 1000 kHz!
             2. Atur volume control untuk pendengaran yang enak!
             3. Gunakan multimeter untuk pengukuran tegangan sumber pesawat
               pada TP10 dengan ground pesawat dan catat hasil pengukuran
               pada lembaran kerja!
             4. Pindahkan multimeter pada titik tengah antara R24 dan R23
               dengan ground pesawat dan catat hasil pengukuran bias TR6/TR7
               pada lembaran kerja!
             5. Lepaskan multimeter pada rangkaian!
             6. Hidupkan AF generator untuk frekuensi 1000 Hz dengan amplitudo
               0,1 V/p-p (pola gelombang sinus).




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                              106
             7. Hubungkan output AF generator pada base dengan ground
               pesawat!
             8. Ukur tegangan input TR6 dengan osiloskop pada base dengan
               ground pesawat dan catat pada lembaran kerja!
             9. Gunakan pula osiloskop untuk pengukuran tegangan output TR6
               dan catat pada lembaran kerja!
            10. Hitung penguatan TR6!
            11. Ulangi langkah 1 sampai dengan 10 untuk TR7!
            12. Matikan semua peralatan dan simpan pada tempat semula!
            13. Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan!

         E. Pertanyaan
             1. Apa bedanya power amplifier konfigurasi simetry complementry
               dengan push pull amplifier?
             2. Apa fungsi D5 dan D6 ? Jelaskan!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                  107
   Kegiatan Belajar 7: Membuat laporan perbaikan
   a. Tujuan
      Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, peserta diklat dapat membuat
      laporan perbaikan pesawat penerima radio.

   b.Uraian materi
      Dalam industri elektronika diberlakukan apa yang disebut Final Assembly.
      Pada bagian ini diadakan pemeriksaan menyeluruh atau produk yang telah
      dihasilkan oleh rangkaian ban berjalan.

      Rangkaian ban berjalan adalah sebuah sistem dimana seorang karyawan
      bekerja memasang komponen pada bagian tertentu kemudian dilanjutkan
      oleh karyawan berikutnya. Dalam konteks ini pola pelaporan dari Final
      Assembly dapat “Diadopsi” oleh sistim ketika membuat pelaporan perbaikan
      pesawat radio tape recorder.

      Bentuk laporan perbaikan tersebut adalah sebagai berikut:

                                                              Komponen yang
                  Bagian yang
        No.                          Kerusakan/Gangguan          diganti
                   Diperiksa
         1.    Power Amplifier       1.Tidak ada suara       -Kabel ke speaker
                                     2.Suara tidak jelas          putus
                                     3.Suara kecil           -Potensio volume
                                                             -Transistor penguat
                                                                  akhir rusak satu.
         2.    Catu daya             1.Suara dengung 50Hz    -salah satu dioda
                                                                  penyearah    rusak
                                     2.Tidak ada sinyal
                                                                  satu.
                                                             -Trafo power putus
                                                             kumparan primer.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       108
                                                               Komponen yang
                  Bagian yang
        No.                       Kerusakan/Gangguan              diganti
                   Diperiksa
         3.    Penala             1.Gelombang hanya sa         -Komponen
                                  tu yang diterima              Capasitor
                                  2.Suara hanya desis          tanki osilator
                                                               -Trafo        Osilator
                                                                rusak
         4.    IF 1               1.Suara sangat lemah         -Trafo IF tingkat 1
                                  2.Suara mencuit              -Trafo IF perlu trim


         5.    Detektor           1.Suara sangat lemah         -Condensatro filter
                                  2.Suara berdesis              pada         detektor
                                                                rusak
                                                               -Dioda        detektor
                                                                rusak
         6.    Osilator           1.Tidak dapat siaran         -Transistor rusak
                                                               -Transistor
                                                                kesalahan teg
                                                                bias


   c. Rangkuman
      1. Final Assembly dikerjakan pada industri elektronika
      2. Industri Elektronika menggunakan sistim ban berjalan
      3. Dalam sistim ban berjalan seorang karyawan bertugas memasang
          komponen pada bagian tertentu saja.

   d. Tugas
      Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai didalam membuat laporan
      pekerjaan perbaikan/reparasi, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       109
      1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 2 orang.
      2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempat tinggal
        anda.
      3. Menggunakan contoh format diatas, catatlah macam-macam kerusakan
        pesawat radio dan cara perbaikannya.
      4. Setelah memperoleh macam-macam kerusakan dapat digunakan sebagai
        kajian pembahasan /diskusi kepada kelompok belajar anda, dengan
        bimbingan guru.

   e. Test formatif
      1. Ketika memperbaiki penerima radio yang mengalami gangguan, anda
         memeriksa kerusakan/gangguan pada bagian penguat daya dimana
         transistor/resistor rusak.
         Pertanyaan:

         a. Mengapa Transistor atau resistor itu bisa rusak, buat penjelasan
            singkat?
         b. Bagaimana kalau tidak diganti!Jelaskan!
         c. Alat apa yang digunakan untuk penggantian komponen?Sebutkan!

      2. Didalam pemeriksaan kerusakan/gangguan pada catu daya, terdapat
         dioda zener yang rusak.
         Pertanyaan:
         a. Apa fungsi dioda zener pada power suplly?Jelaskan!
         b. Berapa besar daya dioda zener yang harus terpasang untuk catu daya
            tegangan 12volt dengan arus 1 amp.?
         c. Dapatkah dioda zener dijadikan dioda penyearah?

      3. Kerusakan pesawat radio ditandai oleh suara yang kecil dan tidak jelas,
         didalam pemeriksaan ternyata dioda detektornya rusak.
         Pertanyaan:
         a. Dapatkah dioda detektor digantikan dengan transistor?




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                  110
         b. Bagaimana dioda detektor jika digantikan dengan dioda penyearah!
         c. Apa penyebabnya dioda detektor menjadi rusak?

      4. Pesawat radio mengalami        gangguan   tidak   mendapat gelombang
         pemancar, didalam pemeriksaan frekuensi 455khz tidak ada.
         Pertanyaan:
         a. Bagian manakah yang tidak bekerja? jelaskan
         b. Frekuensi 455 diperoleh dari frekuensi selisih denga ketentuan rumus.

   f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)

   g. Lembar kerja

      Membuat Laporan Perbaikan
      A. Pengantar
           Lembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana kita dapat
           membuat laporan perbaikan. Jika Anda dapat melakukan langkah-
           langkah kerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Anda
           akan memiliki kemampuan untuk membuat laporan perbaikan.
           Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan
           keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul
           ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda
           pahami dengan benar.

      B. Alat dan bahan

          a. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).
          b. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika
          c. Multimeter, Toolkit, solder.

         Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiap
         tombol kontrol!




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                    111
      C. Langkah kerja

         1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu
            kelompok, kemudian buat diskusi untuk membuat laporan)!
         2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiap
            tombol kontrol!
         3. Buat ringkasan pemahaman setiap melaporakan perbaikan!
         4. Buat penjelasan singkat terhadap pelaporan dan sistim perbaikan1
         5. Selamat bekerja, semoga berhasil.

      D. Kesimpulan
          Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembar
          kerja!

      E. Saran
         Jika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan dengan
         pekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembar
         kerja




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                  112
                                                                 BAB. III
                                                               EVALUASI

A. Instrumen Penilaian
    Evaluasi Pemelajaran 1
   Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlah
   jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumus
   tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
   terhadap materi yang telah diuraikan.
                                    Jumlah jawaban anda yang benar
   Tingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %
                                                   20

    Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:
    1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%
    2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya             = 80% - 89%
    3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya            = 70% - 79%
    4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%


   Evaluasi pembelajaran 2
   Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlah
   jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumus
   tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
   terhadap materi yang telah diuraikan.
                                    Jumlah jawaban anda yang benar
   Tingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %
                                                  10




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       113
   Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:
   1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%
   2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya             = 80% - 89%
   3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya            = 70% - 79%
   4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%

   Evaluasi pembelajaran 3
   Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlah
   jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumus
   tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
   terhadap materi yang telah diuraikan.
                                    Jumlah jawaban anda yang benar
   Tingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %
                                                   5

   Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:
   1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%
   2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya             = 80% - 89%
   3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya            = 70% - 79%
   4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%

  Evaluasi pembelajaran 4
  Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlah
  jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumus
  tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
  terhadap materi yang telah diuraikan.
                                   Jumlah jawaban anda yang benar
  Tingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %
                                                  5




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       114
  Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:
  1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya     = 90% - 100%
  2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya              = 80% - 89%
  3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya             = 70% - 79%
  4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%

  Evaluasi pembelajaran 5
  Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlah
  jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumus
  tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
  terhadap materi yang telah diuraikan.
                                   Jumlah jawaban anda yang benar
  Tingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %
                                                 10

  Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:
  1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya     = 90% - 100%
  2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya             = 80% - 89%
  3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya            = 70% - 79%
  4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%

  Evaluasi pembelajaran 7
  Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlah
  jawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumus
  tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
  terhadap materi yang telah diuraikan.
                                   Jumlah jawaban anda yang benar
  Tingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %
                                                 10




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                       115
  Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:
  1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya    = 90% - 100%
  2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya            = 80% - 89%
  3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya           = 70% - 79%
  4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%

B. Kunci Jawaban
   Kunci Jawaban Test Formatif 1
    1.   b     2.   a      3.   a        4. a         5. b
    6.   d     7.   a      8.   c        9. a        10. a
   11.   d    12.   c     13.   b       14. a        15. a
   16.   a    17.   a     18.   d       10. c        20. a


  Kunci Jawaban Test Formatif 2
     1. a    2. c         3. d          4. d         5. d
     6. d    7. c         8. a          9. d         10. a


  Kunci Jawaban Test Formatif 3

  1) Langkah-langkah pengukuran komponen:
      1. Siapkan alat ukur dan fungsikan tombol slektor sesuai denganbagian yang
         akan diukur.
      2. Pastikan rangkaian tidak dalam mengalir arus.
      3. Perhatikan perbandingan nilai hambatan terhadap beberapa kondisi
         pengukuran.
  2) Langkah-langkah kerja dalam mengukur jalur PCB pada rangkaian:
      a. Siapkan AVO meter, kondisikan slektor pada pengukuran hambatan.
      b. Perhatikan jarum AVO meter selwaktu melakukan pengukuran.
  3) Langkah-langkah dalam mengukur transistor du liar rangkaian:
      a. Siapkan AVO meter, kondisikan slektor pada pengukuran hambatan.
      b. Perhatikan jarum AVO meter selwaktu melakukan pengukuran




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     116
      c. Pengukuran diperoleh dua kondisi nilai yaitu nilai maju dan nalai
         mundur,karena transistor sesungguhnya komponen dioda.

  4) Langkah kerja dalam mengukur tahanan:
      a. Siapkan AVO meter, kondisikan slektor pada pengukuran hambatan.
      b. Perhatikan jarum AVO meter selwaktu melakukan pengukuran
      c. Cocokan hasil pengukuran dengan nilai terdapat pada pisik tahanan.

  5) Ada, dengan kemampuan mengukur komponen maka kita cepat cepat
      menyimpulkan bagian/komponen yang rusak.

  Kunci Jawaban Test Formatif 4

  1) Langkah-langkah untuk menganalisa hasil pengukuran
      a. Siapkan data hasil pengukuran kondisi pesawat radio dalam keadaan baik.
      b. Siapkan data hasil pengukuran radio tidak dalam keadaan normal, dengan
         memutus melepas bagian/komponen sehingga radio tidak bekerja dengan
         baik.
      c. Lakukan perbandingan nilai, kemudian analisis kemungkinan kerusakan.
  2) Radio di opersikan dengan melepas salah satu komponen/melepas jalur
      output dari satu bagian kebagian lainnya.
  3) Dapat, sebab dari data-data pengukuran diperoleh besar tegangan/nilai
      hambatan yang tidak standar.

  Kunci Jawaban Test Formatif 5

  1. d           2. b      3. a           4.c            5. a
  6. b           7. a      8. b           9. d          10. d


  Kunci Jawaban pertanyaan Tugas pembelajaran 6

  Uji Coba RF Amplifier
  a. Jalur sisi adalah jalur yang di lewati oleh sinyal informasi dari suatu
      pemancar.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                        117
  b. Dengan cara rangkaian tangki L dan C yang berfungsi sebagai rangkaian
      penala yang akan meneruskan sinyal frekuensi resonansi yang sesuai
      dengan selektivitas rangkaian penala tersebut.
  c. Daerah frekuensi yang sesuai dengan gelombang pembawa beserta kedua
      jalur sisi nya yang mengandung informasi.

  Uji Coba Rangkaian oscilator
  a. Sebab gulungan sekunder L3 untuk sakelar pemilih pada saat pertama
      berkerja (noise relatif sangat kecil) diperkuat oleh TR1 & dikembalikan
      melalui gulungan sekunder L3. Primer L3 tersebut dengan CB, CT2 & C5
      merupakan kondensator trimmer untuk mendapatkan frekuensi resonansi
  b. Karena R3 yang berfungsi untuk menetapkan faktor kualitas rangkaian
      resonator dengan harga positif.

  Uji Coba Rangkaian Mixer
  a. Agar frekuensi RF tidak masuk, sehingga kerja mixer dapat diamati.
  b. lebih besar dari oscilator
  c. Penyebabnya frekuensi informasi tidak dapat diterima.

  Uji Coba Penguat IF Amplifier
  a. 2 (dua) tingkat
  b. Penerima semakin positif
  c. Frekuensi informasi di pisahkan pada output mixer

  Karakteristik Dioda Detektor
  a. Dapat, karena bekerja lebih efektif
  b. Penting, sehingga kerja penyeleksian lebih efektif.
  c. Tidak dapat dikuatkan oleh penguat

  Uji Coba Detektor dengan AVC (automatic volume control)
  a. Karena AVC sebagai pengatur tegangan ( Amplitudo sinyal)
  b. Dalam menanggulangi variasi sinyal input pada antena secara automatis




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                     118
  c. Karena oleh kerja R12 dan C11 tegangan negatif ini yang akan bekerja
     menurunkan atau menaikan bias R12 & hasilnya akan mengkompensasikan
     output pesawat penerima.

  Uji Coba Rangkaian Audio Amplifier
  a. Output yang di keluarkan tidak dapat mengemudikan power amplifier
  b. Sehingga mampu mengeluarkan output yang dapat mengemudikan
     rangkaian power amplifier
  c. Tidak ada, karena amplifiernya sama

  Uji Coba Rangkaian Pwer Amplifier
  a. Power amplifier konfigurasi simetri complementry menggunakan transistor
     NPN dan PNP secara deret push pull amplifier menggunakan trafo OT dan IT
  b. Bias DC pada Transistor Driver

  Kunci test formatif 7

  1. Jawaban:
     a. Karena komponen Transistor mempunyai batas umur,sehingga sewaktu-
       waktu dapat rusak.
     b. Jika tidak diganti maka kondisi radio tidak dapat bekerja secara optimal.
     c. Alat yang diperlukan, yaitu solder timah dan atractor.
  2. Jawaban:
     a. Fungsi dioda zene adalah sebagai penstabil tegangan, juga dapat dipakai
       sebagai proteksi tegangan.
     b. Sedikitnya 1 watt untukarus 1 amper.
     c. tidak, karena lain karakteristiknya.
  3. Jawaban:
     a. Dapat kemungkinan sedikit merubah sitim rangkaian detektornya.
     b. Tentu tidak bisa sebab, karakteristiknya tidak sama.
     c. Bisa karena batas usia, atau kesalahan tegangan bias.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                      119
  4. Jawaban
      a. Bagian osilator lokal dari rangkaian penala.
      b. IF = Frekuensi RF – Frekuensi oscilator lokal




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                  120
                                                                   BAB IV
                                                                 PENUTUP
Modul adalah suatu perangkat bahan ajar yang dirancang agar peserta diklat
dapat belajar secara mandiri. Dalam konteks kurikulum berbasis kompetensi
modul memegang peranan penting dimana peserta diklat berada pada posisi aktif
dalam belajar (active learning) dan guru lebih berfungsi sebagai fasilitator.

Modul Memperbaiki/Reparasi Radio dirancang agar setelah menyelesaikan modul
ini peserta diklat memiliki kompetensi dalam perbaikan/reparasi radio sesuai
dengan standar kompetensi nasional.
Materi yang terdapat dalam modul ini mengacu pada kurikulum edisi 2004 untuk
bidang keahlian elektronika audio video.

Tak ada gading yang tak retak, sumbang saran rekan-rekan guru sangat
diharapkan agar modul ini menjadi lebih baik dan dapat digunakan oleh peserta
untuk meningkatkan dan menciptakan kualitas sumber daya manusia mendatang
di bidang elektronika audio video semakin meningkat.




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                                         121
                                                          DAFTAR
                                                         PUSTAKA
Adimas Ari Irawan Th.1993 Bengkel Elektronika, CV Aneka Solo

Wasito.s Th.1986 Teknik Frekwensi Tinggi, Penerbiot Karya Utama

Ichwan Haryadi Th.1988 Radio Transistor dan Tekni Reparasi,Yayasan
Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Ir.Ourba Tambunan Th.1984 Teknik Audio, Bandung

Ir.Suyatno BSc.E Th.1978 Pesawat Elektronika,Jakarta Depdikbud




Modul ELKA-MR.AM.004.A)                                           122

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:944
posted:10/20/2011
language:Indonesian
pages:122